Warga Wanasalam Laporkan BPN Banten ke Kajati, Ini Penyebabnya

Avatar photo

- Penulis

Minggu, 5 Februari 2023 - 10:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Banten – Beredar adanya surat dikalangan wartawan mengenai kasus pencaplokan ratusan hektare tanah milik tiga warga yang ada di Wanasalam. Ketiga Desa tersebut yaitu Desa, Cipedang, Muara dan Wanasalam, Kecamatan Wanasalam, Lebak, Banten.

Warga dari tiga Desa tersebut melaporkan Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (Kakanwil BPN) Banten, Kepala BPN Lebak, dan PT Panggung yang diduga melakukan pencaplokan ratusan hektare tanah masyarakat ke Kepala Kejaksaaan Tinggi (Kajati) Banten. Persoalan ini juga sebelumnya sempat tayang di beberapa media diantaranya Warta Kota, Tagar.id Banten Pos.

Baca juga : GEMAPATAS di Provinsi Banten, Rudi Rubijaya Sampaikan Makna Anti Cekcok dan Anti Caplok

Berikut isi surat dari tiga desa yang ada di Wanasalam tersebut,

Asallamuallaikum Bapak Pimpinan Kepala Kejaksaan Tinggi (KEJATI) Banten, Terimakasih sebelumnya bapak, izinkan kami masyarakat dari Desa Muara, Desa Cipedang, dan Desa Wanasalam di Kecamatan Wanasalam, Lebak menyampaikan keadaan ratusan hektare tanah-tanah kami yang sudah puluhan tahun diplot menjadi Tanah Hak Guna Usaha (HGU) oleh perusahaan PT PANGGUNG untuk menguasai tanah-tanah kami tanpa ada konpensasi dan jual beli.

Kemudian dari pihak BPN Lebak dan BPN Banten selama puluhan tahun juga membantu pihak perusahaan PT Panggung untuk menguasai tanah-tanah kami tanpa ada perhatian oleh BPN kepada kami sebagai pemilik tanah-tanah warga di tiga desa yang ada di Wanasalam, Lebak.

“Kami sangat memohon kepada bapak pimpinan kepala Kejaksaan Tinggi untuk membantu kami dan melindungi kami secara proses hukum kepada PT Panggung dan yang paling kami harapkan kepada bapak pimpinan Kajati Banten memanggil Kepala BPN Banten dan BPN Lebak agar mempertanggungjawabkan tanah-tanah kami yang diplot puluhan tahun oleh PT Panggung atas Kerjasama dengan pihak BPN merestui dan mengurus terbitnya HGU kepada PT Panggung,” tulis di surat tersebut.

“Terimakasih kasih bapak pimpinan Kajati Banten kami mohon dengan hormat agar masalah persoalan kami diatas, sebagaimana berita yang kami baca saat ini Kejaksaaan Tinggi sudah menangkap salah satu mantan pejabat Kepala BPN Lebak. Mudah-mudahan Kepala BPN yang juga menjabat saat ini dapat mempertanggungjawabkan segala perbuatannya bersama-sama dengan PT Panggung yang menguasai ratusan hectare tanah-tanah kami selama puluhan tahun tanpa ada konpensasi dan jual beli,” lanjut dalam tulisan tersebut.

“Sekali lagi mohon maaf dan terimakasih dari kami masyarakat atas perhatian bapak pimpinan Kajati Banten yang telah menerima surat LAPORAN kami ini, mudah-mudahan bapak pimpinan Kajati Banten segera memanggil Kepala BPN Banten, BPN Lebak dan pihak PT Panggung untuk mereka bersama sama mempertanggungjawabkan status tanah-tanah kami,” tambah dalam tulisan tersebut.

Dalam surat yang dilayangkan ke Kajati Banten juga ditembuskan kepada Kejaksaan Agung RI, Kepala BPN Banten, Gubernur Banten, Kepala BPN Lebak, Bupati Lebak, Camat Wanasalam, Desa Muara, Desa Cipedang dan Desa Wanasalam.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah BPN Banten, Rudy Rubijaya membenarkan tentang adanya persoalan tanah warga dengan PT Panggung. Menurut Rudy, pihaknya sampai sekarang sedang menunggu SK Gugus Tugas yang belum ditandatangani oleh Gubernur Banten.

Selain itu, Rudy juga mengklaim telah melakukan beberapa upaya dalam menyelesaikan persoalan tanah warga Wanasalam yang sempat viral di media sosial. Di akhir penjelasanya, Kepala BPN Banten juga menyarankan rekan wartawan untuk menemui salah satu stafnya pada hari Senin, agar mengetahui lebih jauh mengenai persoalan yang saat ditanganinya.

“Kita lagi menunggu tanda tangan dari Pak Gubernur tentang SK Gugus Tugas dari Gubernur, sampai sekarang belum ada tanda tangan dari beliau,” singkat Ruddy. (Ahmad Firdaus/Red)

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Matahukum Desak Kejaksaan Periksa Proyek Rehabilitasi Jalan Sunan Kalijaga Lebak dan Lakukan Audit Pengerjaan
Pemprov Banten Sosialisasikan Program Ketahanan Pangan di Lebak
Perjalanan 29 Tahun Berorganisasi, Ir Suhiluddin Lubis Terpilih Aklamasi Pimpin PAC Pemuda Pancasila Deli Tua
Jalan Cijinjuk Bertahun-tahun Rusak, Warga Pertanyakan Peran DPRD: “Setiap Hari Lewat, Mengapa Tak Kunjung Diperjuangkan?”
Ketum FBB: Pilpres 2024 Sudah Selesai, Jangan Terus Cari Jalan untuk Memanggung Isu
Tak Bernyali Berantas Judi Gelper, Kapolda Riau Diminta Evaluasi Jajaran Polres Pelalawan
Anak 16 Tahun di Lebak Diduga Jadi Korban Tindak Pidana Seksual, Polisi Turun Tangan
Bulog Lebak-Pandeglang: Bantuan Pangan Juli dan September Tuntas 100 Presen, Dua Hari Lebih Cepat
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 04:44 WIB

Matahukum Desak Kejaksaan Periksa Proyek Rehabilitasi Jalan Sunan Kalijaga Lebak dan Lakukan Audit Pengerjaan

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:31 WIB

Pemprov Banten Sosialisasikan Program Ketahanan Pangan di Lebak

Minggu, 11 Oktober 2026 - 21:12 WIB

Perjalanan 29 Tahun Berorganisasi, Ir Suhiluddin Lubis Terpilih Aklamasi Pimpin PAC Pemuda Pancasila Deli Tua

Kamis, 8 Oktober 2026 - 21:47 WIB

Jalan Cijinjuk Bertahun-tahun Rusak, Warga Pertanyakan Peran DPRD: “Setiap Hari Lewat, Mengapa Tak Kunjung Diperjuangkan?”

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:34 WIB

Ketum FBB: Pilpres 2024 Sudah Selesai, Jangan Terus Cari Jalan untuk Memanggung Isu

Berita Terbaru