Ombudsman Jakarta Raya Dukung Penindakan ODOL: Teknologi ETLE Bergerak Langkah Tepat

Avatar photo

- Penulis

Jumat, 2 Oktober 2026 - 21:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kakorlantas Polri Irjen Pol Wibowo

i

Kakorlantas Polri Irjen Pol Wibowo

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta — Langkah Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menindak kendaraan berdimensi dan bermuatan berlebih atau ODOL melalui kendaraan penegakan hukum bergerak yang terintegrasi sistem ETLE mendapat apresiasi dari Kepala Ombudsman Jakarta Raya, Dedy Irsan .

Kakorlantas Polri Irjen Pol Wibowo baru saja memeriksa kesiapan alat material khusus (almatsus) berupa lima unit kendaraan dinas yang akan beroperasi mulai tahun 2027. Satu unit dipakai Korlantas Polri, sementara empat lainnya didistribusikan ke Polda Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali wilayah dengan potensi pelanggaran tertinggi.

Kendaraan tersebut dilengkapi teknologi canggih, mulai dari kamera ANPR, sistem penimbangan otomatis Weight in Motion (WIM), hingga kamera pemantau dimensi kendaraan seluruhnya terhubung langsung dengan ETLE Nasional, sehingga proses pemeriksaan hingga penindakan berlangsung cepat, akurat, dan bukti dapat dipertanggungjawabkan .

Dedy Irsan menilai inovasi ini bukan sekadar perbaikan sistem pengawasan, melainkan jawaban nyata atas keluhan masyarakat terhadap kerusakan jalan yang terjadi terus-menerus serta tingginya angka kecelakaan yang melibatkan truk ODOL .

“Saya sangat mengapresiasi langkah Korlantas Polri. Penindakan yang dilakukan secara diam, terintegrasi, dan berbasis data ini jauh lebih adil dan transparan dibandingkan pemeriksaan statis yang mudah dimainkan. Ini bentuk pelayanan publik yang menjaga kepentingan semua pihak,” kata Dedy Irsan, Senin (1/10/2026)

Ia juga menegaskan bahwa keberadaan sistem ini sekaligus menjawab keluhan para pengusaha angkutan yang selama ini menuntut kesetaraan aturan. Dengan teknologi yang mencatat segala sesuatu secara terbuka, tidak ada lagi ruang untuk pungli atau penegakan yang tidak merata.

Irjen Pol Wibowo menyatakan penindakan ODOL bukan semata soal pelanggaran lalu lintas. Kendaraan berlebih muatan merusak infrastruktur miliaran rupiah dan membahayakan nyawa pengguna jalan. Targetnya jelas: Zero ODOL 2027 .

Dedy Irsan berharap seluruh pemangku kepentingan mulai pengusaha, asosiasi, hingga pengemudi menyambut baik upaya ini. Ombudsman pun akan memantau pelaksanaannya agar berjalan konsisten dan tidak kembali lemah di tengah jalan.

“Jangan sampai teknologi canggih ini hanya pameran semata. Yang kami jaga adalah konsistensi penegakannya. Rakyat menanti jalan yang aman dan awet,” tutupnya.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Kapolri Harus Buka Kembali Kasus Payment Gateway Denny Indrayana, Demi Pulihkan Nama Baik Polri
Dukung Prabowo untuk 2029, Pengamat: Golkar Dinilai Sengaja Jaga Ruang Manuver untuk Gibran
 Usai Pecah Rekor Nasional, BULOG Lebak‑Pandeglang Bersyukur dan Berbagi ke Anak Yatim
Arif Rahman: Ikan Bermutu, Kunci Generasi Pandeglang Lebih Cerdas
Dave Laksono: Modernisasi Alutsista Tak Cukup, SDM Harus Siap Mengoperasikan
Marwan Jafar PKB: Standar Kewajaran LPS Harus Terukur dan Akuntabel
Lewat Pendidikan Politik, Anton Suratto Bangun Kader Partai Demokrat yang Tangguh di Jabar
Ijazah Gibran: Soal Administrasi atau Pertarungan Politik, Zulhamedy Syamsi Ungkap Makna di Balik Polemik
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 06:59 WIB

Kapolri Harus Buka Kembali Kasus Payment Gateway Denny Indrayana, Demi Pulihkan Nama Baik Polri

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 06:54 WIB

Dukung Prabowo untuk 2029, Pengamat: Golkar Dinilai Sengaja Jaga Ruang Manuver untuk Gibran

Jumat, 9 Oktober 2026 - 17:29 WIB

 Usai Pecah Rekor Nasional, BULOG Lebak‑Pandeglang Bersyukur dan Berbagi ke Anak Yatim

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:18 WIB

Arif Rahman: Ikan Bermutu, Kunci Generasi Pandeglang Lebih Cerdas

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:16 WIB

Dave Laksono: Modernisasi Alutsista Tak Cukup, SDM Harus Siap Mengoperasikan

Berita Terbaru