Kerap Bikin Gaduh di Kabinet Prabowo, Pengamat Politik Desak Copot Menteri ESDM

Avatar photo

- Penulis

Selasa, 26 Agustus 2025 - 09:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto (Dok Ist-red)

i

Foto (Dok Ist-red)

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta – Pengamat politik dan hukum, Egi Hendrawan, menyoroti kiprah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia yang dinilainya kerap menimbulkan kegaduhan di kabinet Presiden Prabowo Subianto. Menurut Egi, Bahlil terkesan menjadi “menteri semua urusan” dan tindak-tanduknya berpotensi merugikan citra pemerintah maupun Partai Golkar.

Egi menilai sudah saatnya Presiden Prabowo mencopot Bahlil dari jabatannya, terutama setelah ramai beredar foto yang diduga memperlihatkan Bahlil tengah menikmati minuman keras mewah sambil menelepon. Harga minuman itu disebut mencapai puluhan juta rupiah per botol, sementara rakyat masih banyak yang kesulitan sekadar untuk makan, Jakarta 26 Agustus 2025.

Selain itu, kebijakan terkait gas elpiji 3 kilogram dinilai semakin membekas di ingatan masyarakat. Isu ini membuat nama Bahlil terus menjadi sorotan publik, apalagi dirinya juga menjabat sebagai Ketua Umum Partai Golkar partai tua yang menempati posisi kedua pada Pemilu 2024 lalu.

Tak hanya itu, Bahlil juga diterpa isu izin tambang di Raja Ampat yang menuai polemik di tengah masyarakat. Meski Bahlil telah memberikan klarifikasi, kontroversi tetap tidak mereda.

Terbaru, beredar pula video yang memperlihatkan Bahlil berjoget bersama pengurus DPP Golkar. Aksi itu memicu kritik karena dilakukan di tengah situasi ekonomi sulit, ketika banyak rakyat berjuang hanya untuk memenuhi kebutuhan pokok.

“Perilaku seperti ini melukai hati rakyat dan bisa menggerus kepercayaan publik terhadap Presiden Prabowo. Jika tidak segera diambil langkah tegas, bukan tidak mungkin Partai Golkar akan mengalami nasib serupa seperti PPP yang gagal lolos parlemen,” ujar Egi.

Egi menegaskan bahwa keputusan untuk melakukan musyawarah nasional luar biasa (Munaslub) serta mencopot Bahlil dari kabinet merupakan langkah tepat demi menyelamatkan citra partai sekaligus menjaga soliditas pemerintahan.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Tak Bernyali Berantas Judi Gelper, Kapolda Riau Diminta Evaluasi Jajaran Polres Pelalawan
Anak 16 Tahun di Lebak Diduga Jadi Korban Tindak Pidana Seksual, Polisi Turun Tangan
Bulog Lebak-Pandeglang: Bantuan Pangan Juli dan September Tuntas 100 Presen, Dua Hari Lebih Cepat
Cekcok Berujung Saling Jambak dan Cakar, MS Dilaporkan ke Polsek Kalideres
Konsisten Lakukan Inovasi dan Bangun Sinergi, Bank Banten Raih Radar Banten Award 2026
Anggota DPR Papua Tengah Pertanyakan Transparansi Penertiban Kawasan Hutan di Nabire
Ketua DPRD Kota Serang Turun Tangan Bantu Warga Kasemen yang Butuh Rehabilitasi
Wamena, Papua Muda Progresif Dorong Dialog dan Perlindungan Warga di Tengah Konflik
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:42 WIB

Tak Bernyali Berantas Judi Gelper, Kapolda Riau Diminta Evaluasi Jajaran Polres Pelalawan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Anak 16 Tahun di Lebak Diduga Jadi Korban Tindak Pidana Seksual, Polisi Turun Tangan

Rabu, 30 September 2026 - 11:57 WIB

Cekcok Berujung Saling Jambak dan Cakar, MS Dilaporkan ke Polsek Kalideres

Rabu, 30 September 2026 - 11:22 WIB

Konsisten Lakukan Inovasi dan Bangun Sinergi, Bank Banten Raih Radar Banten Award 2026

Senin, 28 September 2026 - 15:21 WIB

Anggota DPR Papua Tengah Pertanyakan Transparansi Penertiban Kawasan Hutan di Nabire

Berita Terbaru