Dave Laksono: Modernisasi Alutsista Tak Cukup, SDM Harus Siap Mengoperasikan

Avatar photo

- Penulis

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, Rabu (7/10/2026).

i

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, Rabu (7/10/2026).

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta — Pembaruan peralatan militer canggih belum menjamin kekuatan pertahanan negara jika tidak diimbangi kemampuan prajurit yang mengoperasikannya. Demikian ditegaskan Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, Rabu (7/10/2026). Menurutnya, modernisasi alutsista tidak boleh berhenti pada pengadaan belaka — ada pekerjaan rumah yang jauh lebih besar di belakangnya.

Alutsista Canggih Tanpa SDM Andal, Sia-sia

“Kekuatan pertahanan tidak hanya ditentukan seberapa modern peralatan yang dimiliki, tetapi kemampuan prajurit mengoperasikan dan merawatnya,” ujar Dave.

Ia menegaskan, pembaruan alutsista harus dibarengi kesiapan personel, kemampuan operasional, pemeliharaan yang andal, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia. Teknologi berkembang cepat — jika SDM tidak disiapkan, peralatan secanggih apa pun tidak akan berfungsi maksimal di saat dibutuhkan.

Papua: Lebih dari Sekadar Senjata

Beralih ke persoalan keamanan di Papua, Dave menegaskan TNI tetap menjalankan peran menjaga keamanan masyarakat dan menghadapi kelompok bersenjata sesuai tugas dan hukum yang berlaku. Namun, ia memperingatkan: pendekatan keamanan saja tidak akan menyelesaikan akar persoalan.

“Papua tidak bisa diselesaikan hanya dengan pendekatan keamanan. Penanganan kelompok bersenjata harus tegas dan terukur, tetapi berjalan bersama penegakan hukum, pembangunan, pelayanan publik, serta pendekatan sosial yang melibatkan pemerintah daerah,” jelasnya.

Beda dengan Aceh, Tidak Bisa Disamakan

Dave mengakui kompleksitas Papua luar biasa. Geografinya luas dan sulit dijangkau, dinamika sosial beragam, persoalan pembangunan tertinggal, hingga tingkat kepercayaan masyarakat yang perlu dibangun kembali. Karena itu, ia menegaskan tegas:

“Tidak bisa disamakan begitu saja dengan pengalaman Aceh dan GAM. Setiap daerah punya sejarah, karakter masyarakat, dan dinamika konflik yang berbeda. Pendekatannya pun harus disesuaikan.”

Satu Arah, Bukan Berjalan Sendiri-sendiri

Kunci penyelesaian, kata Dave, adalah kesatuan arah. TNI menjaga keamanan sesuai mandat, aparat penegak hukum menindak pidana, dan pemerintah mempercepat pembangunan serta pelayanan publik. Semua bergerak bersama, bukan sendiri-sendiri.

Tujuannya sederhana: menciptakan suasana aman sehingga masyarakat Papua bisa beraktivitas tenang, anak-anak bersekolah, ekonomi tumbuh, dan keadilan terasa nyata. Komisi I DPR RI akan terus mengawasi agar langkah-langkah ini tetap berada di jalur hukum dan berkelanjutan.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Arif Rahman: Ikan Bermutu, Kunci Generasi Pandeglang Lebih Cerdas
Marwan Jafar PKB: Standar Kewajaran LPS Harus Terukur dan Akuntabel
Lewat Pendidikan Politik, Anton Suratto Bangun Kader Partai Demokrat yang Tangguh di Jabar
Ijazah Gibran: Soal Administrasi atau Pertarungan Politik, Zulhamedy Syamsi Ungkap Makna di Balik Polemik
HUT Banten ke-26 Diwarnai Aksi Mahasiswa, GMNI Soroti Persoalan Pendidikan hingga Infrastruktur
Pakar : Punya Ijasah Ghoib, Gibran Pantas Didiskualifikasi
Jalan Ciinjuk Rusak, Aktivis: Tak Semulus dan Secantik Wajah Bupati Pandeglang
OJK Wajib Maksimal Lindungi Konsumen
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:18 WIB

Arif Rahman: Ikan Bermutu, Kunci Generasi Pandeglang Lebih Cerdas

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:16 WIB

Dave Laksono: Modernisasi Alutsista Tak Cukup, SDM Harus Siap Mengoperasikan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 11:22 WIB

Marwan Jafar PKB: Standar Kewajaran LPS Harus Terukur dan Akuntabel

Kamis, 8 Oktober 2026 - 09:06 WIB

Lewat Pendidikan Politik, Anton Suratto Bangun Kader Partai Demokrat yang Tangguh di Jabar

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:32 WIB

Ijazah Gibran: Soal Administrasi atau Pertarungan Politik, Zulhamedy Syamsi Ungkap Makna di Balik Polemik

Berita Terbaru