Rakyat Banten Diminta Turun Bergerak, Jangan Bebankan Perjuangan Hanya kepada Mahasiswa

Avatar photo

- Penulis

Senin, 15 Juni 2026 - 00:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ikuti kami di Google News

Banten – Tokoh muda Banten, Udin, mengajak masyarakat untuk ikut bergerak mendukung mahasiswa yang tengah menyuarakan berbagai persoalan rakyat. Seruan tersebut disampaikannya kepada wartawan di kawasan Jalan Kompleks Masjid Agung Banten, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, pada Minggu, 14 Juni 2026.

Menurut Udin, rakyat kembali menjadi korban berbagai kebijakan yang dinilai tidak berpihak kepada kepentingan masyarakat kecil. Di tengah kesulitan ekonomi yang semakin dirasakan, ia menilai banyak pihak yang dahulu dikenal sebagai aktivis kini justru menjadi bagian dari kekuasaan.

Rakyat Banten Diminta Turun Bergerak, Jangan Bebankan Perjuangan Hanya kepada Mahasiswa I Teras Media
“Saat banyak aktivis menduduki jabatan komisaris BUMN dan posisi strategis lainnya, sebagian justru berubah menjadi pembela kekuasaan. Mereka yang dahulu berbicara tentang kesejahteraan rakyat, nasib buruh, petani, nelayan, dan kaum miskin kota, kini lebih sering menjadi juru bicara rezim,” ujar Udin.

Ia menegaskan bahwa kondisi rakyat saat ini jauh dari kata sejahtera. Harga kebutuhan hidup terus meningkat, lapangan pekerjaan sulit diperoleh, infrastruktur di berbagai daerah masih memprihatinkan, sementara elite politik dinilai lebih sibuk membangun narasi daripada menghadirkan solusi nyata.

“Hari ini rakyat sedang menangis. Ekonomi sulit, harga BBM naik, lapangan kerja susah, infrastruktur masih rusak. Namun yang sering terdengar justru pernyataan-pernyataan elite yang semakin menyakitkan hati rakyat,” katanya.

Udin juga menyoroti kondisi demokrasi yang menurutnya semakin mengkhawatirkan. Kritik terhadap pemerintah, kata dia, kerap dianggap sebagai ancaman. Sejumlah aktivis disebut mengalami intimidasi, media mendapat tekanan, bahkan muncul berbagai bentuk teror, termasuk pengiriman paket COD yang mencurigakan.

“Kritik tidak boleh diposisikan sebagai musuh negara. Demokrasi yang sehat membutuhkan ruang kritik yang bebas tanpa intimidasi dan tekanan,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menilai kekayaan alam Indonesia yang melimpah belum memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat. Menurutnya, sumber daya yang dimiliki bangsa ini lebih banyak dinikmati oleh kelompok elite dibandingkan rakyat luas.

“Indonesia adalah negara yang sangat kaya, tetapi kekayaan itu lebih banyak dinikmati oleh para petinggi. Rakyat hanya dijadikan slogan politik atas nama kepentingan rakyat, sementara yang diutamakan justru keluarga, kelompok, dan lingkaran kekuasaan,” ujarnya.

Udin mengingatkan bahwa menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dapat menjadi ancaman serius apabila aspirasi rakyat terus diabaikan.

“Ketika rakyat sudah kehilangan kepercayaan, itu menjadi bom waktu sosial dan politik. Jika suara-suara kecil terus tidak didengar, maka rakyat akan mencari jalannya sendiri untuk bersatu dan menyuarakan tuntutannya,” kata Udin.

Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat Banten untuk memberikan dukungan kepada mahasiswa yang saat ini berada di garis depan dalam menyuarakan berbagai persoalan rakyat.

“Mahasiswa tidak boleh dibiarkan berjuang sendirian. Sudah saatnya warga Banten ikut bergerak dan bersatu membela perjuangan yang menyangkut kepentingan rakyat banyak. Ketika keadilan tidak lagi berpihak kepada rakyat, maka persatuan rakyat menjadi kekuatan yang tidak bisa diabaikan,” pungkasnya.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Tarian Bogor Istimewa Tampil di Istana Negara Dalam Acara Kawal Istana
Tiang Telepon di Batur Jaya Dipertanyakan, Rohim Desak APH Investigasi Program dan Perizinannya
Didampingi Camel Petir, Anggota DPR RI Tommy Kurniawan Ikut Berbagi Bersama Tim PJBW di Raden Saleh Jakarta Pusat
DPD GMPK DKI Bagikan 10.000 Masker dan 700 Nasi Kotak
Jerry Massie: Hukum Tak Boleh Tunduk pada Siapapun, Jokowi Wajib Hadir di Persidangan
KOSMAK Lapor Dugaan Korupsi Porang Sidrap Rp26 Miliar ke Kortas Tipidkor Polri
Cegah Rekening Ganda, Marwan Jafar Minta Program 200 Juta Rekening Gratis Prioritaskan Warga Unbanked
Hadapi Kemarau, Arif Rahman Bantu Warga Baduy dengan Sembako dan 14 RTLH
Berita ini 42 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 22:25 WIB

Tarian Bogor Istimewa Tampil di Istana Negara Dalam Acara Kawal Istana

Sabtu, 12 September 2026 - 15:19 WIB

Tiang Telepon di Batur Jaya Dipertanyakan, Rohim Desak APH Investigasi Program dan Perizinannya

Sabtu, 12 September 2026 - 08:37 WIB

Didampingi Camel Petir, Anggota DPR RI Tommy Kurniawan Ikut Berbagi Bersama Tim PJBW di Raden Saleh Jakarta Pusat

Jumat, 11 September 2026 - 21:24 WIB

Jerry Massie: Hukum Tak Boleh Tunduk pada Siapapun, Jokowi Wajib Hadir di Persidangan

Jumat, 11 September 2026 - 13:46 WIB

KOSMAK Lapor Dugaan Korupsi Porang Sidrap Rp26 Miliar ke Kortas Tipidkor Polri

Berita Terbaru