MANTAP…!Kepercayaan Publik ke Polda Sumut Meningkat, Ini Faktornya

Terasmedia.co Jakarta – Etos Institute menyebut tingkat kepercayaan publik tentang kinerja kepolisian di wilayah hukum Polda Sumatera Utara 87 Peresen. Hasilnya masyarakat puas dengan kinerja kepolisian, sementara 11 persen merasa tidak puas, dan sisanya tidak menjawab.

“Survei dilakukan dengan 2000 responden yang tersebar di 25 kabupaten di Sumut,” ucap Direktur Eksekutif ETOS Indonesia Institute, Iskandarsyah saat diskusi di Pondok Rangi Resto dan Coffe Shop Jakarta Timur, Jumat (9/12).

Lebih lanjut kata Iskandarsyah, kepuasan publik terhadap jajaran kepolisian di Sumut terkerek oleh kepuasan publik terhadap kinerja humas yang dianggap maksimal. Kemudian disusul dengan kinerja Propam yang makin meningkat, dan ketiga kinerja cepat Direktorat Kriminal Khusus.

“Survei ini juga mengangkat peran para pinpinan-pimpinan Polri di wilayah Hukum Polda Sumatera Utara dari level Kapolda, Kapolres dan Kapolsek. Tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Polri di wilayah hukum Polda Sumut setidaknya dapat menjadi trigger bagi institusi Korps Bhayangkara secara nasional,” jelas Iskandarsyah pada saat diskusi tersebut.

Bacaan Lainnya

Baca juga : Polisi dan Petinggi Golkar Belum Berani Sikat Judi Online

Untuk diketahui, beberapa kasus tindak pidana yang melibatkan perwira tinggi kepolisian mengakibatkan citra polri di mata masyarakat pada posisi terpuruk. Di antaranya, kasus hukum yang masih hangat dan segar di ingatan masyarakat terkait dengan kasus pembunuhan Brigadir Joshua Hutabarat yang diduga diotaki oleh mantan Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo.

Selanjutnya, kembali muncul kasus dugaan tindak pidana yang menyeret anggota polri bintang dua yakni mantan Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol Tedy Minahasa yang diduga terlibat dalam kasus tindak pidana penjualan barang bukti narkoba. Tidak berhenti di situ, publik kembali dikejutkan terkait dengan “nyanyian” Ismail Bolong yang mengungkap telah menyetorkan uang miliaran rupiah kepada salah satu pejabat utama di lingkup Mabes Polri terkait dengan “jatah” dari pengusaha tambang ilegal.

Untuk diketahui, kegiatan rillis survei ini dilakukan di Pondok Rangi Resto dan Coffe Shop Jakarta Timur. Acara tersebut dihadiri beberapa narasumber, diantaranya Direktur LSMI Rachmat A Bayu H,.