Organisasi Gempur Berbagi Kebahagiaan Anak Yatim Piatu di Hari Idul Fitri, Berikut Kisah Rosullullah SAW

Organisasi Gempur Berbagi Kebahagiaan Anak Yatim Piatu di Hari Idul Fitri, Berikut Kisah Rosullullah SAW I Teras Media
Foto : Kegiatan Organisasi Gempur Desa Kayu Agung' Sepatan Menggelar Santunan Kepada Anak Yatim-piatu di Hari Idul Fitri 1444 H pada Minggu,(23/4).

TerasMedia.co,TANGERANG | Momen Idul Fitri adalah momen yang berbahagia bagi umat muslim, dalam momen tersebut setiap orang dapat berkumpul bersama keluarga merayakan kemenangan setelah tuntas berpuasa sebulan lamanya. Kaum Muslimin pun biasanya saling menyambung tali silaturahim, maaf memaafkan untuk mengisi hari raya.Thank you for reading this post, don’t forget to subscribe!

Akan tetapi, nasib orang per orang bisa berbeda-beda. Bagi anak-anak yatim piatu, terlebih yang fakir dan miskin, momen Idul Fitri belum tentu diisi dengan suka cita. Kekurangan-kekurangan yang dialami acap kali menyebabkan mereka bermurung.

Karena itu, Islam mengajarkan umatnya untuk berbagi, termasuk kepada anak-anak yang tak berayah dan tak beribu.

Bacaan Lainnya

Hal nya yang di lakukan Organisasi Gerakan Pemuda Pisangan Kelapa Doyong Desa Kayu Agung Kecamatan Sepatan mengadakan kegiatan berbagi kebahagiaan kepada anak-anak yatim piatu di hari idul Fitri 1444 Hijriah tahun 2023.

Ketua Organisasi Gempur Solihin menjelaskan, kegiatan santunan ini sengaja digelar pada momen hari idul Fitri, menurutnya, momen ini tepat dilakukan untuk mereka adik-adik yatim dan piatu ikut merasakan kebahagiaan bersama dalam momen hari raya idul Fitri.

“Kalau bukan kita yang peduli siapa lagi, oleh karena itu mereka harus bahagia dan merasa tidak sendiri bahwa mereka banyak sanad saudara nya di hari idul Fitri ini,”ujar Solihin ketua Organisasi Gempur kepada wartawan melalui keterangan rilisnya Minggu,(23/4/2023).

Solihin mengatakan, meski tak seberapa yang diberikan kepada mereka (yatim piatu -red) berharap dapat membahagiakan mereka dan yang paling penting adalah berkumpul suka cita di hari idul Fitri ini bersama anak-anak yatim-piatu.

“Mudah-mudahan mereka berbagia dan bersukacita di hari idul Fitri ini, dan semoga mereka menjadi anak-anak yang sukses dan dapat dibanggakan oleh kita semua, Aamin,” ucap Solihin yang akrab di sapa boday.

Sementara itu, Hasanudin Chipeng yang hadir dalam kesempatan acara tersebut mendorong dan mengapresiasi sebuah kegiatan yang dilakukan oleh organisasi gempur ini yang sudah dapat berbuat dan peduli untuk lingkungan nya, terutama dapat berbagi kepada anak-anak yatim-piatu.

” Gempur adalah salah satu organisasi yang tergabung ke dalam Forum Pemuda Bersatu Kayu Agung. Dan kegiatan ini sejalan dengan kegiatan Forum Pemuda Bersatu Kayu Agung. Oleh karena itu saya selalu mendukung dan mendorong kepada organisasi pemuda yang lainnya agar dapat berperan serta kegiatan semacam ini,”ujar Hasanudin Chipeng Ketua Umum Forum Pemuda Bersatu Kayu Agung kepada wartawan.

Baca jugaPatut Dicontoh!!! Komunitas Pemuda Bersatu Kayu Agung Berbagi Takjil Kepada Pengguna Jalan

Kisah Nabi Muhammad SAW Tentang Membahagiakan Anak Yatim di Hari Raya

Dikutip detikHikmah Terdapat sebuah kisah mengenai Rasulullah SAW dengan seorang anak yatim di hari Idul Fitri. Menukil dari buku Al-Qur’an Hadis Madrasah Ibtidaiyah oleh Fida’ Abdillah dan Yusak Burhanuddin, pada siang itu di sudut Kota Madinah ada sejumlah anak kecil yang bermain.

Mereka mengenakan pakaian baru dan terlihat sangat gembira di hari raya. Namun, agak jauh dari mereka ada seorang anak yang tengah menangis dan bersedih hati.

Rasulullah SAW yang melihat pemandangan itu lantas mendekati sang anak, beliau kemudian bertanya, “Wahai ananda, mengapa engkau tidak bermain seperti teman-temanmu itu?”

Dengan air mata yang bercucuran, si anak menjawab, “Wahai Tuan, saya sangat sedih. Teman-teman saya gembira memakai pakaian baru dan saya tak punya siapa-siapa untuk membelikan pakaian baru,”

Mendengar hal itu, Nabi SAW kembali bertanya terkait keberadaan orang tua dari sang anak. Ia lalu mengatakan bahwa ayahnya telah syahid karena berperang, sementara ibunya menikah lagi dan seluruh harta sang ayah dibawa oleh ayah tirinya. Anak itu juga mengaku diusir dari rumah.

Rasulullah lantas segera memeluk dan membelai anak tersebut sambil berkata, “Wahai ananda, maukah engkau saya menjadi ayahmu, Aisyah sebagai ibumu, dan Fatimah menjadi saudarimu?”

Anak itu awalnya terkejut dan tampak gembira. Rasulullah SAW lalu membawanya ke rumah dan memberikan pakaian yang layak untuk si anak.

Kisah ini juga diceritakan dalam kitab Durratun Nashihin oleh Syekh Utsman Hasan bin Ahmad as-Syakir al-Khuwairy, seorang ulama pada abad ke-13. Semula sang anak tidak mengetahui bahwa laki-laki tersebut adalah Nabi SAW, namun setelah menyadarinya anak tersebut berkata,

“Bagaimana mungkin aku tidak senang wahai Rasulullah?” ujarnya.

Setelah diberikan pakaian yang layak, anak tersebut kemudian kembali menemui teman-temannya. Dia tampak lebih bahagia dengan mengenakan pakaian yang baru.

Melihat itu, teman-teman sebayanya bingung. Si anak lantas berkata, “Kemarin aku lapar, haus, dan yatim. Tetapi, sekarang aku bahagia karena Rasulullah SAW menjadi ayahku, Aisyah ibuku, Ali pamanku, dan Fatimah saudariku. Bagaimana aku tak bahagia?”

Anak-anak lain yang mendengar pengakuan itu merasa iri. “Andai saja bapak kami syahid saat peperangan, pasti sudah seperti engkau,”

Ketika Rasulullah SAW wafat, anak tersebut kembali yatim. Abu Bakar RA kemudian mengasuhnya.

Kisah antara Rasulullah SAW dan anak yatim di Hari Raya Idul Fitri ini memberi pelajaran bahwa menyantuni, memelihara, dan mengasuh anak yatim merupakan tanggung jawab setiap muslim, sebagaimana yang dilakukan Nabi Muhammad. Terlebih dalam sebuah hadits, beliau bersabda:

“Aku dan orang yang mengurus (menanggung) anak yatim (kedudukannya) di dalam surga seperti ini.” Beliau mengisyaratkan dengan (kedua jarinya yaitu) telunjuk dan jari tengah serta agak merenggangkan keduanya,” (HR Imam Al-Bukhari)

Hadits tersebut menunjukkan bahwa orang yang mengasuh anak yatim kelak akan menjadi tetangga Nabi Muhammad SAW di surga, sebagaimana diterangkan Syaikh Sa’ad Yusuf Mahmud Abu Aziz dalam Kitab Mausu’ah Al-Huquq Al-Islamiyah.

Pengibaratan tersebut dimaksudkan balasan mulia bagi orang yang mengurus anak yatim, yakni lebih cepat masuk surga dan disediakan kedudukan tertinggi di dalamnya.

Ikuti kami di Google News

Pos terkait