Perkuat Edukasi ke Masyarakat, Pemkot Sukabumi Bentuk Satgas Antisipasi Kasus Keracunan MBG

Avatar photo

- Penulis

Jumat, 26 September 2025 - 06:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto/Dok: Ayep Zaki, Walikota Sukabumi.

i

Foto/Dok: Ayep Zaki, Walikota Sukabumi.

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Sukabumi – Kasus keracunan massal akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi di Jawa Barat. Terkini, di Kabupaten Bandung Barat tercatat 1.333 siswa menjadi korban.

Menanggapi fenomena tersebut, Pemerintah Kota Sukabumi membentuk Satuan Tugas (Satgas) MBG, melalui Rapat Koordinasi Percepatan Program dan Pembentukan Satgas MBG yang digelar di Opproom Setda, Rabu (24/9) kemarin.

“Pembentukan Satgas MBG ini tertuang dalam Keputusan Wali Kota Sukabumi Nomor: 188.45/253-SAHLI/2025,” ujar Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, Kamis (25/9).

Rakor tersebut menghadirkan Koordinator Wilayah BGN, Koordinator Kecamatan BGN, ahli gizi, camat, hingga kepala puskesmas. Satgas MBG memiliki empat fokus utama:

1. Menyusun dan memegang acuan Standar Operasional Prosedur (SOP) jaminan keamanan pangan.

2. Melakukan akselerasi dengan stakeholder kewilayahan.

3. Melakukan identifikasi dini terhadap potensi kejadian luar biasa (KLB).

4. Memberikan edukasi masyarakat tentang pola makan dan hidup sehat.

Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, menekankan program MBG harus menjadi perhatian bersama melalui koordinasi lintas sektor, mulai dari kelurahan, kecamatan, puskesmas, BKKBN, hingga polsek.

Ia menegaskan, Satgas MBG diharapkan dapat menjaga kondusivitas program, mulai dari pengelolaan menu, higienitas dan sanitasi, penentuan penerima manfaat, hingga keseimbangan gizi.

“Penggunaan bahan baku yang tidak segar menjadi salah satu pemicu munculnya KLB. Oleh karena itu, kualitas pangan yang diberikan kepada penerima manfaat harus benar-benar layak konsumsi,” jelasnya.

Ayep Zaki juga mengingatkan agar setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), dinas, dan unsur Forkopimcam mengacu pada SOP keamanan pangan, meningkatkan sinergi, serta memperkuat edukasi kepada masyarakat.

Selain itu, ia menyoroti persoalan di lapangan terkait menjamurnya dapur baru yang melebihi kuota seharusnya, sehingga berdampak pada distribusi penerima manfaat. Untuk mengatasi hal ini, pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR berencana membangun dapur pemerintah daerah (dapur pemda).

“Dapur pemda ke depan harus menjadi contoh dalam tata kelola pelayanan MBG, baik dari sisi kualitas, higienitas, maupun standar gizi,” ungkap Ayep Zaki.

Di sisi lain, dirinya juga turut prihatin atas musibah keracunan massal di beberapa daerah, khususnya Bandung Barat hingga mencapai ribuan siswa.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Tak Bernyali Berantas Judi Gelper, Kapolda Riau Diminta Evaluasi Jajaran Polres Pelalawan
Anak 16 Tahun di Lebak Diduga Jadi Korban Tindak Pidana Seksual, Polisi Turun Tangan
Bulog Lebak-Pandeglang: Bantuan Pangan Juli dan September Tuntas 100 Presen, Dua Hari Lebih Cepat
Cekcok Berujung Saling Jambak dan Cakar, MS Dilaporkan ke Polsek Kalideres
Konsisten Lakukan Inovasi dan Bangun Sinergi, Bank Banten Raih Radar Banten Award 2026
Anggota DPR Papua Tengah Pertanyakan Transparansi Penertiban Kawasan Hutan di Nabire
Ketua DPRD Kota Serang Turun Tangan Bantu Warga Kasemen yang Butuh Rehabilitasi
Wamena, Papua Muda Progresif Dorong Dialog dan Perlindungan Warga di Tengah Konflik
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:42 WIB

Tak Bernyali Berantas Judi Gelper, Kapolda Riau Diminta Evaluasi Jajaran Polres Pelalawan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Anak 16 Tahun di Lebak Diduga Jadi Korban Tindak Pidana Seksual, Polisi Turun Tangan

Rabu, 30 September 2026 - 11:57 WIB

Cekcok Berujung Saling Jambak dan Cakar, MS Dilaporkan ke Polsek Kalideres

Rabu, 30 September 2026 - 11:22 WIB

Konsisten Lakukan Inovasi dan Bangun Sinergi, Bank Banten Raih Radar Banten Award 2026

Senin, 28 September 2026 - 15:21 WIB

Anggota DPR Papua Tengah Pertanyakan Transparansi Penertiban Kawasan Hutan di Nabire

Berita Terbaru