Dugaan Proyek Jalan Bermasalah, Warga Dolok Tapalan Keberatan Siswa Sekolah Diperalat Untuk Membantah

Avatar photo

- Penulis

Senin, 25 Agustus 2025 - 19:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto (Red)

i

Foto (Red)

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Tapanuli Selatan – Warga Kelurahan Dolok Tapalan, Kecamatan Angkola Selatan, menyatakan keberatan atas tindakan seorang oknum berinisial LH yang diduga memperalat anak-anak di bawah umur untuk membantah pemberitaan terkait dugaan ketidaksesuaian pekerjaan proyek jalan di daerah mereka.

Dalam sebuah video yang beredar di media sosial, tampak anak-anak diminta untuk mengucapkan terima kasih kepada pihak kelurahan dan pejabat terkait, seolah-olah menyatakan tidak ada masalah dalam pembangunan proyek tersebut. Warga menilai tindakan itu adalah bentuk manipulasi fakta yang tidak mencerminkan suara asli masyarakat, 23 Agustus 2025.

“Anak-anak kami tidak tahu apa-apa, jangan peralat mereka. Pernyataan tertulis maupun video yang dibuat jelas bukan suara anak-anak maupun warga Dolok Tapalan. Itu murni rekayasa,” tegas salah satu perwakilan warga.

Masyarakat Dolok Tapalan menilai proyek rabat beton yang tengah dikerjakan diduga tidak sesuai dengan standar teknis, baik dari segi kedalaman, kualitas campuran semen, maupun penggunaan pasir. Warga sebelumnya telah menyampaikan keluhan, namun justru dibantah melalui rekaman video yang melibatkan anak-anak.

Lebih lanjut, warga meminta pihak pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan, DPRD, Camat, hingga Lurah untuk segera turun tangan melakukan investigasi terhadap dugaan penyelewengan tersebut. Mereka juga mendesak Inspektorat dan aparat penegak hukum agar memanggil kepala desa maupun pihak terkait bila terbukti terjadi penyalahgunaan dana proyek tangkap dan jebloska.

“Kami warga Dolok Tapalan merasa keberatan. Jangan manipulasi data dan jangan libatkan anak-anak kami. Bila ada dugaan korupsi, kami minta segera ditindak agar uang rakyat tidak disalahgunakan,” tambah warga dalam pernyataan sikap bersama.

Warga juga menolak klaim LH yang mengaku sebagai pekerja proyek jalan. Menurut mereka, sejak awal pekerjaan dimulai hingga kini, sosok tersebut tidak pernah terlihat ikut bekerja di lapangan. Kehadiran LH yang tiba-tiba membantah keluhan warga justru menimbulkan pertanyaan besar.

Kasus ini masih menunggu respons resmi dari pemerintah setempat dan pihak berwenang terkait dugaan penyelewengan pembangunan jalan yang dikeluhkan masyarakat.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Anggota DPR Papua Tengah Pertanyakan Transparansi Penertiban Kawasan Hutan di Nabire
Ketua DPRD Kota Serang Turun Tangan Bantu Warga Kasemen yang Butuh Rehabilitasi
Wamena, Papua Muda Progresif Dorong Dialog dan Perlindungan Warga di Tengah Konflik
Ketua PW Fatayat NU Banten Ajak Kader Fatayat NU Cikeusal Terus Bergerak Menebar Manfaat
Puluhan Juta Batang Rokok Ilegal Masuk Banten, CDC Desak Evaluasi Kanwil Bea Cukai
Perkuat SDM Banten, Polda Gandeng Dunia Usaha melalui Program Poliran
Plt Kadis PUPR Lebak Terjun Langsung Pantau Pembangunan Penataan  Fasilitas Alun-Alun Rangkasbitung Tahap 2 Tahun 2026
Polisi Noken Salah Satu Bahan Diskusi Coffee Morning Bersama Kapolda Papua Barat Daya
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 15:21 WIB

Anggota DPR Papua Tengah Pertanyakan Transparansi Penertiban Kawasan Hutan di Nabire

Minggu, 27 September 2026 - 14:51 WIB

Ketua DPRD Kota Serang Turun Tangan Bantu Warga Kasemen yang Butuh Rehabilitasi

Sabtu, 26 September 2026 - 22:35 WIB

Wamena, Papua Muda Progresif Dorong Dialog dan Perlindungan Warga di Tengah Konflik

Sabtu, 26 September 2026 - 08:13 WIB

Ketua PW Fatayat NU Banten Ajak Kader Fatayat NU Cikeusal Terus Bergerak Menebar Manfaat

Kamis, 24 September 2026 - 18:49 WIB

Puluhan Juta Batang Rokok Ilegal Masuk Banten, CDC Desak Evaluasi Kanwil Bea Cukai

Berita Terbaru