Wow, Terkait Pungli 690 JT Kades Pagelaran Libatkan Suaminya Berstatus PNS

Avatar photo

- Penulis

Minggu, 4 Juni 2023 - 11:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan Foto : Kades Malingping Libatkan Suaminya Yang berstatus PNS, (Minggu, 4/6/2023)

i

Keterangan Foto : Kades Malingping Libatkan Suaminya Yang berstatus PNS, (Minggu, 4/6/2023)

Ikuti kami di Google News

TerasMedia.co, Lebak | Dugaan punggli oknum kades pagelaran kecamatan malingping berinidial (H) sebesar Rp. 690 jt dari dia orang penyedia layanan untuk pembangunan tambak udang yang lagi viral ternyata melibatkan suaminya yang ber setatus sebagai pegawai negri sipil (PNS) sebagai kepala sekolah SDN I Kadujajar kecamatan malingping berinisial (YH).

Baca Juga : BKPSDM Kota Bekasi Pertimbangan Usulan Formasi PNS 2023

Hal ini diungkapkan Anggota DPRD Lebak Musa Weliansyah Fraksi Partai Persatuan Pembangunan, menurutnya Oknum kepsek yang juga suami kades pagelaran tersebut kedapatan menerima uang kes sebesar 100.000.000 juta pada tangal 21 Oktober 2021.

Dan melalui transfer Rp. 70.000.000 melalui rekening pribadinya pada tanggal 5 mey 2023, hal ini terlihat dari poto penerimaan uang dan bukti transfer yang beredar luas ungkap anggota legislator mantan aktivis tersebut.

Musa juga menegaskan bahwa dugaan pungli yang dilakukan oleh oknum kepala sekolah tersebut bersama istrinya yang menjabat kepala desa berlangsung cukup lama yaitu semenjak tahun 2017-2023 dari dua orang yang berbeda yaitu Rp. 345 jt dari Sdr. (AS ) tahun 2017-2018 dan dari Sdr. (HF) Rp. 345 jt pada tahun 2021-2023.

Ini Juga : SMSI Kabupaten Bekasi Mengutuk Oknum PNS Aniaya 2 Jurnalis di Karawang

Bukan hanya itu mereka terlibat dengan sengaja dalam penjualan tanah negara yaitu hutan lindung dan sepadan pantai di blok kubang waliwis seluas 33.900 meter dengan harga Rp. 1.254.300.000 (Satu mikiar dua ratus lima puluh empat juta tiga ratus ribu rupiah) atau Rp. 37.000 (tiga pulih tujuh ribu) per meternya.

Adapun modusnya dengan cara membuat sppt dengan NOP : 36.02.010.006.019-0141.0 atas nama Silvy Ismail warga Jl. Pejaten barat 11/22 Rt 03 Re 08 Pejaten Barat Jaksel, kemudian oknum kades membuat surat peralihan garapan dari Silvy kepada Sdr. Erfan Efendi Sugiarto warga purbalinggo Jawa Tengah namun alamatnya dirubah menjadi Kp. Pagelaran RT/RW 01/01 desa pagelaran Kecamatan Malingping Kabupaten Lebak .

Baca Ini : Bapas Subang Gelar Upacara Hari Kebangkitan Nasional ke 15

Surat peralihan garapan tersebut dibuat oleh kepala desa pagelaran pada tanggal 27 Oktober 2017 dengan Nomor Registrasi 06/493//X/2017 dan diketahui oleh camat kecamatan malingping pada tanggal 1 November 2017 dengan Nomor Registrasi 590/170/XI/2017.

Parahnya kades pagelaran didalam surat pernyataan penguasaan tanah yang dibuat pada tanggal 22 Oktober 2017 dan diregistrasi dengan Nomor : 005/492/XIX2017 yang isiny bahwa tanah tersebut masih digarap dan dikuasai oleh Silvy Ismail dan tidak dalam sengketa baik batas maupun kepemilikan.

Padahal itu bohong karena tanah tersebut adalah hutan lindung dan sepadan pantai, tanah tersebut juga belum pernah digarap oleh Silvy Ismail adapun tanah seluas 33,900 m2 tersebut lebarnya 20 Meter dan panjang 1.695 Meter.

Ini kan tidak relevan dan tidak lazim orang memiliki tanah garapan yang lebarnya hanya 20 Meter dengan panjang 1,6 Km sepanjang pantai. Tindakan oknum kaedes tersebut jelas bentuk penyalahgunaan wewenang dan jabatan serta membuat keterangan palsu ini adalah perbuatan pidana yang harus diusut tuntas bukan hanya soal punglinya saja.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Matahukum Desak Kejaksaan Periksa Proyek Rehabilitasi Jalan Sunan Kalijaga Lebak dan Lakukan Audit Pengerjaan
Pemprov Banten Sosialisasikan Program Ketahanan Pangan di Lebak
Perjalanan 29 Tahun Berorganisasi, Ir Suhiluddin Lubis Terpilih Aklamasi Pimpin PAC Pemuda Pancasila Deli Tua
Jalan Cijinjuk Bertahun-tahun Rusak, Warga Pertanyakan Peran DPRD: “Setiap Hari Lewat, Mengapa Tak Kunjung Diperjuangkan?”
Ketum FBB: Pilpres 2024 Sudah Selesai, Jangan Terus Cari Jalan untuk Memanggung Isu
Tak Bernyali Berantas Judi Gelper, Kapolda Riau Diminta Evaluasi Jajaran Polres Pelalawan
Anak 16 Tahun di Lebak Diduga Jadi Korban Tindak Pidana Seksual, Polisi Turun Tangan
Bulog Lebak-Pandeglang: Bantuan Pangan Juli dan September Tuntas 100 Presen, Dua Hari Lebih Cepat
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 04:44 WIB

Matahukum Desak Kejaksaan Periksa Proyek Rehabilitasi Jalan Sunan Kalijaga Lebak dan Lakukan Audit Pengerjaan

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:31 WIB

Pemprov Banten Sosialisasikan Program Ketahanan Pangan di Lebak

Minggu, 11 Oktober 2026 - 21:12 WIB

Perjalanan 29 Tahun Berorganisasi, Ir Suhiluddin Lubis Terpilih Aklamasi Pimpin PAC Pemuda Pancasila Deli Tua

Kamis, 8 Oktober 2026 - 21:47 WIB

Jalan Cijinjuk Bertahun-tahun Rusak, Warga Pertanyakan Peran DPRD: “Setiap Hari Lewat, Mengapa Tak Kunjung Diperjuangkan?”

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:34 WIB

Ketum FBB: Pilpres 2024 Sudah Selesai, Jangan Terus Cari Jalan untuk Memanggung Isu

Berita Terbaru