Pandeglang – Kondisi Jalan Ciinjuk, Desa Ciinjuk, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang, menuai sorotan tajam. Jalan yang berada tidak jauh dari pusat pemerintahan Kabupaten Pandeglang tersebut hingga kini masih dikeluhkan masyarakat karena kondisinya yang rusak.
Aktivis buruh, Agus, menyampaikan kekecewaannya terhadap kondisi infrastruktur tersebut. Dengan nada satire, ia menyebut kondisi Jalan Ciinjuk jauh dari kata mulus.
“Jalan Ciinjuk ini tidak semulus dan secantik wajah Bupati Pandeglang, Raden Dewi Setiani. Padahal, saat kampanye, persoalan infrastruktur menjadi salah satu hal yang dijanjikan akan menjadi prioritas,” ujar Agus kepada wartawan di jakarta (3/10/2026).
Menurut Agus, kondisi jalan tersebut semakin ironis karena setiap hari dilalui oleh para pejabat daerah, termasuk anggota DPRD Kabupaten Pandeglang maupun jajaran Pemerintah Kabupaten Pandeglang.
“Setiap hari mereka melewati jalan ini. Masa tidak melihat kondisinya? Jangan sampai setelah jadi pejabat, jalan rusak yang setiap hari dilewati masyarakat dianggap sebagai pemandangan biasa,” katanya.
Ia menilai kondisi Jalan Ciinjuk semestinya menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Terlebih, lokasinya relatif dekat dengan pusat pemerintahan Kabupaten Pandeglang.
“Kalau jalan yang dekat dengan pusat pemerintahan saja kondisinya seperti ini, lalu bagaimana dengan jalan-jalan di wilayah pelosok? Ini bisa menjadi cerminan bagaimana pembangunan infrastruktur dirasakan masyarakat di Kabupaten Pandeglang,” tegasnya.
Agus mengatakan, tidak mengherankan apabila banyak masyarakat mengeluhkan kondisi Jalan Ciinjuk. Menurutnya, pemerintah seharusnya tidak menunggu keluhan masyarakat semakin besar baru mengambil tindakan.
“Pemerintah jangan hanya melihat pembangunan dari atas meja. Turun ke lapangan, lihat jalan yang setiap hari digunakan masyarakat. Infrastruktur itu kebutuhan dasar, bukan sekadar angka dalam laporan pembangunan,” ujarnya.
Ia juga meminta Bupati Pandeglang dan DPRD Kabupaten Pandeglang memberikan perhatian terhadap kondisi Jalan Ciinjuk serta memastikan adanya langkah konkret untuk memperbaikinya.
“Kalau memang infrastruktur menjadi prioritas, masyarakat ingin melihat buktinya. Jangan hanya bagus dalam janji, tetapi buruk ketika masyarakat melewati jalannya,” pungkas Agus.











