Pengelolaan Pertunjukan Seni Sebagai Upaya Peningkatan Daya Tarik Wisata Di Desa Wisata Edukasi Cisaat Subang

IMG 20231113 122744

Oleh: Dian Herdiati, Dosen Pendidikan Musik, FBS-UNJ

Tim dosen dari Program Studi Pendidikan Musik FBS menggelar Pelatihan tentang Pengelolaan Pertunjukan Seni Sebagai Upaya Peningkatan Daya Tarik Wisata Di Desa Wisata Edukasi Cisaat Subang. Kegiatan dilaksanakan selama 4 hari, 13,14,15,16 Juli 2023 secara luring.

Kegiatan ini merupakan rangkaian dari Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P2M) yang rutin dilaksanakan Dosen dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Wilayah Binaan Unggulan UNJ ini mengikutsertakan 2 orang mahasiswa yang membantu pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat yaitu Holfi Alparian dan Ilham Rabani.

Bacaan Lainnya

Kegiatan ini digagas oleh Ketua PKM, Dr. Dian Herdiati, M.Pd dan anggota tim dosen, Dani Nur Saputra S.Pd, M.Sn, dan Drs. Ida Bagus Ketut Sudiasa, M.Sn. Pelatihan diikuti oleh kurang lebih 25 orang peserta yang terdiri anak-anak muda dan sanggar-sanggar seni yang tergabung dalam POKDARWIS (kelompok Sadar Wisata) desa Cisaat kampung Cilimus.

Pelatihan ini dimaksudkan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan bagi anak-anak muda POKDARWIS Cisaat di kampung Cilimus. Mereka adalah pelajar-pelajar sekolah menengah pertama maupun pelajar-pelajar sekolah menengah atas bahkan ada juga yang sudah bekerja.

Bagi POKDARWIS, mengelola sebuah pertunjukan seni belum sepenuhnya dipahami. Desa Cisaat juga memiliki beberapa kesenian tradisional yang menjadi ciri khas dari desa Cisaat. Desa Wisata Cisaat memiliki potensi di bidang seni dan budaya yang cukup besar.

Pertunjukan kesenian yang ada di desa Cisaat, saat ini belum ditangani secara terorganisir oleh pihak desa Cisaat, sehingga pertunjukan-pertunjukan yang sudah dilaksanakan belum terorganisir secara sistematis dan belum memiliki standar pemasaran, serta program tahunan yang terencana tentang kesenian yang akan ditampilkan.

Masing- masing kelompok kesenian/ pelaku seni sebagai pemilik sanggar masih secara mandiri menerima tawaran-tawaran dari luar. Untuk itu diperlukan sebuah tata kelola seni pertunjukan dan penguatan kelompok sadar wisata yang terdiri dari sanggar sebagai pelaku kesenian dan karang taruna. Sanggar dan karang taruna memiliki peran yang sangat signifikan dalam keberlanjutan pertunjukan kesenian sebagai produk wisata yang ada di Desa Cisaat Subang.

Dengan adanya pelatihan tentang pengelolaan pertunjukan kesenian, secara terorganisir desa Cisaat melalui pelaku seni dan karang taruna serta POKDARWIS dapat melayani permintaan customer yang semakin bertambah jumlahnya.

Tersedianya paket-paket pertunjukan kesenian yang sudah standar dapat menjadi pegangan bagi sanggar sebagai pelaku kesenian dan juga karang taruna agar lebih mudah dalam mempromosikan kesenian yang ada di desa wisata Cisaat.

Sebab itu, penting bagi anak-anak muda maupun sanggar-sanggar kesenian yang tergabung dalam POKDARWIS untuk memiliki pengetahuan dalam hal mengelola sebuah pertunjukan seni. Pada setiap sesi pertemuan dibantu oleh mahasiswa yang memang terlibat sebagai anggota tim.

Pertemuan pertama dilaksanakan pada hari kamis, 13 Juli 2023, pukul 14.00. Awal dari serangkaian proses kegiatan PKM Wilayah Binaan Unggulan UNJ. Kegiatan ini bertempat di desa Cilimus Cisaat.

Acara dibuka pada pukul 14.00 oleh MC yang diawali dengan sambutan dari ketua PKM Dr. Dian Herdiati, M.Pd. Dijelaskan tentang maksud dan tujuan diselenggarakannya pelatihan ini adalah untuk meningkatkan kompetensi Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) dalam hal mengelola sebuah pertunjukan seni.

Diharapkan akhir dari pelatihan, anggota-anggota yang tergabung dalam POKDARWIS paham bahwa penting adanya pengelolaan dalam sebuah pertunjukan seni.

Dengan mengelola pertunjukan seni yang baik maka sajian-sajian yang ditampilkan dapat terprogram secara baik. Selain itu sajian-sajian yang ditampilkan dapat berkontribusi secara finansial untuk kemajuan desa Cisaat.

Materi pada sesi pertama (1) tentang Pengelolaan Pertunjukan Seni, dijelaskan pentingnya 5(lima) fungsi manajemen seperti merencanakan, mengorganisasikan, memerintahkan, mengoordinasikan dan mengendalikan. Dilanjutkan dengan penjelasan tentang apa yang dimaksud dengan perencanaan dalam manajemen.

Kemudian penjelasan dilanjutkan dengan enam (6) pertanyaan penting yang selalu digunakan agar perencanaan menjadi lebih efektif. yaitu :1) Why, mempertanyakan alasan mengapa kegiatan tersebut diselenggarakan; 2)What mempertanyakan tentang bentuk kegiatan yang akan dilakukan; 3) Where mempertanyakan dimana kegiatan akan dilaksanakan; 4) When mempertanyakan kapan dan berapa lama kegiatan tersebut dilaksanakan; 5) Who mempertanyakan tentang siapa saja yang akan terlibat dalam kegiatan tersebut; 6) How mempertanyakan tentang bagaimana kegiatan tersebut dapat berjalan.

Pertemuan kedua, penjelasan masih seputar fungsi-fungsi manajemen setelah perencanaan yaitu pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan. Narasumber menjelaskan secara detail setiap fungsi dari manajemen tersebut. Selanjutnya dijelaskan juga tentang perilaku atau kinerja pengelola seperti apa yang diperlukan saat mengelola sebuah pertunjukan, antara lain: memiliki integritas, memiliki kompetensi dan professional. Sesi akhir pertemuan kedua, dilakukan tanya jawab dan diberikan tugas latihan untuk membuat sebuah proposal pertunjukan seni dengan memperhatikan poin-poin identifikasi kebutuhan. Selanjutnya anggota tim mahasiswa memberikan permainan ritmik sambil bernyanyi, agar suasana tidak bosan dan mengantuk.

Pertemuan ketiga dilaksanakan pada sabtu, 15 Juli 2023. Pelatihan dilakukan dimulai pada pukul 09.00 hingga puluk 14.00. Pemberian materi tidak ada lagi, hanya saja narasumber mengecek proposal pertunjukan seni setiap kelompok peserta yang sudah ditugaskan pada akhir sesi pertemuan ke-2 sehari sebelumnya. Peserta yang sudah mencoba corat-coret berkonsultasi langsung ke narasumber tentang proposal yang dibuatnya. Peserta yang belum sempat membuat berusaha membuatnya saat itu juga.

IMG 20231113 WA0014
Swafoto bersama Tim PKM Prodi Pendidikan Musik UNJ, Sumber : Dian Herdiati, 2023

Pengecekan dan pembuatan proposal diberikan waktu hingga pukul 12.00. Pada akhirnya dipilih satu kelompok yang proposalnya mengikuti kaidah-kaidah yang sudah diberikan pada pertemuan kedua. Dalam perencanaannya pertunjukan seni dilaksanakan pada malam hari di tanggal 15 Juli 2023.

Setelah istirahat makan, pukul 13.00 peserta kembali berdiskusi bersama nara sumber. Diskusi mulai dari penentuan apa saja yang akan ditampilkan, berapa lama durasi pertunjukan, siapa saja penampilnya, siapa pembawa acaranya, bagaimana susunan acara pertunjukannya, konsumsinya berupa apa, dan konsep secara keseluruhan seperti apa.

Kelompok yang lain mempersiapkan pengisian acaranya. Persiapan kesenian yang akan ditampilkan dilakukan di rumah salah satu warga di kampung Cilimus.

Beberapa kelompok peserta lagi bersama tim PKM mempersiapkan tempat yang akan digunakan untuk melaksanakan pertunjukan seni. Pertunjukan dilaksanakan di area terbuka (tanah lapang) dekat dengan rumah penduduk. Pemilihan tempat tersebut dikarenakan di desa Cilimus Cisaat tidak memiliki aula yang besar untuk menyajikan seni.

Tepat pukul 19.00 WIB, acara dimulai, MC mengucapkan selamat malam kepada hadirin yang ada disana. Dilanjutkan dengan mempersilahkan ketua peneliti dan Lurah desa Cisaat untuk memberikan sambutan.

Bapak lurah Cisaat mengatakan sangat senang dengan kedatangan Tim PKM Prodi Pendidikan Musik UNJ ke desa Cisaat, beliau berharap kegiatan ini tidak berhenti sampai disini saja, harus ada kelanjutannya.

Seluruh panitia dan pendukung acara menuju tempat acara diiringi arak-arakan pemain dan penonton sambil melantunkan sholawat nabi. Suasana pertunjukan dibuat terbuka dimana penonton duduk menyebar di area sekitar tempat pertunjukan. Dengan menggunakan tikar dan adanya hidangan berupa pisang rebus, kacang rebus, ubi rebus, teh panas dan kopi membuat suasana akrab dan semua fokus dan senang melihat pertunjukan yang disajikan oleh anak-anak desa Cilimus.

Pertunjukan selesai pada pukul 21.00 WIB, tetapi pemain dan penonton belum mau bubar. Pertunjukan terasa menyatu dengan masyarakat yang sedang menonton. Tua muda sangat menikmati materi yang disajikan. Tidak terasa jam sudah menunjukkan pukul 22.30, acara berakhir dengan penuh kesan.

Pertemuan keempat, dilaksanakan pada hari minggu, 16 Juli 2023. Hari terakhir kami melaksanakan kegiatan PKM. Kegiatan berupa acara pamitan ke POKDARWIS dan juga masyarakat di kampung Cilimus, desa Cisaat-Subang.

Ungkapan rasa terima kasih tim PKM Prodi Pendidikan Musik adalah dengan memberikan cinderamata untuk POKDARWIS yang sangat membantu kami mulai dari tempat tinggal, konsumsi dan ruang serta fasilitas saat pelatihan. Cinderamata diberikan pada ketua POKDARWIS yaitu Kang Yono sebagai perwakilan dari POKDARWIS.

Demikian perjalanan Tim PKM Prodi Pendidikan Musik ke desa wisata Edukasi Cisaat-Subang, Jawa Barat. (*)