Ekonomi Sedang Sulit, DPRD Pandeglang Diminta Pangkas Anggaran Tunjangan Rumah dan Lainnya

Avatar photo

- Penulis

Jumat, 5 September 2025 - 08:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto : Sekjen Mata hukum, Mukhsin Nasir saat berada di BPK, Jumat (5/4/2024)

i

Keterangan foto : Sekjen Mata hukum, Mukhsin Nasir saat berada di BPK, Jumat (5/4/2024)

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta – Matahukum menyoroti besarnya tunjangan perumahan, transportasi, dana operasional, dan reses yang dinilai cukup besar jika dibandingkan dengan kondisi masyarakat yang masih banyak hidup di bawah garis kemiskinan. Matahukum menyebut, Kebijakan anggaran tunjangan untuk ketua DPRD dan Anggota dewan lainnya dinilai tidak peka terhadap kondisi masyarakat yang tengah menghadapi beban ekonomi.

“Kalau dilihat dari informasi yang diperoleh anggaran tunjangan transportasi Rp 11,8 juta, tunjangan komunikasi intensif Rp 10,5 juta, dan dana operasional untuk Ketua Rp 8,4 juta dan Wakil Ketua Rp 4,2 juta. Jadi kalau ditotal untuk ketua DPRD sekitar Rp30 juta lebih dalam sebulan dan dalam setahun bisa mencapai Rp368 juta lebih dalam setahun. ini kurang tepat dan tak sebanding dengan kinerja mereka di legislatif,” kata Sekjen Matahukum Mukhsin Nasir, Jumat (5/9/2025)

“Kemudian terdapat tunjangan perumahan untuk Ketua Rp 12 juta, Wakil Ketua Rp 11 juta, dan Anggota Rp 10 juta yang diatur dalam Perbup Nomor 4 Tahun 2017 tentang Tunjangan Perumahan Bagi Pimpinan Dan Anggota DPRD Pandeglang ini jelas luar biasa istimewanya,” ucap Mukhsin sambil menggambarkan kondisi ekonomi masyarakat di Pandeglang.

Selain alasan kurang peka terhadap kondisi rakyat, kata Mukhsin saat ini di Pandeglang sendiri masih banyak yang ekonominya kesulitan, juga ditambah dengan gaji tenaga pendidik yang rendah. Menurut Mukhsin, jika DPRD Pandeglang peka dan berpihak ke rakyat, mereka seharusnya bersedia untuk dipangkas dan dikurangi untuk dialihkan ke hal yang lebih penting.

“Belum lagi untuk kegiatan reses Rp 10,5 juta per kegiatan, jika pemerintah Kabupaten Pandeglang ini benar-benar berpihak kepada rakyat, seharusnya kebijakan itu bisa direvisi dan dihemat. Karena saat ini, kondisi Rakkat yang sulit secara ekonomi. Jika Bupati dan DPRD selalu meneriakkan keberpihakan terhadap rakyat, maka itu semua hanyalah omong kosong saja,” jelas Mukhsin yang kerap disapa Daeng.

Daeng menjelaskan bahwa ketika tunjangan untuk ketua DPRD Kabupaten Pandeglang dan Anggota DPRD lainnya diberikan, mereka lupa. Banyak masyarakat-masyarakat daerah mereka yang bahkan sampai saat ini sulit untuk mencari makan, sulit mencari pekerjaan.

“Apalagi kita menimbang dengan guru-guru yang seharusnya disejahterakan, pendidikan adalah hal yang nomor satu harus dituntaskan, sedangkan ketua DPRD Kabupaten dan Anggota DPRD laiinnya yang menurut saya cukup fantastis dan perlu ada pemangkasan,” tutur Daeng.
Daeng berharap dengan banyaknya peristiwa teguran untuk elit-elit politik yang memicu penolakan aksi-aksi di berbagai daerah. Harusnya DPRD Kabupaten Pandeglang bisa belajar dari peristiwa yang terjadi baru-baru ini.

“Saya harap semoga wakil rakyat di Pandeglang ini bisa peduli dengan penderitaan rakyat dan mau mendengarkan apa aspirasi masyarakat,” tutur Daeng.

Belum Ada Tanggapan Dari DPRD Pandeglang

Sementara itu, sampai berita ini diturunkan, tim redaksi masih mencoba mengonfirmasi soal besaran tunjangan transportasi, perumahan, dan perjalan dinas kepada Ketua DPRD Pandeglang, Tb. Khotibul Umam dan Anggota DPRD lainnya. Begitupun Sekretaris DPRD Pandeglang, Suedi.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Tak Bernyali Berantas Judi Gelper, Kapolda Riau Diminta Evaluasi Jajaran Polres Pelalawan
Anak 16 Tahun di Lebak Diduga Jadi Korban Tindak Pidana Seksual, Polisi Turun Tangan
Bulog Lebak-Pandeglang: Bantuan Pangan Juli dan September Tuntas 100 Presen, Dua Hari Lebih Cepat
Cekcok Berujung Saling Jambak dan Cakar, MS Dilaporkan ke Polsek Kalideres
Konsisten Lakukan Inovasi dan Bangun Sinergi, Bank Banten Raih Radar Banten Award 2026
Anggota DPR Papua Tengah Pertanyakan Transparansi Penertiban Kawasan Hutan di Nabire
Ketua DPRD Kota Serang Turun Tangan Bantu Warga Kasemen yang Butuh Rehabilitasi
Wamena, Papua Muda Progresif Dorong Dialog dan Perlindungan Warga di Tengah Konflik
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:42 WIB

Tak Bernyali Berantas Judi Gelper, Kapolda Riau Diminta Evaluasi Jajaran Polres Pelalawan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Anak 16 Tahun di Lebak Diduga Jadi Korban Tindak Pidana Seksual, Polisi Turun Tangan

Rabu, 30 September 2026 - 11:57 WIB

Cekcok Berujung Saling Jambak dan Cakar, MS Dilaporkan ke Polsek Kalideres

Rabu, 30 September 2026 - 11:22 WIB

Konsisten Lakukan Inovasi dan Bangun Sinergi, Bank Banten Raih Radar Banten Award 2026

Senin, 28 September 2026 - 15:21 WIB

Anggota DPR Papua Tengah Pertanyakan Transparansi Penertiban Kawasan Hutan di Nabire

Berita Terbaru