Musim Kemarau, Dewan Syura PKB Ajak Masyarakat Salat Istisqo

Avatar photo

- Penulis

Jumat, 22 September 2023 - 20:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto; Wakil Sekretaris Dewan Syuro DPP PKB, KH Maman Imanulhaq, Jumat (22/09/2023).

i

Keterangan foto; Wakil Sekretaris Dewan Syuro DPP PKB, KH Maman Imanulhaq, Jumat (22/09/2023).

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co KUNINGAN-Hujan tak kunjung turun, kemarau melanda berkepanjangan, sampai kekeringan terjadi disana-sini. Bukan hanya tanah pertanian yang mengering, di beberapa tempat malah sampai terjadi kebakaran lahan. Lebih parahnya, masyarakat sampai banyak yang kekurangan air bersih.

Musim kemarau diperkirakan juga masih panjang. Setidaknya dalam perkiraan BMKG, musim hujan baru akan datang pada akhir bulan Oktober ke depan. Di beberapa tempat malah mujim hujan baru datang November mendatang.

Wakil Sekretaris Dewan Syuro DPP PKB, KH Maman Imanulhaq mengajak masyarakat untuk bersama-sama melaksanakan Salat Istisqo atau salat meminta hujan. Kata Kiai Maman, sebagai negara yang berlandaskan ketuhanan, bila negeri tengah ditimpa bencana kekeringan, patutnya warga negara memohon pertolongan dari Tuhan YMK.

“Semoga dengan shalat istisqa ini akan turun rahmat Allah SWTberupa hujan sebagai sumber kehidupan,” kata Kiai Maman kepada media di Kuningan, Jawa Barat, Jumat (22/9).

Apalagi, kata Kiai Maman yang juga merupakan Anggota Komisi VIII DPR RI ini, kemarau yang terjadi berbulan-bulan ini sudah banyak menyusahkan masyarakat, termasuk memicu kenaikan harga pangan, kebakaran hutan, krisis air, sampai polusi udara.

“Kekeringan, sulit air, gagal panen padi. Akibatnya secara ekonomi harga bahan pokok melambung, harga beras sudah merangkak naik, di beberapa wilayah bahkan di dekat ibu kota masyarakat kekurangan air bersih,” tuturnya.

Kiai Maman pun menghimbau aparat daerah dari level desa sampai kabupaten untuk dapat memfasilitasi warga masyarakat dengan mengadakan Salat Istisqo berjamaah yang dipimpin oleh ulama-ulama setempat.

Selain mengajak masyarakat untuk memohon pertolongan kepada Tuhan, Pengasuh Ponpes Al Mizan Jatiwangi, Majalengka, ini juga mendukung usaha pemerintah dalam hal ini BNPB dan BMKG untuk melakukan modifikasi cuaca.

“Dalam kondisi sekarang, saya pikir ada urgensi yang mendesak agar BNPB bersama lembaga lainnya untuk terus membuat hujan buatan tidak hanya di sekitar ibu kota, namun juga di wilayah-wilayah lainnya yang kekeringan,” kata Kiai Maman menutup.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Petisi Palmerah Akan Terus Kawal Isu Legitimasi Akademik Wakil Presiden Gibran
Pemkab Sorong Salurkan Alat Bantu Disabilitas, Kadinsos Amatus Turot: Keterbatasan Fisik Bukan Penghalang untuk Berkarya
Pimpin DPD PAN Raja Ampat, Anggota DPRK Ruben Sauyai Siap Emban Amanah Partai
KAMAKSI: Dua Kurator Koba Tin Ditahan, Kini Usut Aliran Dana dan Tanggung Jawab Perusahaan
 Jerry Massie: Kontroversi Ucapan Seputar LBP Sumut, Ada Kekhawatiran Gangguan Iklim Akademisi
Kapolri Harus Buka Kembali Kasus Payment Gateway Denny Indrayana, Demi Pulihkan Nama Baik Polri
Dukung Prabowo untuk 2029, Pengamat: Golkar Dinilai Sengaja Jaga Ruang Manuver untuk Gibran
 Usai Pecah Rekor Nasional, BULOG Lebak‑Pandeglang Bersyukur dan Berbagi ke Anak Yatim
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:42 WIB

Petisi Palmerah Akan Terus Kawal Isu Legitimasi Akademik Wakil Presiden Gibran

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:19 WIB

Pemkab Sorong Salurkan Alat Bantu Disabilitas, Kadinsos Amatus Turot: Keterbatasan Fisik Bukan Penghalang untuk Berkarya

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:14 WIB

Pimpin DPD PAN Raja Ampat, Anggota DPRK Ruben Sauyai Siap Emban Amanah Partai

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:47 WIB

KAMAKSI: Dua Kurator Koba Tin Ditahan, Kini Usut Aliran Dana dan Tanggung Jawab Perusahaan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 20:39 WIB

 Jerry Massie: Kontroversi Ucapan Seputar LBP Sumut, Ada Kekhawatiran Gangguan Iklim Akademisi

Berita Terbaru