Sukamto Disebut Kutu Loncat, Ternyata Ini Penyebabnya

IMG 20231104 WA0180
Keterangan foto : Sukamto baru-baru ini tampak seperti politisi kutu loncat. Setelah didepak dari Demokrat, Sukamto pindah ke PKB Kaltim. Tak berselang, dia pindah lagi ke PKN. Kini pindah lagi ke Golkar”, Sabtu (4/11/2023)

Terasmedia.co SAMARINDA – Mantan Wakil Ketua DPRD Samarinda, Achmad Sukamto dinilai tak punya etika politik karena pindah pencalonan legislatif dari Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) ke Partai Golkar tanpa konfirmasi.

Sukamto sebelumnya terdaftar sebagai bacaleg PKN di KPU Samarinda. Dari 43 daftar bakal calon legislatif PKN yang didaftarkan ke KPU Samarinda termasuk nama Sukamto.

Namun, belakang tanpa konfirmasi ke unsur Pimda dan Pimcab PKN, Sukamto justru menyebrang ke Partai Golkar.

“Saya mewakili seluruh unsur pimpinan daerah maupun cabang menyatakan kekecewaan terhadap beliau. PKN yang sibuk mendaftarkan dia ke KPU, kok malah pindah ke partai lain,” ungkap Ketua Pimpinan Daerah (Pimda) PKN Kaltim, Rudi Prianto kepada awak media di Samarinda, Sabtu (4/11/2023).

Bacaan Lainnya

Rudi menilai Sukamto tidak punya etika politik. Padahal, sebagai politisi lama yang berkecimpung di dunia politik, harusnya Sukamto memahami hal tersebut sehingga mestinya tak terjadi.

“Saya sudah mengeluarkan banyak biaya untuk pengurusan pencalegkan beliau, termasuk meminjamkan uang untuk bayar kredit mobilnya tapi begitu cara beliau membalasnya ke PKN,” terang Rudi dengan raut wajah kecewa.

Rudi menyatakan tidak keberatan atas pilihan sikap setiap kader PKN termasuk keputusan Sukamto. Tapi, menurut dia, tetap mengedepankan sikap santun dan komunikasi yang baik. Sebab, PKN telah membuka pintu bagi mereka yang bergabung dengan cara-cara yang baik termasuk Sukamto.

“Silahkan saja (pindah) bagi kami enggak masalah, asal jangan tinggalkan masalah. PKN tidak punya niat jahat kepada siapa pun selain mengabdi untuk kepentingan masyarakat banyak. Karena itu, jangan cederai perjuangan PKN dengan cara-cara tidak santun,” tegas Rudi.

“Sukamto harus bertanggungjawab atas semua kerugian yang telah dialami PKN untuk dirinya. Silahkan saja pindah, asal ganti semua kerugian PKN,” sambung Rudi.

Sebagai partai baru yang kini berpartisipasi sebagai peserta pemilu 2024, Rudi mengingatkan kader PKN selalu mengedepankan politik santuy dan tidak mudah baper.

Perjuangan PKN, lanjut Rudi, selalu dilandaskan pada kepentingan banyak orang. Tidak ada niat sama sekali menyerang satu sama yang lain, pun menghalalkan segara cara demi ambisi kekuasaan semata.

“Kalah menang bagi kami hal biasa. Kami sadar tidak bisa berjuang sendiri tanpa dukungan masyarakat dan hadirnya kekuatan Sang Maha Kuasa. Dialah yang menuntut dan meridhoi perjuangan kita. Itulah dasar batinia yang kami pegang. Bahwa tidak ada politisi yang hebat tanpa dukungan masyarakat dan camput tangan Tuhan,” terang Rudi.

Atas landasan batin tersebut, lanjut Rudi, dirinya selalu mengingatkan kepada seluruh kader PKN se – Kaltim agar  tetap menjalin silaturami baik dengan partai lain. Sebab, dalam politik tidak ada lawan sejati, yang ada hanya kepentingan.

“Kepentingan yang kita perjuangkan sama dengan partai politik lain yaitu kepentingan publik. Jadi untuk apa sikut-sikutan, toh semuanya sama untuk kepentingan masyarakat. Alangkah baiknya kita bergandengan tangan berjuang bersama dengan santuy,” ucap Rudi.

“Saya sendiri berteman baik dengan teman-teman di Golkar, ada Sapto (Sapto Setyo Pramono), Tio (Nidya Listiyono) termasuk Pak Ketua Hasan Masud. Saya yakin sebagai partai besar, Golkar punya etika politik yang baik. Masuknya (Sukamto) justru merusak citra, karena caranya yang enggak elegan,” tambah dia.

Rudi memastikan semua kader yang bergabung dengan PKN tetap menjunjung tinggi etika politik, pun berjuang yang tulus tanpa teding aling-aling.

Sebagai informasi, Sukamto baru-baru ini tampak seperti politisi kutu loncat. Setelah digepak dari Demokrat, Sukamto pindah ke PKB Kaltim. Tak berselang, dia pindah lagi ke PKN. Kini pindah lagi ke Golkar.

“Bagaimana masyarakat mau percaya politisi yang enggak konsisten begitu. Tanpa dia (Sukamto) atau tidak, PKN tetap solid bekerja menangkan target kami pada Pemilu 2024 mendatang,” tutup Rudi. [Indra]