Koalisi Aktivis Bongkar Dugaan Keterlibatan PLN dalam Tambang Ilegal di Lebak

Teras Media

- Penulis

Senin, 4 Agustus 2025 - 19:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto (Red)

i

Foto (Red)

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Lebak  – Tragedi meninggalnya seorang pekerja tambang ilegal di wilayah Lebak Selatan akibat tersengat aliran listrik memicu gelombang protes dari sejumlah aktivis. Koalisi Aktivis Bersatu, yang terdiri dari Pergerakan Relawan Pembela Masyarakat (RPM) dan Pemantau Keuangan Negara (PKN), akan menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor PLN UP3 Banten Selatan, Rangkasbitung, pada Rabu, 6 Agustus 2025.

Aksi ini digelar sebagai bentuk keprihatinan dan desakan terhadap PLN atas lemahnya pengawasan terhadap dugaan aliran listrik ilegal yang digunakan di lokasi tambang batu bara tak berizin, tepatnya di Kampung Cibobos, Lebak Selatan.

“Kami mendesak pencopotan pejabat PLN yang kami nilai lalai dan abai terhadap aktivitas tambang ilegal yang disinyalir menggunakan pasokan listrik dari PLN. Ini bukan sekadar kelalaian, tapi bentuk pembiaran yang merenggut nyawa,” tegas Imam Apriyana, Koordinator Lapangan Aksi dan Ketua RPM.Hal senada juga disampaikan oleh Fam Fuk Thjong, Ketua PKN. Ia menilai tragedi ini merupakan puncak dari lemahnya sistem kontrol dan pengawasan PLN di lapangan.

“PLN harus dibongkar dan dievaluasi total. Ada indikasi kuat adanya keterlibatan atau kelalaian serius dalam pasokan listrik ke tambang ilegal, terutama di kawasan hutan negara. Negara dirugikan, nyawa melayang, siapa yang bertanggung jawab?” ujarnya.

Koalisi Aktivis Bersatu mengajukan empat tuntutan utama dalam aksi ini:
1. Evaluasi total terhadap PLN ULP Malingping dan pencopotan Kepala ULP Malingping.
2. Copot Kepala UP3 Banten Selatan serta lakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja lembaga.
3. Copot Kepala PLN UID Banten disertai dengan audit dan evaluasi menyeluruh.
4. Lakukan pemeriksaan terbuka dan transparan atas dugaan kuat pasokan listrik terhadap aktivitas tambang batu bara ilegal di lahan perhutani.
Aktivis juga menyoroti bahwa tragedi meninggalnya penambang bernama Uci ini seharusnya menjadi peringatan serius bagi pemerintah dan PLN agar tidak tutup mata terhadap praktik-praktik ilegal yang merugikan rakyat dan lingkungan.

Aksi ini dijadwalkan berlangsung di depan Kantor PLN UP3 Banten Selatan, Rangkasbitung, dan terbuka untuk dukungan masyarakat sipil yang peduli terhadap keselamatan pekerja dan penegakan hukum di sektor energi dan pertambangan.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Upacara 17-an Kodim 0510/Trs, Kasad Ingatkan Bahaya Kemarau 2026
Pekerja PT Win Win Travel Goods Technologies Bentuk Serikat Pekerja FSPIP
Dana Desa di Pandeglang Rp4,9 Miliar Diduga Dibancak! KITA Banten Siap Gedor Kejagung
Diduga Tak Kantongi Izin SIPA, Pengeboran Air Tanah di Lebak Diminta Segera Dihentikan
Bupati Tangerang Buka Pembinaan Tahap IV Kafilah MTQ Kabupaten Tangerang
Wabup Intan Hadiri Penen Jagung Serentak Kuartal II Polres Metro Tangsel
Kodim 0601 Pandeglang Hadiri Launching 1.061 Titik KDKMP, Perkuat Ekonomi dan Ketahanan Pangan
LSM WGAB Soroti Dugaan Penimbunan Kayu Ilegal di Moswaren, APH Diminta Segera Bertindak
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 19:57 WIB

Upacara 17-an Kodim 0510/Trs, Kasad Ingatkan Bahaya Kemarau 2026

Senin, 18 Mei 2026 - 19:53 WIB

Pekerja PT Win Win Travel Goods Technologies Bentuk Serikat Pekerja FSPIP

Minggu, 17 Mei 2026 - 14:24 WIB

Dana Desa di Pandeglang Rp4,9 Miliar Diduga Dibancak! KITA Banten Siap Gedor Kejagung

Minggu, 17 Mei 2026 - 08:35 WIB

Diduga Tak Kantongi Izin SIPA, Pengeboran Air Tanah di Lebak Diminta Segera Dihentikan

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:53 WIB

Bupati Tangerang Buka Pembinaan Tahap IV Kafilah MTQ Kabupaten Tangerang

Berita Terbaru