Petisi Palmerah Akan Terus Kawal Isu Legitimasi Akademik Wakil Presiden Gibran

Avatar photo

- Penulis

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto : Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menggelar pertemuan tertutup bersama Ketua Umum Relawan Jokowi (PROJO), Budi Arie Setiadi, di Kantor Istana Wakil Presiden, Jakarta, Kamis (7/5/2026)

i

Keterangan foto : Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menggelar pertemuan tertutup bersama Ketua Umum Relawan Jokowi (PROJO), Budi Arie Setiadi, di Kantor Istana Wakil Presiden, Jakarta, Kamis (7/5/2026)

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta – Organisasi gerakan moral Petisi Palmerah mengeluarkan pernyataan resmi merespon putusan Mahkamah Konstitusi terkait polemik keabsahan ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Pernyataan ini disampaikan dalam rilis pers yang diterbitkan Selasa (14/10) di Jakarta.

Koordinator Presidium Petisi Palmerah Richard S. Karno menyatakan bahwa putusan MK seharusnya menjadi momentum penting untuk menyelamatkan tatanan demokrasi Indonesia. Ia menyampaikan seruan kepada Wakil Presiden untuk bertindak dengan keberanian moral.

“Kami menuntut kejantanan seorang Gibran untuk sadar diri dan mundur teratur. Ini bukan soal pribadi, ini soal marwah demokrasi yang sedang dirusak,” tegas Richard S. Karno.

Menurut Presidium Petisi Palmerah, mempertahankan jabatan di tengah persoalan legitimasi akademik hanya akan memperpanjang krisis kepercayaan publik terhadap institusi‑institusi negara. Organisasi ini menilai bahwa langkah mundur secara teratur merupakan jalan kesatria untuk mengakhiri kegaduhan politik dan memberikan contoh kepemimpinan yang beretika kepada masyarakat.

“Seorang pemimpin harus memiliki rasa malu dan tanggung jawab moral. Jika dasar legitimasi untuk menduduki jabatan dipertanyakan, maka sikap paling demokratis adalah mundur. Jangan biarkan bangsa ini menanggung malu karena ambisi kekuasaan yang menghalalkan segala cara,” lanjut Richard S. Karno.

Presidium Petisi Palmerah juga menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengawal perkembangan isu ini sebagai bagian dari komitmen menjaga demokrasi konstitusional dari praktik‑praktik yang dapat merusak tatanan bernegara.

“Demokrasi kita terlalu mahal untuk dikorbankan demi satu orang. Mundur adalah bentuk penyelamatan demokrasi,” tutup Richard S. Karno.

Hingga saat ini belum ada tanggapan resmi dari pihak Wakil Presiden terkait seruan tersebut.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Pemkab Sorong Salurkan Alat Bantu Disabilitas, Kadinsos Amatus Turot: Keterbatasan Fisik Bukan Penghalang untuk Berkarya
Pimpin DPD PAN Raja Ampat, Anggota DPRK Ruben Sauyai Siap Emban Amanah Partai
KAMAKSI: Dua Kurator Koba Tin Ditahan, Kini Usut Aliran Dana dan Tanggung Jawab Perusahaan
 Jerry Massie: Kontroversi Ucapan Seputar LBP Sumut, Ada Kekhawatiran Gangguan Iklim Akademisi
Kapolri Harus Buka Kembali Kasus Payment Gateway Denny Indrayana, Demi Pulihkan Nama Baik Polri
Dukung Prabowo untuk 2029, Pengamat: Golkar Dinilai Sengaja Jaga Ruang Manuver untuk Gibran
 Usai Pecah Rekor Nasional, BULOG Lebak‑Pandeglang Bersyukur dan Berbagi ke Anak Yatim
Arif Rahman: Ikan Bermutu, Kunci Generasi Pandeglang Lebih Cerdas
Berita ini 2 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:42 WIB

Petisi Palmerah Akan Terus Kawal Isu Legitimasi Akademik Wakil Presiden Gibran

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:19 WIB

Pemkab Sorong Salurkan Alat Bantu Disabilitas, Kadinsos Amatus Turot: Keterbatasan Fisik Bukan Penghalang untuk Berkarya

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:14 WIB

Pimpin DPD PAN Raja Ampat, Anggota DPRK Ruben Sauyai Siap Emban Amanah Partai

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:47 WIB

KAMAKSI: Dua Kurator Koba Tin Ditahan, Kini Usut Aliran Dana dan Tanggung Jawab Perusahaan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 20:39 WIB

 Jerry Massie: Kontroversi Ucapan Seputar LBP Sumut, Ada Kekhawatiran Gangguan Iklim Akademisi

Berita Terbaru