Gerak Nusantara Bersama Wamenperin Suarakan Hilirisasi Perkebunan

Avatar photo

- Penulis

Rabu, 29 Januari 2025 - 13:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dewan Pimpinan Pusat Yayasan Gerak Nusantara Sejahtera bersama Wakil Menteri Perindustrian Republik Indonesia.

i

Dewan Pimpinan Pusat Yayasan Gerak Nusantara Sejahtera bersama Wakil Menteri Perindustrian Republik Indonesia.

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta – Dewan Pimpinan Pusat Yayasan Gerak Nusantara Sejahtera bersama struktur pengurus jaringan di lima provinsi belum lama ini mendatangi kantor Wakil Menteri Perindustrian Republik Indonesia di bilangan Jakarta Selatan pada Kamis, 23 Januari 2025 untuk melakukan pembicaraan awal upaya kerjasama menjalankan program pemerintah hilirisasi di sektor perkebunan dalam seratus hari pertama hingga lima tahun ke depan kerja kabinet pemerintahan Prabowo Gibran.

Tim Gerak Nusantara dipimpin Ketua Umum Revitriyoso Husodo disambut hangat oleh Bapak Faisol Reza, Wamenperin bersama jajarannya. Dalam pertemuan tersebut dibicarakan beberapa langkah strategis dan taktis dalam membangun hilirisasi di sektor perkebunan terutama untuk membangun industri rakyat gula merah berbahan baku limbah kelapa sawit di Pematangsiantar, Sumatera Utara, industri kopi di Jawa, Sumatera, Papua,hasil hutan di Papua Tengah dan madu Odeng dari Baduy.

Dalam kesempatan itu, Bapak Faisol Reza bertindak cepat menjembatani Koperasi Gerak Nusantara Sumut dan pihak PTPN 3 untuk memberi pasokan limbah kelapa sawit sebagai bahan baku. Selain itu, pihak Wamenperin sedang mengupayakan pengadaan alat produksi yang baik agar kuantitas dan kualitas dapat meningkat.

“Untuk meningkatkan produksi akan diupayakan secara gradual mulai dari 2 ton per minggu menuju jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan lokal, dan dalam negeri” kata Wamenperin, Reza.

Ketua Gerak Nusantara Sumut, Torop Sihombing menambahkan, “pasar gula merah sawit sangat besar sebagai substitusi bagi gula merah kelapa aren yang produksinya menurun karena nira aren lebih ekonomis beralih menjadi bahan baku minuman tradisional tuak”.

Sedangkan dalam industri kopi, Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau dan Bahan penyegar, Kemenperin, ibu Merijanti Punguan Pita menyatakan pihaknya akan upayakan kemitraan dan pelatihan bagi para pelaku industri kopi dan pengadaan alat produksi yang mumpuni agar produk kopi Indonesia dapat bersaing di pasar dalam negeri maupun luar negeri.

Hal ini menjawab keluhan dari ketua Koperasi Gerak Nusantara Bekasi, David Nugroho tentang sistem produksi kopi tradisional yang kurang baik, mulai dari Teknik petik merah, penyortiran hingga proses roasting.

Untuk produk perkebunan hasil hutan di Papua Tengah, Ketua Gerak Nusantara Papua Tengah, Yusak Ernes Tebay menyatakan potensi pengembangan produk seperti buah merah, rumah semut, minyak sereh sangat besar namun memerlukaan bantuan untuk packaging dan pemasaran.

Dalam kalimat penutup, Revitriyoso Husodo menyampaikan, “potensi hilirisasi perkebunan tidak hanya menjadi produk ekspor penyumbang devisa negara, namun juga mengurangi ketergantungan impor gula, kopi dan produk obat-obatan, penetrasi pasar dalam negeri serta pemanfaatan limbah industri”.

Dan untuk upaya peningkatan pemasaran, Gerak Nusantara mengajukan kerjasama untuk menggelar rangkaian kegiatan pameran produk berupa Spice Route Expo, di dalam dan di luar negeri. Hal ini akan dibicarakan lebih lanjut pada kesempatan selanjutnya.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Marwan Jafar PKB: Perluasan QRIS Harus Diiringi Penguatan Keamanan dan Perlindungan Konsumen
Bank Banten Raih Penghargaan sebagai Popular Brand Kategori Jasa Keuangan Perbankan Daerah
Tanam Mangrove Tak Lagi Sekadar Aksi Hijau, Bali Dorong Blue Carbon Jadi Aset Ekonomi
Komisi XI Tagih Komitmen BI Dorong Lapangan Kerja dan Ekonomi Daerah
Surat dari Ternate: Lily Masita Tomasoa Memohon Keadilan kepada Jaksa Agung
Ketua PW Fatayat NU Ajak Kader Fatayat Aktif Kampanyekan Pariwisata Anyer dan Majukan Ekonomi Kreatif
Menjaga Samudra Tanpa Sekat: Redesign Kewenangan Bakamla dan Urgensi Single Agency Coast Guard
Mayjen TNI Pujo Widodo Apresiasi Keberpihakan Pemerintah kepada Petani
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 13:10 WIB

Marwan Jafar PKB: Perluasan QRIS Harus Diiringi Penguatan Keamanan dan Perlindungan Konsumen

Rabu, 30 September 2026 - 21:07 WIB

Bank Banten Raih Penghargaan sebagai Popular Brand Kategori Jasa Keuangan Perbankan Daerah

Selasa, 29 September 2026 - 22:04 WIB

Tanam Mangrove Tak Lagi Sekadar Aksi Hijau, Bali Dorong Blue Carbon Jadi Aset Ekonomi

Selasa, 29 September 2026 - 19:57 WIB

Komisi XI Tagih Komitmen BI Dorong Lapangan Kerja dan Ekonomi Daerah

Selasa, 29 September 2026 - 11:40 WIB

Surat dari Ternate: Lily Masita Tomasoa Memohon Keadilan kepada Jaksa Agung

Berita Terbaru