Pembangunan Jalan SCR Telan Miliaran di Banten Dinilai Janggal

IMG 20231017 WA0011
Keterangan foto : Barisan Relawan Jalan Perubahan (Bara JP) Provinsi Banten menyoroti pelaksanaan Pembangunan jalan nasional yang menghubungkan anatara Serang, Cikande dan Rangkasbitung tak transparan, Minggu (22/10/2023)

Terasmedia.co, Banten – Barisan Relawan Jalan Perubahan (Bara JP) Provinsi Banten menyoroti pelaksanaan Pembangunan jalan nasional yang menghubungkan antara Serang, Cikande dan Rangkasbitung tak transparan. Pasalnya Pembangunan dari APBN tersebut tak transparan dalam pekerjaanya seperti tidak mencantumkan papan proyek.

“Hasil investigasi dari tim kita di lapangan bahwa pengerjaanya yang tidak transparan karena tidak ditemukan papan informasi plang proyek Pembangunan jalan nasional ruas Serang, Cikande dan Rangkasbitung (SCR-red). Padahal itu menggunakan dana APBN dari Kementerian PUPR Pusat dan diduga mencapai Ratusan Miliar Lebih,’’ kata Ketua Bara JP Banten, Jupentri Nainggolan, Minggu (22/10/2023)

Selain tidak transparan, Jupen pun mendorong agar pemenang proyek ruas jalan Serang, Cikande dan Rangkasbitung untuk memperhatikan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3K) dalam pengerjaannya. Karena kata Jupen, para pekerja yang ada di lapangan saat mengerjakan ruas jalan tersebut mengabaikannya, bahkan ketika ditanya tentang hal tersebut mereka tidak mengetahuinya.

“Para pekerjanya tidak menggunakan K3K, mereka seolah tidak perduli atau para mandornya yang tidak taat terhadap aturan undang undang ketenagakerjaan,’’ ucap Jupentri yang juga aktivis mahasiswa pada masannya.

Bacaan Lainnya

Disinggung tentang lagkah Bara JP Banten ke depan dalam menyikapi persoalan ini. Jupen mengaku akan mendorong temuannya untuk dilaporkan ke kepolisian atau kejaksaan agung. Kata Jupen saat ini, dia telah mempersiapkan dokumen-dokumen yang dimiliki.

“Ya kita akan lakukan pelaporan ke APH untuk menyikapi persoalan yang terjadi di pembamgunan ruas jalan Serang, Cikande dan Rangkasbitung,’’ tutur Jupen.

Ditabahkan Jupen, bahwa Pembangunan jalan tersbut juga kerap kali memberikan dampak terhadap kemacetan karena tidak ada pengaturan atau tanda di seikiarnya. Menurut Jupen, ini menjadi evaluasi Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Wailayah Banten.

“Ini bener-bener gawat, pelaksanaannya tidak professional dan harus diaudit anggaran pembangunannnya,’’ jelas Jupentri.

Semen tar aitu, sampai berita ini diturunkan, pihak media masih mencoba menghubungi pihak-pihak yang terkait dalam Pembangunan proyek tersebut.

Pos terkait