Pandeglang Dikepung Jalan Rusak, Ketua Gerak 08 Banten Soroti Kepemimpinan Dewi-Iing

Avatar photo

- Penulis

Jumat, 13 Juni 2025 - 02:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani dan Wakil Bupati Iing Andri Supriadi 13 Juni 2025.

i

Foto Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani dan Wakil Bupati Iing Andri Supriadi 13 Juni 2025.

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Pandeglang — Ketua Gerakan Ekonomi Kreatif (Gerak) 08 Banten, Mohamad Rohim, menyoroti buruknya kondisi infrastruktur jalan di Kabupaten Pandeglang. Menurutnya, hingga saat ini belum ada perubahan yang signifikan di bawah kepemimpinan Bupati Raden Dewi Setiani dan Wakil Bupati Iing Andri Supriadi.

“Belum ada perubahan yang mencolok. Yang lebih parah, saat kami berdiskusi dengan anggota DPRD Pandeglang, mereka sendiri mengaku bingung. Pemerintah daerah (Pemda) menyebut tidak memiliki anggaran,” kata Rohim, Kamis (12/6/2025).

Menurutnya, situasi ini menjadi aneh karena DPRD sebagai lembaga pengawas justru terlihat takut untuk bersuara. “Bagaimana Pandeglang mau maju kalau DPRD-nya sendiri takut berbicara? Lebih parah lagi, ada yang mengaku tidak tahu ke mana aliran anggaran,” tegasnya.

Keluhan senada datang dari salah satu anggota DPRD Pandeglang yang enggan disebutkan namanya. Ia mengungkapkan, hampir di seluruh wilayah Pandeglang, kondisi jalan berlubang dan rusak parah. Karena tak kunjung diperbaiki, masyarakat terpaksa bergotong royong memperbaiki jalan secara swadaya.

“Ampun, Pemda nggak punya solusi. Masa warga yang harus swadaya terus? Capek mendorong masyarakat swadaya. Kalau viral, malah bukan dibantu, cuma diapresiasi doang. Saya malu lihat warga harus swadaya terus, ini sudah darurat,” ungkapnya.

Keluhan masyarakat ini semakin diperparah dengan pernyataan Pemda yang selalu menjawab bahwa anggaran belum tersedia untuk pembangunan jalan.

“Jawabannya selalu, ‘belum ada uang’, padahal ini kebutuhan dasar masyarakat. Jalan rusak di Pandeglang sudah jadi pemandangan biasa. Tidak aneh lagi,” tambah Rohim.

Program unggulan yang sempat digaungkan Pemda seperti Jakamantul juga dinilai hanya sebatas slogan tanpa realisasi nyata. “Program hanya gaung di media saja. Faktanya, Pandeglang masih dikepung jalan rusak,” tutupnya.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Marwan Jafar PKB: Perluasan QRIS Harus Diiringi Penguatan Keamanan dan Perlindungan Konsumen
Bank Banten Raih Penghargaan sebagai Popular Brand Kategori Jasa Keuangan Perbankan Daerah
Tanam Mangrove Tak Lagi Sekadar Aksi Hijau, Bali Dorong Blue Carbon Jadi Aset Ekonomi
Komisi XI Tagih Komitmen BI Dorong Lapangan Kerja dan Ekonomi Daerah
Surat dari Ternate: Lily Masita Tomasoa Memohon Keadilan kepada Jaksa Agung
Ketua PW Fatayat NU Ajak Kader Fatayat Aktif Kampanyekan Pariwisata Anyer dan Majukan Ekonomi Kreatif
Menjaga Samudra Tanpa Sekat: Redesign Kewenangan Bakamla dan Urgensi Single Agency Coast Guard
Mayjen TNI Pujo Widodo Apresiasi Keberpihakan Pemerintah kepada Petani
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 13:10 WIB

Marwan Jafar PKB: Perluasan QRIS Harus Diiringi Penguatan Keamanan dan Perlindungan Konsumen

Rabu, 30 September 2026 - 21:07 WIB

Bank Banten Raih Penghargaan sebagai Popular Brand Kategori Jasa Keuangan Perbankan Daerah

Selasa, 29 September 2026 - 22:04 WIB

Tanam Mangrove Tak Lagi Sekadar Aksi Hijau, Bali Dorong Blue Carbon Jadi Aset Ekonomi

Selasa, 29 September 2026 - 19:57 WIB

Komisi XI Tagih Komitmen BI Dorong Lapangan Kerja dan Ekonomi Daerah

Selasa, 29 September 2026 - 11:40 WIB

Surat dari Ternate: Lily Masita Tomasoa Memohon Keadilan kepada Jaksa Agung

Berita Terbaru