Tim Pendamping Keluarga Jadi Kunci Percepatan Penurunan Stunting

Avatar photo

- Penulis

Rabu, 3 April 2024 - 14:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co, TANGERANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab)Tangerang menggelar kegiatan Penguatan Tim Pendamping Keluarga Dalam Pelaksanaan Pendampingan Keluarga Risiko Stunting dalam rangka upaya percepatan penanganan masalah stunting di Kabupaten Tangerang. Acara tersebut dibuka Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang Moch. Maesyal Rasyid, di Gedung Pramuka Kwarcab Tangerang, Kecamatan Curug, Rabu (3/4/2024)

Dalam sambutannya, Sekda mengungkapkan peran tim pendamping keluarga menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam upaya percepatan penurunan stunting. Ia menekankan, penurunan stunting harus dilakukan sedini mungkin untuk menghindari dampak jangka panjang yang merugikan, seperti terhambatnya tumbuh kembang dan kecerdasan anak, serta produktivitas.

“Problem stunting ini saling berkaitan dan memiliki penyebab dan akibat yang kompleks dan oleh karenanya diperlukan penanganan lintas sektor, strategi intervensi yang komprehensif dan berkelanjutan,” terang Maesyal Rasyid.

Tim Pendamping Keluarga Jadi Kunci Percepatan Penurunan Stunting I Teras Media
Tim Pendamping Keluarga Jadi Kunci Percepatan Penurunan Stunting

Menurut dia, acara tersebut bertujuan untuk memperkuat tim pendamping keluarga dalam pelaksanaan pendampingan keluarga resiko stunting, sebagai bagian dari program percepatan penurunan stunting yang menjadi prioritas nasional.

“Kehadiran kita semua mencerminkan adanya kesungguhan untuk mencurahkan pemikiran dan bekerjasama dalam upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Tangerang,” ungkapnya.

Maesyal Rasyid mengapresiasi semua usaha yang telah dilakukan dalam percepatan penurunan stunting oleh semua pihak terkait dan mengajak suruh stakeholder untuk terus menguatkan sinergitas dan kolaborasi. “Mari tingkatkan sinergi program antar seluruh perangkat daerah dan kontribusi dari seluruh jaringan stakeholder agar program yang dilaksanakan lebih tepat sasaran dan terpantau dengan baik,” tutupnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Tangerang, Hendra Tarmizi menyampaikan kegiatan ini dilakukan untuk melatih para Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD) memastikan percepatan program stunting lebih terarah, sehingga mampu menurunkan angka stunting.

Menurut dia, stunting di Kabupaten Tangerang sudah turun secara signifikan. Dimana untuk kasus keluarga berisiko stunting terjadi penurunan dari 138 ribu menjadi 77 ribu pada 2023, lalu balita stunting sebanyak 8.300 jiwa, turun jadi 5.391 anak per 2023.

“Kita berharap nanti mereka bisa melaksanakan tugasnya dengan lebih baik dan bisa membantu menurunkan angka stunting di Kabupaten Tangerang,” tandas Hendra.

Menurut Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting, tim pendamping keluarga memiliki peran penting dalam menyelesaikan masalah stunting di Indonesia. Mereka bertugas melakukan penyuluhan, memfasilitasi pelayanan rujukan, memberikan bantuan sosial, dan melakukan surveilans kepada keluarga berisiko stunting.

Melalui penguatan tim pendamping keluarga ini, diharapkan seluruh stakeholder memiliki kesamaan persepsi dan dapat membuat rencana kerja serta rencana aksi yang lebih cepat, tepat, terarah, dan terukur dalam upaya penurunan angka stunting di Kabupaten Tangerang. (Rls/Ardi)

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Matahukum Desak Kejaksaan Periksa Proyek Rehabilitasi Jalan Sunan Kalijaga Lebak dan Lakukan Audit Pengerjaan
Pemprov Banten Sosialisasikan Program Ketahanan Pangan di Lebak
Perjalanan 29 Tahun Berorganisasi, Ir Suhiluddin Lubis Terpilih Aklamasi Pimpin PAC Pemuda Pancasila Deli Tua
Jalan Cijinjuk Bertahun-tahun Rusak, Warga Pertanyakan Peran DPRD: “Setiap Hari Lewat, Mengapa Tak Kunjung Diperjuangkan?”
Ketum FBB: Pilpres 2024 Sudah Selesai, Jangan Terus Cari Jalan untuk Memanggung Isu
Tak Bernyali Berantas Judi Gelper, Kapolda Riau Diminta Evaluasi Jajaran Polres Pelalawan
Anak 16 Tahun di Lebak Diduga Jadi Korban Tindak Pidana Seksual, Polisi Turun Tangan
Bulog Lebak-Pandeglang: Bantuan Pangan Juli dan September Tuntas 100 Presen, Dua Hari Lebih Cepat
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 04:44 WIB

Matahukum Desak Kejaksaan Periksa Proyek Rehabilitasi Jalan Sunan Kalijaga Lebak dan Lakukan Audit Pengerjaan

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:31 WIB

Pemprov Banten Sosialisasikan Program Ketahanan Pangan di Lebak

Minggu, 11 Oktober 2026 - 21:12 WIB

Perjalanan 29 Tahun Berorganisasi, Ir Suhiluddin Lubis Terpilih Aklamasi Pimpin PAC Pemuda Pancasila Deli Tua

Kamis, 8 Oktober 2026 - 21:47 WIB

Jalan Cijinjuk Bertahun-tahun Rusak, Warga Pertanyakan Peran DPRD: “Setiap Hari Lewat, Mengapa Tak Kunjung Diperjuangkan?”

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:34 WIB

Ketum FBB: Pilpres 2024 Sudah Selesai, Jangan Terus Cari Jalan untuk Memanggung Isu

Berita Terbaru