Ratusan Emak-Emak di Lantik Menjadi Jubir Timnas Amin

IMG 20231229 WA0016 scaled
Jubir Timnas AMIN, KH Maman Imanulhaq melantik ratusan jubir emak-emak di Sumedang.

Terasmedia.co JAKARTA – Kesetaraan gender menjadi salah satu isu perubahan yang diusung pasangan capres/cawapres Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar. Dalam dokumen visi misinya, secara implisit pasangan nomor urut 1 ini ingin memastikan agenda perubahan untuk mengerek partisipasi serta akses perempuan di berbagai sektor.

Sebagai bentuk komitmen timnas pada agenda perubahan yang diusungnya itu, Timnas AMIN pun banyak merekrut perempuan dari tingkat nasional sampai ke desa-desa. Seperti kemarin, Kamis (28/12), Jubir Timnas AMIN, KH Maman Imanulhaq melantik ratusan jubir emak-emak di Sumedang.

“Jubir emak-emak ini menjadi garda depan tim AMIN yang langsung berkomunikasi dengan masyarakat di desa-desa. Bahasa emak-emak kan lugas, sederhana, dan efektif. Ini yang diharapkan berkontribusi memberikan dampak elektoral,” kata Kiai Maman kepada wartawan di Sumedang.

Tak hanya cuma urusan gaet-menggaet suara, jubir emak-emak ini juga menjadi atribusi komitmen AMIN dalam memastikan agenda-agenda sektoral perempuan bila terpilih nanti.

Bacaan Lainnya

Setidaknya, kata Dewan Syuro DPP PKB itu, ada beberapa program perempuan yang menjadi concern pasangan AMIN, salah satunya yakni mendorong kenaikan persentase perempuan dalam setiap rekrutmen TNI dan Polri. Tak sampai disitu, aparatur juga diharap mampu mengentaskan kasus-kasus KDRT, salah satu caranya yakni dengan mengembangkan pelayanan perempuan dan anak di setiap unit polsek.

Selain itu, imbuh Kiai Maman, AMIN juga akan meningkatkan keikutsertaan perempuan Indonesia dalam politik luar negeri berkarya. Artinya, jelas Kiai Maman, bagaimana diplomasi luar negeri bekerja responsif terhadap isu-isu gender khususnya soal pekerja migran perempuan, konflik Palestina, sampai pengungsi Rohingya.

“Yang tak kalah penting juga AMIN ingin menghadirkan tempat penitipan anak yang terjangkau serta ketersediaan ruang laktasi di ruang publik, dan memberdayakan kaum ibu melalui aktivasi Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) untuk memastikan tumbuh kembang anak. Ada juga soal cuti hamil dan melahirkan untuk ibu dan juga cuti bagi ayah yang akan diperjuangkan AMIN,” kata Kiai Maman menutup.

Pos terkait