Aktivis: Kenaikan PBB Cerminan Gagalnya Mendagri dan Menkeu

Avatar photo

- Penulis

Selasa, 19 Agustus 2025 - 09:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto: Egi Hendrawan, aktivis Gerakan Mahasiswa 2017.

i

Keterangan foto: Egi Hendrawan, aktivis Gerakan Mahasiswa 2017.

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta – Kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di sejumlah daerah akhir-akhir ini menimbulkan gelombang protes masyarakat. Kebijakan tersebut dinilai merugikan karena besarnya kenaikan dianggap tidak sebanding dengan kondisi ekonomi rakyat.

Salah satu kritik datang dari Egi Hendrawan, aktivis Gerakan Mahasiswa 2017. Ia menyoroti peran Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Menteri Keuangan Sri Mulyani yang dianggap lalai dalam mengawasi kebijakan pemerintah daerah.

“Bagaimana mungkin kenaikan pajak yang besar dan merugikan masyarakat ini tidak bisa dimonitor atau dicegah oleh Mendagri dan Menteri Keuangan, padahal kepala daerah berada di bawah koordinasi mereka,” kata Egi Selasa 19 Agustus 2025.

Menurutnya, lemahnya pengawasan tersebut memicu keresahan hingga aksi demonstrasi besar-besaran di beberapa kabupaten. Ia menilai kondisi ini sebagai bukti bahwa Mendagri dan Menkeu tidak serius dalam menjalankan tugasnya.

“Seharusnya dua menteri tersebut dicopot dari jabatannya, karena hal ini mengikis kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Bayangkan, beberapa daerah melakukan aksi demo secara bersamaan. Ini tentu menimbulkan tanda tanya, apakah ada motif tertentu di balik kebijakan ini,” tambahnya.

Gelombang protes masyarakat terkait kenaikan PBB diprediksi masih akan berlanjut, sementara pemerintah pusat belum memberikan pernyataan resmi mengenai sorotan publik tersebut.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Tak Bernyali Berantas Judi Gelper, Kapolda Riau Diminta Evaluasi Jajaran Polres Pelalawan
Anak 16 Tahun di Lebak Diduga Jadi Korban Tindak Pidana Seksual, Polisi Turun Tangan
Bulog Lebak-Pandeglang: Bantuan Pangan Juli dan September Tuntas 100 Presen, Dua Hari Lebih Cepat
Cekcok Berujung Saling Jambak dan Cakar, MS Dilaporkan ke Polsek Kalideres
Konsisten Lakukan Inovasi dan Bangun Sinergi, Bank Banten Raih Radar Banten Award 2026
Anggota DPR Papua Tengah Pertanyakan Transparansi Penertiban Kawasan Hutan di Nabire
Ketua DPRD Kota Serang Turun Tangan Bantu Warga Kasemen yang Butuh Rehabilitasi
Wamena, Papua Muda Progresif Dorong Dialog dan Perlindungan Warga di Tengah Konflik
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:42 WIB

Tak Bernyali Berantas Judi Gelper, Kapolda Riau Diminta Evaluasi Jajaran Polres Pelalawan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Anak 16 Tahun di Lebak Diduga Jadi Korban Tindak Pidana Seksual, Polisi Turun Tangan

Rabu, 30 September 2026 - 11:57 WIB

Cekcok Berujung Saling Jambak dan Cakar, MS Dilaporkan ke Polsek Kalideres

Rabu, 30 September 2026 - 11:22 WIB

Konsisten Lakukan Inovasi dan Bangun Sinergi, Bank Banten Raih Radar Banten Award 2026

Senin, 28 September 2026 - 15:21 WIB

Anggota DPR Papua Tengah Pertanyakan Transparansi Penertiban Kawasan Hutan di Nabire

Berita Terbaru