Jaksa Agung Bicara Penegakan Humanis dan Modern

Jaksa Agung Bicara Penegakan Humanis dan Modern
Keterangan foto : Rakernas Kejaksaan 2024 dihadiri oleh Ketua Komisi Kejaksaan RI, Para Jaksa Agung Muda, Para Kepala Badan, Para Kepala Kejaksaan Tinggi, Pejabat Eselon II, III, dan IV di lingkungan Kejaksaan Agung, Rabu (9/1/2024)

Terasmedia.co Jakarta – Tema Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kejaksaan 2024 “Meletakkan Fondasi Transformasi Penegakan Hukum Modern Menuju Indonesia Emas 2045”. Hal tersebut mencerminkan semangat memposisikan Kejaksaan sebagai playmaker penyusunan produk legislasi nasional yang berkaitan dengan kelembagaan, tugas dan fungsi penegakan hukum.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Hal ini bertujuan dalam menghadapi isu-isu strategis dan terkini terkait arah kebijakan nasional dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) menuju Indonesia Emas 2045.

“Kejaksaan harus dapat mengawal seluruh lini kebijakan politik hukum negara yang berkaitan dengan bidang penegakan hukum, agar setiap produk hukum yang dibentuk selalu membuat upaya penguatan Kejaksaan,” ujar Jaksa Agung Burhanuddin ketika membuka Rakernas Kejaksaan Republik Indonesia 2024 di Aston Sentul Lake Resort & Conference Center, Bogor, Jawa Barat, Selasa (9/1/2024).

Selaku pimpinan tertinggi Kejaksaan, Burhanuddin memberikan beberapa focal point yang menjadi acuan dalam pembahasan masing-masing Kelompok Kerja (Pokja) diantaranya, transformasi Intelijen Kejaksaan yang professional dan modern dalam melaksanakan kewenangan intelijen penegakan hukum.

Kontribusi dan peran aktif Kejaksaan dalam menyongsong pelaksanaan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana serta penyusunan peraturan pelaksananya.

Penerapan kewenangan Kejaksaan dalam menangani tindak pidana yang menyebabkan kerugian perekonomian Negara dan dapat digunakannya pengenaan denda damai dalam tindak pidana ekonomi berdasarkan Peraturan Perundang-Undangan.

Pelaksanaan kewenangan Jaksa Agung sebagai Pengacara Negara.

Terhadap keempat focal point tersebut di atas, Jaksa Agung meminta agar pada Rakernas kali ini dilakukan pembahasan dan dilengkapi dengan segala metode serta gagasan yang membangun.

“Agar dapat terwujud fondasi ideal dasar transformasi penegakan hukum modern, maka dalam Rapat Kerja kali ini harus menghasilkan output yang tepat serta dilandasi dengan tanggung jawab untuk menindaklanjuti dan menyelesaikan apa yang menjadi hasil kesimpulan dari Rapat Kerja,” kata Burhanuddin.

Kemudian, ia juga menyampaikan bahwa transformasi Kejaksaan menuju organisasi modern tidak hanya bicara digitalisasi, tetapi juga menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang andal dan organisasi yang mampu beradaptasi dengan kebutuhan hukum masyarakat secara cepat, tepat dan bermanfaat.

Menutup sambutannya, Burhanuddin mengajak seluruh Insan Adhyaksa untuk mulai membangun paradigma bahwa segala tindak tanduk seorang Insan Adhyaksa akan mempengaruhi citra Institusi Kejaksaan.

“Mengacu pada tema Rakernas Tahun 2024, apa yang hari ini kita tanam, akan bermanfaat dan membuahkan hasil bagi generasi Kejaksaan saat ini dan juga dinikmati oleh anak-cucu kita penerus tongkat estafet Kejaksaan di masa yang akan datang,” pungkas Jaksa Agung.

Rakernas Kejaksaan 2024 dihadiri oleh Ketua Komisi Kejaksaan RI, Para Jaksa Agung Muda, Para Kepala Badan, Para Kepala Kejaksaan Tinggi, Pejabat Eselon II, III, dan IV di lingkungan Kejaksaan Agung, serta diikuti secara virtual oleh Para Kepala Kejaksaan Negeri dan Kepala Cabang Kejaksaan Negeri se-Indonesia.

Ikuti kami di Google News

Pos terkait