Ini Jawaban Ketua PSSI Lebak dan Kepala Desa Rangkasbitung Timur Terkait Lahan Milik Persira

Benarkah Lahan Seluas 1 Hektar yang Dulu Milik Persira dialih pungsikan Menjadi Komersil
Keterangan poto : Kondisi Lapangan Persira Kab Lebak yang di Duga di Komersilkan.,Dok khusus

TERASMEDIA.CO LEBAK – Terkait dugaan adanya kegiatan komersil yang berada di lahan diduga milik Persira yang ramai di beritakan di media Online. akhirnya Firman A. H. Ketua Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia ( PSSI ) Lebak angkat bicara terkit keberadaan Persira dan dugaan komersil di lahan milik Persira. Menurutnya dirinya tidak tau secara persis terkait persoalan komersil yang berada di lahan milik persira tersebut. Hal itu di katakan Firman A. H. saat di temuai awak media di kediamannya pada 23/5/2024Thank you for reading this post, don’t forget to subscribe!

“Terkait persoalan adanya kegiatan komersil di lahan milik persira, saya kurang tau secara persisnya serti apa kang.” Coba konfirmasi ke pak H. Puyoh, mungkin beliau lebih tau persoalan tersebut,”Ujarnya

Lebik lanjut, Firman, mengatakan,”Dan kalau dikatakan Persira bubar, sebetulnya tidak, karena kemaren pada Tahun 2023 juga, saya membawa Persira sampai ke Perempat Final, Fiala Top Sekor, meskipun tidak ada korelasinya dengan Persira lama. Karena itu atas rasa tanggung jawab saya selaku Ketua PSSI, makanya saya coba hidupkan kembali karen dari tahun 2010 tiarap.

Bacaan Lainnya

” Dan pada waktu itu saya minta ijin sama pak H. Puyoh untuk menghidupkan kembali Persira agar tidak di coret dalam kompetisi tersebut,”Meskipun tidak ada anggaran, kita coba ngemis ke beberapa perusahaan dan terkumpulah sebesar tiga puluh juta, tapi kalau dari hasil komersil lahan sama sekali kita tidak pernah mendapatkan,Tandesnya

Sementara itu H. Dedi Suhendi. Kepala Desa Rangkasbitung Timur saat dimintai keterangannya terkait ijin dan status lahan milik Persira tersebut mengatakan.

“Kalau terkait ijin untuk membangun lapangan mini tersebut, memang ada ke Desa , yang datang waktu itu pak H. Puyoh ,selaku orang Persira bersama pak Rahmat, karena mereka mengatakan itu lahan milik mereka ( Persira/Red ) makanya kita ijinkan. Namun kita juga sebetulnya waktu itu mempertanyakan terkait surat kepemilikan yang Sah nya, karena kalau di Desa tidak ada data terkait lahan tersebut, baik Sertifikat, Pajak maupun yang lainnya kang,”Bebernya

Dedi Suhendi, melanjutkan, namun sampai detik ini pihak Persira belum ada satupun yang datang, padahal kita bersama BPD waktu itu sudah beberapa kali bersurat kepada pihak persira dan pengelola, karena memang waktu itu banyak masyarakat yang mempertanyakan terkait pembangunan lapangan mini dan yang lainnya di lokasi tersebut,” Pungkasnya tegas

Laporan : Rai Kusbini

Ikuti kami di Google News