Alami Kesulitan Sepanjang 2022, Begini Harapan Nelayan Indonesia di 2023

Avatar photo

- Penulis

Minggu, 1 Januari 2023 - 10:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta – Kehidupan Nelayan mengalami kesulitan sepanjang Tahun 2022. Banyak kondisi dan kebijakan yang sangat mendera. Nelayan pun menyuarakan harapannya di Tahun Baru 2023.

Nelayan berharap, kehidupan lebih baik dengan kebijakan-kebijakan pro nelayan akan terus dilakukan di tahun 2023.

Ketua Hubungan Antar Lembaga Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI), Siswaryudi Heru, menyampaikan, sudahilah situasi dan kebijakan yang tidak pro masyarakat kecil, seperti nelayan.

“Kebijakan atau regulasi, jangan cucuk, cabut-cabut, berubah-berubah, yang juga membuat Pelaku Usaha kesulitan membuat setting bisnis dan membuat planning berantakan,” tutur Siswaryudi Heru, kepada wartawan, di Tahun Baru 2023, Minggu (01/01/2023).

Baca juga : HARUS DIPECAT…!Oknum TNI di Bangka Barat Diduga Aniaya Nelayan

Kemudian, lanjut Siswaryudi Heru yang juga Ketua Perikanan Dewan Ekonomi Indonesia Timur (DEIT), nelayan Indonesia membutuhkan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) yang stabil, sehingga diharapkan bisa memutar roda perekonomian.

“Subsidi BBM kepada nelayan hingga 60 Gross Ton, dan jaminan suplai BBM, sangat dibutuhkan untuk memutar roda perekonomian yang sedang terseok-seok,” lanjut Siswaryudi Heru.

Saat ini, dikatakan Siswaryudi Heru yang juga merupakan Wakil Ketua Komite Tetap Perdagangan Kamar Dagang Dan Industri Indonesia (Wakomtap Perdag KADIN), di kalangan nelayan kecil, ketersediaan solar sangat minim, dan sulit diperoleh.

“Saat ini, solar mahal. Sehingga, operasional sangat tinggi,” ujarnya.

Siswaryudi Heru juga meminta agar Tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak (BNPB) hendaknya dibuat maksimal 3 persen saja. Sebab, jika tarif PNBP lebih tinggi lagi, akan berimbas pada biaya operasional dan penghasilan nelayan yang terus berkurang sangat drastis.

“Jadi, tarif PNBP sebaiknya maksimal 3 persen dari hasil tangkapan kotor,” pinta Siswaryudi Heru.

Dia juga berharap, Pemerintah bisa membantu nelayan dengan tidak membiarkan harga patokan ikan mengikuti mekanisme pasar. Sebab, jika mengikuti mekanisme pasar, pastinya nelayan akan terus menerus menjadi obyek yang sangat dirugikan.

“Dan dalam menentukan harga patokan ikan, jangan dipatok harus mengikuti mekanisme pasar,” harap Siswaryudi Heru.

Dengan harapan-harapan nelayan yang disampaikannya itu, Siswaryudi Heru, juga meminta agar Pemerintah tetap memperhatikan kebijakan-kebijakan yang pro nelayan di sepanjang tahun 2023 ini.

“Itulah harapan-harapan kami para nelayan, kiranya di tahun baru ini, di tahun 2023 ini, kondisi kehidupan nelayan Indonesia, terutama nelayan kecil, kiranya bisa bangkit dan semakin berkonstribusi positif bagi kebangkitan perekonomian Nasional kita,” tandas Siswaryudi Heru. (Deni)

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Tanam Mangrove Tak Lagi Sekadar Aksi Hijau, Bali Dorong Blue Carbon Jadi Aset Ekonomi
Komisi XI Tagih Komitmen BI Dorong Lapangan Kerja dan Ekonomi Daerah
Surat dari Ternate: Lily Masita Tomasoa Memohon Keadilan kepada Jaksa Agung
Ketua PW Fatayat NU Ajak Kader Fatayat Aktif Kampanyekan Pariwisata Anyer dan Majukan Ekonomi Kreatif
Menjaga Samudra Tanpa Sekat: Redesign Kewenangan Bakamla dan Urgensi Single Agency Coast Guard
Mayjen TNI Pujo Widodo Apresiasi Keberpihakan Pemerintah kepada Petani
Bukan Hanya Cibinong, Mangihut Sinaga Khawatir Praktik Serupa Menjalar ke Seluruh Lapas
Kabel Menjuntai Sebabkan Kecelakaan di Kampung Grojog, Ini Tanggapan TelkomGroup
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 22:04 WIB

Tanam Mangrove Tak Lagi Sekadar Aksi Hijau, Bali Dorong Blue Carbon Jadi Aset Ekonomi

Selasa, 29 September 2026 - 19:57 WIB

Komisi XI Tagih Komitmen BI Dorong Lapangan Kerja dan Ekonomi Daerah

Selasa, 29 September 2026 - 11:40 WIB

Surat dari Ternate: Lily Masita Tomasoa Memohon Keadilan kepada Jaksa Agung

Senin, 28 September 2026 - 03:50 WIB

Ketua PW Fatayat NU Ajak Kader Fatayat Aktif Kampanyekan Pariwisata Anyer dan Majukan Ekonomi Kreatif

Minggu, 27 September 2026 - 06:11 WIB

Menjaga Samudra Tanpa Sekat: Redesign Kewenangan Bakamla dan Urgensi Single Agency Coast Guard

Berita Terbaru

Gerakan Aksi Anti Korupsi Nasional (GAANAS) melontarkan kritik terhadap pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA),

Hukum dan Kriminal

GAANAS Soroti Pokir DPRA Rp1 Triliun, KPK Didesak Telusuri Rantai Anggaran

Selasa, 29 Sep 2026 - 23:33 WIB