Aktivis Sekaligus Seniman Revitriyoso Apresiasi Keberpihakan Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco terhadap Film Jumbo

Avatar photo

- Penulis

Jumat, 11 April 2025 - 15:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan Foto : Aktivis sekaligus penggiat seni Revitryoso Husodo.

i

Keterangan Foto : Aktivis sekaligus penggiat seni Revitryoso Husodo.

Ikuti kami di Google News

Teraasmedia.co Jakarta – Aktivis sekaligus penggiat seni Revitryoso Husodo mengatakan bahwa film animasi Jumbo karya sutradara Ryan Adriandhy merupakan bukti bahwa Indonesia mampu menghasilkan karya animasi yang berkualitas tinggi.

Menurut penggiat budaya tersebut Jumbo bukan sekadar film anak-anak, melainkan juga simbol dari kekuatan kreatif dan semangat gotong royong anak bangsa karena produksinya melibatkan banyak kreator.

Ditambahkan Revitryoso Husodo aktvis yang juga seniman, dirinya mengapresiasi dan bangga terhadap Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco yang ikut hadir dalam penayangan pertama film jumbo teresebut ini bukti kepedulianya dalam memajukan perfileman dan mendukung ekonomi kreatif.

Apalagi Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad telah mengapresiasi film animasi Jumbo yang telah berhasil menarik perhatian lebih dari 1.606.462 penonton dalam tujuh hari sejak penayangan perdananya pada Selasa, 31 Maret 2025. Dasco mengajak masyarakat untuk terus mendukung industri perfilman Tanah Air, suksesnya film jumbo ini tidak lepas dari dukukungan pemerintah prabowo-Gibran khusnya Wakil ketua DPR RI Sufmi Dasco yang sudah mendukung perfilman indonesia.

Keberhasilan ini tidak hanya mencerminkan antusiasme penonton domestik, tetapi juga membuka peluang bagi Jumbo untuk merambah pasar internasional. Film ini dijadwalkan tayang di 17 negara, termasuk 12 negara di Eropa, serta Turki, Mongolia, dan Rusia. Langkah ini menunjukkan bahwa karya anak bangsa mampu bersaing dan diterima di kancah global.

Lebih dari sekadar hiburan, Jumbo menunjukkan bahwa sebuah karya besar lahir dari proses panjang, kolaborasi solid, dan dedikasi tinggi dari seluruh elemen yang terlibat. Kesuksesan film ini menjadi pengingat bahwa di balik layar lebar yang menghibur, ada tetesan keringat, jam-jam panjang tanpa lelah, dan ketekunan yang mungkin jarang terlihat namun sangat layak dihargai.

Sejak awal, Jumbo bukan sekadar proyek hiburan. Film ini lahir dari gagasan besar tentang bagaimana cerita lokal bisa tampil megah tanpa kehilangan akar budaya. Visi inilah yang menjadi panduan utama seluruh proses kreatif, mulai dari penulisan naskah, desain karakter, hingga penyusunan adegan-adegan ikonik.

“Proses produksinya yang memakan waktu hingga 5 tahun, dengan melibatkan ratusan kreator dari Sabang sampai Merauke, menunjukkan bahwa Indonesia punya kapasitas luar biasa dalam menghasilkan karya animasi yang berkualitas tinggi dan siap bersaing dengan film animasi global,” diungkpan revi.

Jumbo yang telah ditonton oleh lebih dari satu juta penonton. Menurut dia, keberhasilan tersebut merupakan kebanggaan nasional dan tonggak penting industri perfilman kreatif dalam negeri.

Jumbo mencerminkan potensi industri perfilman kreatif Indonesia yang berkembang pesat. Di sisi lain,sinergisitas para kreator lokal yang berasal dari berbagai daerah memperlihatkan semangat kolaborasi dan dedikasi dalam membangun kualitas konten.

“Ini adalah bukti nyata bahwa talenta anak-anak muda Indonesia luar biasa cerdas dan pintar. Mereka tidak hanya mampu membuat karya untuk konsumsi lokal, tapi juga punya daya saing di tingkat internasional,” katanya.

Dikatakan revi, antusiasme penonton yang tidak hanya dari kalangan anak-anak, tetapi juga dewasa menjadi tanda bahwa karya animasi Indonesia dapat menghibur sekaligus menghadirkan kedalaman cerita dan kualitas visual yang memikat.

“Setelah saya menonton langsung, Jumbo adalah cerminan dari dedikasi dan semangat kegotongroyongan. Ini bukti bahwa ketika anak bangsa bersatu dan bekerja sama dengan visi yang sama, hasilnya bisa luar biasa. Film ini bukan hanya sukses di pasar, tapi juga sukses mengangkat derajat industri kreatif lokal,” tuturnya.

Untuk itu, dia berharap kesuksesan Jumbo dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda dan para kreator film di Tanah Air untuk terus berkarya dan membawa nama Indonesia ke panggung dunia.

“Ini saatnya kita bangga dengan karya sendiri. Jumbo adalah contoh bahwa anak bangsa bisa jadi pemain utama di negeri sendiri, bahkan dunia,” jelas revi.

Dipersembahkan oleh rumah produksi Visinema, film animasi Jumbo berkisah tentang anak bernama Don, diisi suara oleh Prince Poetiray dan Den Bagus Sasono, yang kerap merasa diremehkan teman-temannya.

Film yang digarap Ryan Adriandhy bersama sekitar 420 kreator Indonesia selama lima tahun ini berhasil menarik total satu juta penonton pada Minggu (6/4) atau tujuh hari sejak penayangan perdananya pada 31 Maret 2025.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Petisi Palmerah Akan Terus Kawal Isu Legitimasi Akademik Wakil Presiden Gibran
Pemkab Sorong Salurkan Alat Bantu Disabilitas, Kadinsos Amatus Turot: Keterbatasan Fisik Bukan Penghalang untuk Berkarya
Pimpin DPD PAN Raja Ampat, Anggota DPRK Ruben Sauyai Siap Emban Amanah Partai
KAMAKSI: Dua Kurator Koba Tin Ditahan, Kini Usut Aliran Dana dan Tanggung Jawab Perusahaan
 Jerry Massie: Kontroversi Ucapan Seputar LBP Sumut, Ada Kekhawatiran Gangguan Iklim Akademisi
Kapolri Harus Buka Kembali Kasus Payment Gateway Denny Indrayana, Demi Pulihkan Nama Baik Polri
Dukung Prabowo untuk 2029, Pengamat: Golkar Dinilai Sengaja Jaga Ruang Manuver untuk Gibran
 Usai Pecah Rekor Nasional, BULOG Lebak‑Pandeglang Bersyukur dan Berbagi ke Anak Yatim
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:42 WIB

Petisi Palmerah Akan Terus Kawal Isu Legitimasi Akademik Wakil Presiden Gibran

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:19 WIB

Pemkab Sorong Salurkan Alat Bantu Disabilitas, Kadinsos Amatus Turot: Keterbatasan Fisik Bukan Penghalang untuk Berkarya

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:14 WIB

Pimpin DPD PAN Raja Ampat, Anggota DPRK Ruben Sauyai Siap Emban Amanah Partai

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:47 WIB

KAMAKSI: Dua Kurator Koba Tin Ditahan, Kini Usut Aliran Dana dan Tanggung Jawab Perusahaan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 20:39 WIB

 Jerry Massie: Kontroversi Ucapan Seputar LBP Sumut, Ada Kekhawatiran Gangguan Iklim Akademisi

Berita Terbaru