Ilham Permana Dukung Tambahan Anggaran TVRI-RRI, tapi Beri Catatan Kritis

Avatar photo

- Penulis

Jumat, 11 Juli 2025 - 10:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foro Ilham Permana Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi Golkar dari Daerah Pemilihan Jawa Barat 10 Juli 2026.

i

Foro Ilham Permana Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi Golkar dari Daerah Pemilihan Jawa Barat 10 Juli 2026.

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta – Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi Golkar dari Daerah Pemilihan Jawa Barat, Ilham Permana, memberikan sejumlah catatan penting dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VII DPR RI dengan Direktur Utama LPP TVRI, RRI, dan LKBN Antara. Rapat tersebut membahas Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian dan Lembaga (RKAKL) serta Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahun 2026.

Dalam pernyataannya, Ilham menyampaikan dukungan terhadap usulan tambahan anggaran untuk TVRI dan RRI, namun menyoroti ketimpangan alokasi antara program manajerial dan penyiaran publik, di Komplek DPR RI  (10/7/2026).

“Prinsipnya, kami menyetujui tambahan anggaran yang diajukan. Namun, ada ketimpangan signifikan dalam alokasi program. Di RRI, manajemen menyerap 98% anggaran, sementara program penyiaran publik hanya 2%. Di TVRI, program dukungan manajemen mencapai 63%, sementara penyiaran publik hanya 37%,” ujar Ilham.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa orientasi anggaran belum sepenuhnya mencerminkan fungsi utama sebagai lembaga penyiaran publik. Ia menekankan bahwa program inti (core business) penyiaran seharusnya mendapat porsi anggaran yang lebih signifikan dibanding manajemen internal.

“Kalau anggaran lebih besar untuk manajemen ketimbang program inti, itu berarti tidak presisi dan tidak objektif. Harus dikoreksi. Kami ingin rasionalitas dalam setiap usulan anggaran,” tambahnya.

Ilham juga menyoroti LKBN Antara, khususnya terkait dana Public Service Obligation (PSO) yang mencapai 100%, namun ditemukan sebanyak 26.637 berita tidak lolos verifikasi.

“Kalau PSO sudah 100%, kenapa masih ada ribuan berita tidak lolos verifikasi? Ini anggaran publik, maka output-nya harus valid dan layak konsumsi masyarakat,” tegasnya.

Menutup pernyataannya, Ilham berharap lembaga-lembaga penyiaran tersebut melakukan evaluasi internal agar anggaran yang diberikan mampu memberikan manfaat nyata dan berkualitas bagi publik.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Ketua PW Fatayat NU Ajak Kader Fatayat Aktif Kampanyekan Pariwisata Anyer dan Majukan Ekonomi Kreatif
Menjaga Samudra Tanpa Sekat: Redesign Kewenangan Bakamla dan Urgensi Single Agency Coast Guard
Mayjen TNI Pujo Widodo Apresiasi Keberpihakan Pemerintah kepada Petani
Bukan Hanya Cibinong, Mangihut Sinaga Khawatir Praktik Serupa Menjalar ke Seluruh Lapas
Kabel Menjuntai Sebabkan Kecelakaan di Kampung Grojog, Ini Tanggapan TelkomGroup
Dede Yusuf: Ombudsman Tak Boleh Dihalangi, Tugasnya Mengawasi Pelayanan Publik
Praktisi Pendidikan Apresiasi Komitmen Presiden Prabowo Terkait Pendidikan Gratis hingga Perguruan Tinggi
Dukungan Penuh 27 Kab/Kota, Anton Suratto Terima SK Langsung dari DPP Demokrat
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 03:50 WIB

Ketua PW Fatayat NU Ajak Kader Fatayat Aktif Kampanyekan Pariwisata Anyer dan Majukan Ekonomi Kreatif

Sabtu, 26 September 2026 - 13:45 WIB

Mayjen TNI Pujo Widodo Apresiasi Keberpihakan Pemerintah kepada Petani

Jumat, 25 September 2026 - 15:09 WIB

Bukan Hanya Cibinong, Mangihut Sinaga Khawatir Praktik Serupa Menjalar ke Seluruh Lapas

Jumat, 25 September 2026 - 14:44 WIB

Kabel Menjuntai Sebabkan Kecelakaan di Kampung Grojog, Ini Tanggapan TelkomGroup

Jumat, 25 September 2026 - 09:22 WIB

Dede Yusuf: Ombudsman Tak Boleh Dihalangi, Tugasnya Mengawasi Pelayanan Publik

Berita Terbaru