Massa Aksi Desak Kepala BPKAD Banten Dicopot

Avatar photo

- Penulis

Sabtu, 15 Oktober 2022 - 11:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Serang – Sejak pandemi Covid-19 melanda, tentunya menjadi tantangan besar dalam menentukan arah kebijakan. Sebab, virus corona tidak hanya berdampak pada sektor kesehatan saja, ekonomi, pendidikan dan yang lainya juga turut terdampak. Butuh keteladanan dan kerjasama yang baik antara pengelola keuangan daerah dengan pemangku kebijakan lainya. Salah satunya adalah Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).

Forum Pemantau Pembangunan Provinsi Banten (FP3B) hari ini melakukan aksi demontrasi di depan Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) Curug Kota Serang pada Jum’at 14 Oktober 2022. Dalam Aksi tersebut ada beberapa persoalan yang mereka soroti, seperti Inventarisasi Aset Daerah yang kurang terorganisir, gagal nya analisa BPKAD sehingga melahirkan pelanggaran berupa tindak pidana korupsi dana hibah pondok pesantren, dan lainya.

Ketua Umum FP3B Aditya Ramadhan mengatakan “BPKAD selaku salah satu lembaga yang bertugas untuk menangani Aset-Aset daerah hari ini bisa dikatakan lalai dalam mengemban tugasnya nya. Contoh nya saja Aset Daerah seperti Kendaraan Dinas Gubernur & Wakil Gubernur Periode 2017-2022 yang telat pengembalian nya, artinya ada ketidak becusan Kepala BPKAD dalam hal mengurusi inventarisasi baik kepada Pejabat maupun ASN yang aktif ataupun non aktif, Tegas Aditya Ramadhan.

Kemudian Aditya kembali mengatakan Untuk Kendaraan Dinas Gubernur & Wakil Gubernur Banten Masa Periode 2017-2022 sudah ada atensi jauh-jauh hari oleh KPK untuk segera mengambil inventaris tersebut berupa mobil Toyota land cruiser. Akan tetapi Kepala BPKAD seperti kurang mengindahkan instruksi dari KPK sehingga bisa dikatakan lambat dalam mengatasi hal tersebut.

Selain permasalahan inventarisasi Masa Aksi yang tergabung dalam FP3B pun menanyakan perihal pengurugan yang terjadi di Situ Cipondoh Kota Tangerang.

Hari ini masyarakat Cipondoh Kota Tangerang digegerkan oleh Aksi sekelompok masyarakat yang melakukan aktivitas pengurugan terhadap Situ Rawa Cipondoh (Aset Pemprov Banten) yang diduga dilakukan oleh Mantan Gubernur Wahidin Halim. Jika memang itu betul, mengapa Kepala BKAD Banten diam membisu. Ada Apa? Ucap Aditya Ramadhan.

Aditya Ramadhan kembali mengatakan Atas dasar hal tersebut, kuat dugaan bahwa masih banyak inventarisasi aset atau barang milik Pemprov banten yang digunakan oleh orang yang salah, dalam artian digunakan fasilitas pribadi oleh Pejabat atau ASN yang sudah tidak aktif.

Carut marutnya pengelolaan aset seolah mengamini bahwa Kepala BKAD Banten Rini Dwiyanti diduga menjadi salah aktor dalam praktek korupsi Hibah dan Bansos Pondok Pesantren yang menyeret beberapa kepala Dinas.

Seperti kasus Dana Hibah Ponpes seharusnya kan BPKAD memiliki analisis yang dalam terkait program ini, jika BPKAD mampu menganalisa terkait pengelolan keuangan program tersebut mungkin saja Tindak Pidana Korupsi yang merugikan Negara tidak akan terjadi ujar Aditya Ramadhan.

Karena itulah, kami dari Forum Peduli Pembangunan Provinsi Banten (FP3B) menuntut

1. BKAD BANTEN membuka seluruh aset milik Provinsi Banten untuk keterbukaan publik.

2. Aparatur Hukum (Kejati) untuk membuka kembali kasus yang merugikan keuangan daerah miliaran rupiah ini.

3. PJ.Gubernur Banten Almuktabar agar tidak diam dan segera menertibkan/memecat oknum-oknum Kepala OPD yang diduga menjadi penghambat pembangunan di Banten. (Deni)

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Anggota DPR Papua Tengah Pertanyakan Transparansi Penertiban Kawasan Hutan di Nabire
Ketua DPRD Kota Serang Turun Tangan Bantu Warga Kasemen yang Butuh Rehabilitasi
Wamena, Papua Muda Progresif Dorong Dialog dan Perlindungan Warga di Tengah Konflik
Ketua PW Fatayat NU Banten Ajak Kader Fatayat NU Cikeusal Terus Bergerak Menebar Manfaat
Puluhan Juta Batang Rokok Ilegal Masuk Banten, CDC Desak Evaluasi Kanwil Bea Cukai
Perkuat SDM Banten, Polda Gandeng Dunia Usaha melalui Program Poliran
Plt Kadis PUPR Lebak Terjun Langsung Pantau Pembangunan Penataan  Fasilitas Alun-Alun Rangkasbitung Tahap 2 Tahun 2026
Polisi Noken Salah Satu Bahan Diskusi Coffee Morning Bersama Kapolda Papua Barat Daya
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 15:21 WIB

Anggota DPR Papua Tengah Pertanyakan Transparansi Penertiban Kawasan Hutan di Nabire

Minggu, 27 September 2026 - 14:51 WIB

Ketua DPRD Kota Serang Turun Tangan Bantu Warga Kasemen yang Butuh Rehabilitasi

Sabtu, 26 September 2026 - 22:35 WIB

Wamena, Papua Muda Progresif Dorong Dialog dan Perlindungan Warga di Tengah Konflik

Sabtu, 26 September 2026 - 08:13 WIB

Ketua PW Fatayat NU Banten Ajak Kader Fatayat NU Cikeusal Terus Bergerak Menebar Manfaat

Kamis, 24 September 2026 - 18:49 WIB

Puluhan Juta Batang Rokok Ilegal Masuk Banten, CDC Desak Evaluasi Kanwil Bea Cukai

Berita Terbaru