Tanam Mangrove Tak Lagi Sekadar Aksi Hijau, Bali Dorong Blue Carbon Jadi Aset Ekonomi

Avatar photo

- Penulis

Selasa, 29 September 2026 - 22:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menanam mangrove bukan lagi sekadar aksi penghijauan.

i

Menanam mangrove bukan lagi sekadar aksi penghijauan.

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Bali — Menanam mangrove bukan lagi sekadar aksi penghijauan. Di Bali, upaya menjaga ekosistem pesisir mulai diarahkan menjadi bagian dari ekonomi rendah karbon melalui pengembangan blue carbon.

Pesan tersebut mengemuka dalam Bali World of Care – Leadership Mangrove Planting Programme di Arboretum Mangrove Park, Bali, Selasa (29/9/2026).

Kegiatan ini mempertemukan pemerintah, dunia usaha, investor, komunitas Mangrove Ranger, serta pegiat lingkungan untuk mendorong aksi konservasi yang tidak berhenti pada penanaman, tetapi berlanjut pada pemeliharaan, pemantauan, pengukuran karbon, dan pengembangan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Direktur Eksekutif Diaspora Carbon Action, Cindy Nattaya, mengatakan mangrove memiliki nilai yang jauh lebih besar ketika ekosistemnya dijaga dan dikelola secara berkelanjutan.

“Menanam mangrove bukan hanya tentang menambah jumlah pohon. Kita harus memastikan mangrove tumbuh, terjaga, terukur, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Cindy.

Ia menilai blue carbon dapat menjadi jembatan antara konservasi dan ekonomi.

“Blue carbon membuka jembatan antara konservasi dan nilai ekonomi, asalkan dibangun dengan pengukuran, pemantauan, dan tata kelola karbon yang kredibel,” katanya.

Mangrove memiliki kemampuan menyerap dan menyimpan karbon sekaligus melindungi garis pantai dan mendukung keanekaragaman hayati. Dengan pengelolaan yang tepat, ekosistem tersebut dapat menjadi bagian dari solusi perubahan iklim sekaligus membuka peluang pembiayaan dan investasi hijau.

Dari Bali untuk Indonesia

Bali World of Care juga menekankan pentingnya kolaborasi. Pemerintah berperan dalam kebijakan dan perlindungan kawasan, komunitas menjaga aksi di lapangan, sementara dunia usaha dan investor dapat mendukung pembiayaan serta pengembangan program berkelanjutan.

Komunitas Mangrove Ranger menjadi bagian dari keterlibatan masyarakat dalam menjaga ekosistem mangrove secara berkelanjutan. Sementara PT Ceria Nugraha Indotama (Ceria Corp) turut terlibat sebagai bagian dari keterlibatan dunia usaha dalam agenda keberlanjutan.

Menurut Cindy, model kolaborasi seperti ini dapat dikembangkan lebih luas.

“Bali bisa menjadi titik awal. Dari Bali, kita ingin membangun kolaborasi yang bergerak ke seluruh Indonesia dan terhubung dengan dunia,” ujarnya.

Melalui Bali World of Care, konservasi mangrove diarahkan menjadi gerakan jangka panjang yang menghubungkan lingkungan, masyarakat, investasi, teknologi, dan ekonomi rendah karbon.

Karena pada akhirnya, menanam mangrove hari ini bukan hanya menanam pohon, tetapi menanam nilai untuk masa depan.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Komisi XI Tagih Komitmen BI Dorong Lapangan Kerja dan Ekonomi Daerah
Surat dari Ternate: Lily Masita Tomasoa Memohon Keadilan kepada Jaksa Agung
Ketua PW Fatayat NU Ajak Kader Fatayat Aktif Kampanyekan Pariwisata Anyer dan Majukan Ekonomi Kreatif
Menjaga Samudra Tanpa Sekat: Redesign Kewenangan Bakamla dan Urgensi Single Agency Coast Guard
Mayjen TNI Pujo Widodo Apresiasi Keberpihakan Pemerintah kepada Petani
Bukan Hanya Cibinong, Mangihut Sinaga Khawatir Praktik Serupa Menjalar ke Seluruh Lapas
Kabel Menjuntai Sebabkan Kecelakaan di Kampung Grojog, Ini Tanggapan TelkomGroup
Dede Yusuf: Ombudsman Tak Boleh Dihalangi, Tugasnya Mengawasi Pelayanan Publik
Berita ini 7 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 22:04 WIB

Tanam Mangrove Tak Lagi Sekadar Aksi Hijau, Bali Dorong Blue Carbon Jadi Aset Ekonomi

Selasa, 29 September 2026 - 19:57 WIB

Komisi XI Tagih Komitmen BI Dorong Lapangan Kerja dan Ekonomi Daerah

Selasa, 29 September 2026 - 11:40 WIB

Surat dari Ternate: Lily Masita Tomasoa Memohon Keadilan kepada Jaksa Agung

Minggu, 27 September 2026 - 06:11 WIB

Menjaga Samudra Tanpa Sekat: Redesign Kewenangan Bakamla dan Urgensi Single Agency Coast Guard

Sabtu, 26 September 2026 - 13:45 WIB

Mayjen TNI Pujo Widodo Apresiasi Keberpihakan Pemerintah kepada Petani

Berita Terbaru