Kerja Sama Pengiriman Sampah ke Pandeglang Tuai Polemik, Pengamat: Lukai Hati Masyarakat

Avatar photo

- Penulis

Sabtu, 23 Agustus 2025 - 21:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto: Pengamat politik dan lingkungan, Mr Egi Hendrawan (Dok istimewa)

i

Keterangan foto: Pengamat politik dan lingkungan, Mr Egi Hendrawan (Dok istimewa)

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Pandeglang – Rencana kerja sama antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang dengan Pemerintah Kota Tangerang Selatan terkait pembuangan sampah menuai kritik keras. Pasalnya, sekitar 300–500 ton sampah per hari rencananya akan dikirim ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bangkonol, Pandeglang, dengan alasan penyelamatan TPA dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Pengamat politik dan lingkungan, Egi Hendrawan, menilai kebijakan ini melukai hati masyarakat Pandeglang. Menurutnya, keputusan Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani dan Wakil Bupati Iing Andri Supriadi justru menjadikan Pandeglang yang dikenal sebagai Kota santri, sejuta santri seribu ulama terkesan berubah menjadi Kota sampah.

“Pandeglang adalah daerah kaya sumber daya alam, dari pertanian, UMKM, dan lain-lain. Kenapa justru sampah yang dijadikan solusi untuk menambah PAD? Ini tanda kebuntuan dan miskin gagasan. Kalau tidak mampu mengelola pemerintahan, sebaiknya mundur saja,” tegas Egi pada awak media, Sabtu (23/8/2025).

Pernyataan Wabup Iing Andri Supriadi juga menuai sorotan setelah ia menyebut, “Jangankan berlian, sampah pun ketika jadi cuan kita ambil.” Pernyataan itu dianggap sinis dan menyakiti hati warga yang sehari-hari harus menghadapi bau busuk sampah.

Sejumlah warga mengaku terganggu karena setiap malam truk dari luar daerah masuk diam-diam ke TPA Bangkonol, dan pada pagi harinya menimbulkan bau menyengat.

“Kalau warga mencium sampah, Bupati dan Wakil Bupati juga harus merasakannya,” ujar salah seorang warga.

Menanggapi polemik ini, Bupati Dewi mengaku tidak puas dengan pengelolaan TPA Bangkonol yang buruk. Ia bahkan akan mencopot Kepala UPT dan Direktur BUMD PD PBM, serta memerintahkan perbaikan drainase dan penataan zona pembuangan.

“Pernyataan Bupati itu justru cuci tangan, seolah dirinya tidak tahu. Kebijakan sebesar ini tidak mungkin tanpa sepengetahuan kepala daerah. Aksi demo penolakan sudah berlangsung lama, tapi respon baru muncul setelah gaduh,” ujarnya.

Sejumlah wartawan yang mencoba meminta klarifikasi langsung maupun melalui pesan WhatsApp mengaku tidak mendapatkan jawaban dari Ketua DPRD Pandeglang, H. Tb. A. Chatibul Umam, Diamnya Ketua DPRD dinilai mencerminkan sikap tidak peka terhadap keluhan warga yang tengah menyuarakan aspirasinya lewat aksi di jalanan.

“DPRD seharusnya berdiri di depan untuk menyampaikan dan memperjuangkan suara rakyat, bukan malah berdiam diri. Kalau terus bungkam, seolah-olah Ketua DPRD lebih memilih menjadi bawahan bupati, bukan wakil rakyat,” ungkap Egi.

“DPRD seolah bisu dan tuli. Demi proyek dan bagi-bagi kue APBD, mereka memilih diam. Jangan menumbalkan rakyat demi kepentingan pribadi,” tambah Egi.

Masyarakat berharap Pemkab dan DPRD membuka mata serta hati untuk mengedepankan pembangunan berkelanjutan dengan ide dan gagasan, bukan menjadikan Pandeglang sebagai tempat pembuangan sampah.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Semarak HUT ke-81 RI: Warga RT 20 RW 07 Tambakbaya Gelar Lomba Rakyat dan Kegiatan Sosial
Paskibraka Banten 2026 Dikukuhkan, Kapolda Hengki Dorong Semangat Kebangsaan
Semarak Kemerdekaan di Mekarjaya, PKB Dorong Olahraga, Pembangunan dan Program Kerakyatan
CDC Dorong Pemerintah Perkuat Edukasi dan Pembinaan Hadapi Persoalan Sosial
Sidang Perdana Kasus Gas Portable: 15 Advokat LBH Peradi Profesional Dampingi Buruh Pabrik di PN Jakarta Utara
Jalin Komunikasi dan Kekeluargaan, DKM Al-Barokah Kunjungi Keluarga Almarhum H. M Nalendra Martakusumah
FPK Lebak Bagikan 1.000 Bendera Merah Putih, Ajak Masyarakat Refleksikan Makna Kemerdekaan
Krisis Air 5 Bulan Tanpa Hujan: Karang Taruna Banten Turun Tangan, Warga Kasemen Rela Andalkan Air Payau
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:50 WIB

Semarak HUT ke-81 RI: Warga RT 20 RW 07 Tambakbaya Gelar Lomba Rakyat dan Kegiatan Sosial

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 13:14 WIB

Semarak Kemerdekaan di Mekarjaya, PKB Dorong Olahraga, Pembangunan dan Program Kerakyatan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 22:40 WIB

CDC Dorong Pemerintah Perkuat Edukasi dan Pembinaan Hadapi Persoalan Sosial

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:18 WIB

Sidang Perdana Kasus Gas Portable: 15 Advokat LBH Peradi Profesional Dampingi Buruh Pabrik di PN Jakarta Utara

Jumat, 14 Agustus 2026 - 15:23 WIB

Jalin Komunikasi dan Kekeluargaan, DKM Al-Barokah Kunjungi Keluarga Almarhum H. M Nalendra Martakusumah

Berita Terbaru

Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso

Hukum dan Kriminal

IPW: Penanganan Perkara Notaris Lily Penuh Dugaan Pelanggaran Prosedur

Senin, 17 Agu 2026 - 13:10 WIB