Anggota DPR RI Komisi VIII KH. Maman Imanulhaq Resmi Meraih Gelar Doktor

Avatar photo

- Penulis

Minggu, 18 Mei 2025 - 16:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto: Anggota DPR RI Komisi VIII dari Fraksi PKB, KH. Maman Imanulhaq, Sabtu (17/05/2025).

i

Keterangan foto: Anggota DPR RI Komisi VIII dari Fraksi PKB, KH. Maman Imanulhaq, Sabtu (17/05/2025).

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta – Anggota DPR RI Komisi VIII dari Fraksi PKB, KH. Maman Imanulhaq, resmi meraih gelar Doktor setelah berhasil mempertahankan disertasinya dalam ujian terbuka di Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA), Jakarta.

Dalam sidang promosi doktoral yang berlangsung khidmat dan penuh apresiasi, Kiai Maman dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan—menandai puncak pencapaian akademik yang melengkapi kiprahnya sebagai seorang ulama, intelektual, dan politisi kebangsaan, 17 Mei 2025.

Sidang tersebut dipimpin oleh Ketua Sidang Dr. Ahmad Su’adi, MA.Hum, didampingi Sekretaris Sidang Dr. Siti Nabilah, S.Sos.I, M.Pd, serta promotor Dr. Ngatawi Al Zastrouw, M.Si, dan co-promotor Dr. Ayatullah, M.Ud. Dewan penguji terdiri dari Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, MA, Dr. Fariz Al Nizar, M.Hum, dan Dr. A. Ginanjar Sya’ban, M.Hum.

Dalam sesi tanya jawab, Prof. Said Aqil sempat menyoroti ketidakhadiran kutipan ayat Al-Qur’an dalam disertasi setebal ratusan halaman tersebut. Menanggapi hal ini, KH. Maman menyatakan kesiapannya untuk memasukkan ayat-ayat Al-Qur’an yang relevan dalam revisi akhir disertasinya.

Studi Interaksi Islam dan Budaya Cirebon

Disertasi KH. Maman yang berjudul “Dinamika Islam dan Budaya Lokal: Studi Interaksi Islam dan Tradisi Cirebon Abad XV sampai XVII” menelusuri proses interaksi antara Islam dan budaya lokal Cirebon sejak masa Pangeran Cakrabuwana hingga Sunan Gunung Jati.

Melalui pendekatan sejarah dinamis ala Arnold Toynbee, KH. Maman menolak anggapan bahwa proses tersebut merupakan bentuk sinkretisme. Sebaliknya, ia menegaskan bahwa yang terjadi adalah rekonstruksi budaya—yakni bentuk adaptasi kreatif yang tetap menjaga kemurnian akidah Islam dalam menyerap unsur lokal.

Disertasi ini mengungkap bagaimana nilai-nilai Islam membentuk tatanan sosial dan politik masyarakat Cirebon, serta strategi kultural yang memungkinkan Islam diterima secara damai dan luas oleh masyarakat.

Kontribusi Intelektual dan Spiritualitas Politik

Dalam pidato akademiknya, KH. Maman menyampaikan rasa syukur atas pencapaian gelar doktor di usia 52 tahun. Ia menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan wujud komitmen terhadap pengembangan ilmu pengetahuan, dunia pesantren, dan kebijakan publik yang berakar dari nilai-nilai Islam.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar, atas dukungan serta diskusi intelektual yang terus terjalin di tengah kesibukan nasional.

“Saya berharap disertasi ini tidak berhenti di rak perpustakaan, tetapi menjadi kontribusi ilmiah dan spiritual bagi dunia pesantren, santri, serta arah baru politik kebangsaan yang inklusif dan membumi,” ujar Kiai Maman menutup pidatonya.

Dukungan Tokoh Nasional

Momentum bersejarah ini turut disaksikan oleh sejumlah tokoh nasional, akademisi, dan keluarga besar PKB serta DPR RI. Hadir antara lain Ketua Fraksi PKB DPR RI Dr. Jazilul Fawaid, MA, Wakil Ketua DPR RI Dr. H. Cucun Ahmad Syamsurijal, M.A.P, Menteri PPPA Dra. Hj. Arifatul Choiri Fauzi, M.Si, Kepala BPKH Dr. Fadlul Imansyah, serta Plt. Rektor UNUSIA dr. Syahrizal Syarif, MPH, Ph.D. Turut mendampingi pula sang istri Hj. Upik Rofiqoh, S.Pd.I dan keluarga besar.

 

(Akbar)

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Matahukum Desak Kejaksaan Periksa Proyek Rehabilitasi Jalan Sunan Kalijaga Lebak dan Lakukan Audit Pengerjaan
Pemprov Banten Sosialisasikan Program Ketahanan Pangan di Lebak
Perjalanan 29 Tahun Berorganisasi, Ir Suhiluddin Lubis Terpilih Aklamasi Pimpin PAC Pemuda Pancasila Deli Tua
Jalan Cijinjuk Bertahun-tahun Rusak, Warga Pertanyakan Peran DPRD: “Setiap Hari Lewat, Mengapa Tak Kunjung Diperjuangkan?”
Ketum FBB: Pilpres 2024 Sudah Selesai, Jangan Terus Cari Jalan untuk Memanggung Isu
Tak Bernyali Berantas Judi Gelper, Kapolda Riau Diminta Evaluasi Jajaran Polres Pelalawan
Anak 16 Tahun di Lebak Diduga Jadi Korban Tindak Pidana Seksual, Polisi Turun Tangan
Bulog Lebak-Pandeglang: Bantuan Pangan Juli dan September Tuntas 100 Presen, Dua Hari Lebih Cepat
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 04:44 WIB

Matahukum Desak Kejaksaan Periksa Proyek Rehabilitasi Jalan Sunan Kalijaga Lebak dan Lakukan Audit Pengerjaan

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:31 WIB

Pemprov Banten Sosialisasikan Program Ketahanan Pangan di Lebak

Minggu, 11 Oktober 2026 - 21:12 WIB

Perjalanan 29 Tahun Berorganisasi, Ir Suhiluddin Lubis Terpilih Aklamasi Pimpin PAC Pemuda Pancasila Deli Tua

Kamis, 8 Oktober 2026 - 21:47 WIB

Jalan Cijinjuk Bertahun-tahun Rusak, Warga Pertanyakan Peran DPRD: “Setiap Hari Lewat, Mengapa Tak Kunjung Diperjuangkan?”

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:34 WIB

Ketum FBB: Pilpres 2024 Sudah Selesai, Jangan Terus Cari Jalan untuk Memanggung Isu

Berita Terbaru