DLH Lebak Cuek, Himaguna Ancam Kepung Pendopo Bupati

Avatar photo

- Penulis

Jumat, 9 Januari 2026 - 20:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto: HIMAGUNA

i

Keterangan foto: HIMAGUNA

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Lebak – Kemarahan Himpunan Mahasiswa Gunungkencana (Himaguna) memuncak. Setelah menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lebak, massa aksi dibuat geram lantaran tidak satu pun pejabat DLH menemui mereka.

Lebih dari satu jam berorasi di bawah terik matahari, mahasiswa hanya berhadapan dengan pintu tertutup. Sikap DLH yang memilih “bersembunyi” dinilai sebagai bentuk pengabaian terhadap aspirasi masyarakat terkait darurat sampah di Kecamatan Gunungkencana.

Ketua Umum Himaguna, Pahru Roji, menilai ketidakhadiran Kepala DLH dan jajarannya sebagai bukti kegagalan institusi tersebut dalam menangani persoalan lingkungan.

“Satu jam kami berteriak, tidak ada satu pun yang keluar. Ini bukti DLH Lebak diisi oleh mental-mental pengecut yang takut menghadapi kenyataan bahwa kinerja mereka nol besar,” tegas Pahru Roji kepada media ini, Jum’at (9/1/2026).

Himaguna menyoroti kondisi Tempat Penampungan Sampah Sementara (TPSS) di Gunungkencana yang berada di pinggir jalan utama. Keberadaan TPSS tersebut dinilai melanggar prinsip kelayakan lingkungan dan membahayakan kesehatan warga.

Menurut Himaguna, persoalan sampah di Gunungkencana dipicu oleh beberapa faktor utama.

Pertama, pelanggaran kesepakatan (MoU) pengangkutan sampah yang seharusnya dilakukan empat kali dalam sebulan, namun faktanya sampah dibiarkan menumpuk dan membusuk.

Kedua, lokasi TPSS yang tidak layak, karena berada di bahu jalan dan mencemari lingkungan sekitar.

Ketiga, beban berlebih pada desa, di mana TPSS milik desa terpaksa menampung sampah dari berbagai wilayah akibat kegagalan DLH menyediakan fasilitas yang memadai.

Dalam aksi tersebut, Himaguna juga menyampaikan 11 tuntutan kepada DLH Kabupaten Lebak, di antaranya pembangunan TPSS layak sesuai SNI, penyediaan armada pengangkut sampah rutin minimal delapan kali per bulan, penyediaan tong sampah di ruang publik, pembentukan bank sampah di setiap desa se-Kecamatan Gunungkencana, hingga evaluasi total kinerja pegawai DLH.

Merespons sikap DLH yang dinilai abai, Himaguna menyatakan akan mengalihkan sasaran aksi ke Pendopo Kabupaten Lebak dengan jumlah massa yang lebih besar.

“Karena DLH sudah tidak punya telinga, kami akan langsung mengadu ke Bupati. Jangan salahkan kami jika ribuan massa nanti mengepung Pendopo. Kami akan pastikan suara masyarakat Gunungkencana terdengar,” ujar Pahru Roji.

Himaguna mendesak Bupati Lebak untuk segera mengevaluasi kinerja Kepala DLH serta merealisasikan pembangunan TPSS baru yang layak, jauh dari jalan raya, dan dapat diakses seluruh masyarakat Gunungkencana.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Tak Bernyali Berantas Judi Gelper, Kapolda Riau Diminta Evaluasi Jajaran Polres Pelalawan
Anak 16 Tahun di Lebak Diduga Jadi Korban Tindak Pidana Seksual, Polisi Turun Tangan
Bulog Lebak-Pandeglang: Bantuan Pangan Juli dan September Tuntas 100 Presen, Dua Hari Lebih Cepat
Cekcok Berujung Saling Jambak dan Cakar, MS Dilaporkan ke Polsek Kalideres
Konsisten Lakukan Inovasi dan Bangun Sinergi, Bank Banten Raih Radar Banten Award 2026
Anggota DPR Papua Tengah Pertanyakan Transparansi Penertiban Kawasan Hutan di Nabire
Ketua DPRD Kota Serang Turun Tangan Bantu Warga Kasemen yang Butuh Rehabilitasi
Wamena, Papua Muda Progresif Dorong Dialog dan Perlindungan Warga di Tengah Konflik
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:42 WIB

Tak Bernyali Berantas Judi Gelper, Kapolda Riau Diminta Evaluasi Jajaran Polres Pelalawan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Anak 16 Tahun di Lebak Diduga Jadi Korban Tindak Pidana Seksual, Polisi Turun Tangan

Rabu, 30 September 2026 - 11:57 WIB

Cekcok Berujung Saling Jambak dan Cakar, MS Dilaporkan ke Polsek Kalideres

Rabu, 30 September 2026 - 11:22 WIB

Konsisten Lakukan Inovasi dan Bangun Sinergi, Bank Banten Raih Radar Banten Award 2026

Senin, 28 September 2026 - 15:21 WIB

Anggota DPR Papua Tengah Pertanyakan Transparansi Penertiban Kawasan Hutan di Nabire

Berita Terbaru