Kades Binong Bantah Jika di Anggap Tak Perduli ke Masyarakat Soal Tanah yang di Plot oleh PT BDL

Avatar photo

- Penulis

Kamis, 29 Mei 2025 - 12:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto: Saepudin, Kepala Desa Binong, Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak, Banten, Saat ditemui Awak Media di kantornya, Rabu (28/05/2025).

i

Keterangan foto: Saepudin, Kepala Desa Binong, Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak, Banten, Saat ditemui Awak Media di kantornya, Rabu (28/05/2025).

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Lebak – Terkait ramainya pemberitaan di media online, yang mengatakan bahwa Kepala Desa Binong Kecamatan Maja Kabupaten Lebak, Saepudin, yang dianggap tidak perduli terhadap keluhanan dan persoalan masyarakatnya terkait lahan mereka (Masyarakat-Red) yang diduga diplot semagai milik PT. BDL, dengan keluarnya Surat Pengakuan Hak (SPH) dari BPN padahal masyarakat tidak merasa menjual. Hal itu dibantah keras oleh Saepudin, selaku Kepala Desa Binong, saat di temuai awak media di Kantornya, Rabu (28/05/2025).

Menurutnya, hal itu tidak benar, karena selama ini, dirinya selaku Kepala Desa selalu menampung aspirasi aduan masyarakat yang mengadukan hal tersebut.

“Jika dikatakan saya tidak perduli dan tidak merespons aduan, terhadap persoalan yang saat ini di hadapi oleh masyarakat terkait persoalan lahan mereka (Masyarakat) itu tidak benar kang,” ujarnya

Lebih Lanjut, kata Saepudin, karena sejak mencuatnya persoalan tersebut saya selaku Kepala Desa sudah banyak menampung aspirasi dan aduan dari masyarakat yang mengaku lahannya belum di bayar namum sudah di plot sebagai milik PT. BDL, dan saya juga sudah menyarankan kepada mereka, untuk sementara agar berkomunilasi langsung dengan mantan Kepala Desa sebelum saya, mengingat yang lebih tau persoalan tersebut adalah Kepala Desa sebelumnya

“Jadi saya tegaskan jika saya dianggap tidak perduli terhadap persoalan tersebut, itu keliru dan disini saya tegaskan sekali lagi, silahkan bagi masyarakat yang merasa memiliki persoalan agar datang ke Desa, dan kami Pemerintahan Desa akan selalu terbuka untuk menampung aspirasi dan aduan masyarakat, dan kita akan coba pasilitasi dengan memanggil pihak-pihak terkait, agar bisa duduk bersama, sehingga persoalan tersebut dapat segera terselesaikan,” Pungkasnya

Sebelumnya telah diberitakan, Hingga saat ini, persoalan tanah milik warga di Desa Binong, Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak, masih belum menemukan titik terang. Tanah-tanah milik warga yang belum pernah dijual dan belum ada proses ganti rugi tiba-tiba telah diplot atas nama pihak pengembang, dalam hal ini PT BDL. Bahkan, sudah keluar SPH (Surat Pengakuan Hak) beserta nomor resminya, tanpa sepengetahuan atau persetujuan pemilik lahan yang sah.

Ironisnya, meski warga telah berulang kali menyuarakan keluhan, Kepala Desa Binong, Saepudin, dinilai lamban dan tidak menunjukkan sikap tegas dalam menyikapi permasalahan ini. Warga merasa dibiarkan berjuang sendiri dalam mempertahankan hak atas tanah mereka.

“Kami kecewa, kepala desa seperti tidak berpihak kepada rakyatnya sendiri. Sudah jelas tanah kami belum pernah kami jual, tapi tiba-tiba sudah atas nama perusahaan. Kami sudah berkali-kali minta kejelasan, tapi tak ada langkah nyata dari pemerintah desa,” ujar salah satu warga.

Masyarakat mendesak agar pemerintah desa, khususnya Kepala Desa Binong, segera bertindak proaktif. Selain itu, pihak berwenang, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi, juga diminta turun tangan untuk mengusut dugaan perampasan hak ini.

Perjuangan warga Desa Binong bukan hanya tentang mempertahankan tanah, tetapi juga mempertahankan martabat dan hak yang dijamin oleh konstitusi. Ketidakadilan ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. (David/Red)

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Tak Bernyali Berantas Judi Gelper, Kapolda Riau Diminta Evaluasi Jajaran Polres Pelalawan
Anak 16 Tahun di Lebak Diduga Jadi Korban Tindak Pidana Seksual, Polisi Turun Tangan
Bulog Lebak-Pandeglang: Bantuan Pangan Juli dan September Tuntas 100 Presen, Dua Hari Lebih Cepat
Cekcok Berujung Saling Jambak dan Cakar, MS Dilaporkan ke Polsek Kalideres
Konsisten Lakukan Inovasi dan Bangun Sinergi, Bank Banten Raih Radar Banten Award 2026
Anggota DPR Papua Tengah Pertanyakan Transparansi Penertiban Kawasan Hutan di Nabire
Ketua DPRD Kota Serang Turun Tangan Bantu Warga Kasemen yang Butuh Rehabilitasi
Wamena, Papua Muda Progresif Dorong Dialog dan Perlindungan Warga di Tengah Konflik
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:42 WIB

Tak Bernyali Berantas Judi Gelper, Kapolda Riau Diminta Evaluasi Jajaran Polres Pelalawan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Anak 16 Tahun di Lebak Diduga Jadi Korban Tindak Pidana Seksual, Polisi Turun Tangan

Rabu, 30 September 2026 - 11:57 WIB

Cekcok Berujung Saling Jambak dan Cakar, MS Dilaporkan ke Polsek Kalideres

Rabu, 30 September 2026 - 11:22 WIB

Konsisten Lakukan Inovasi dan Bangun Sinergi, Bank Banten Raih Radar Banten Award 2026

Senin, 28 September 2026 - 15:21 WIB

Anggota DPR Papua Tengah Pertanyakan Transparansi Penertiban Kawasan Hutan di Nabire

Berita Terbaru