Ketua Yayasan Gerak Nusantara Dukung Hilirisasi Gula Merah Sawit

Avatar photo

- Penulis

Jumat, 7 November 2025 - 22:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto/Dok: Yayasan Gerak Nusantara Sumatra Utara (Istimewa)

i

Foto/Dok: Yayasan Gerak Nusantara Sumatra Utara (Istimewa)

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta – Ketua Yayasan Gerak Nusantara Sumatra Utara, Torop Sihombing, menjadi salah satu pembicara dalam diskusi Kementerian Perindustrian bersama Agrinex Indonesia bertema International Agribusiness, Food Sovereignty and Economic Growth in Indonesia. Dalam forum itu, Torop memaparkan perjalanan panjang hilirisasi gula merah sawit yang dikerjakan petani dan UMKM binaan Gerak Nusantara.

Torop menjelaskan Gerak Nusantara bekerja bersama petani di delapan provinsi, ditambah empat provinsi yang sedang dalam proses bergabung. Fokus gerakan ini berada pada sektor petani dan UMKM, terutama dalam pengembangan gula nira sawit yang sebenarnya telah dikerjakan masyarakat sejak lama.

Ia menyebut sebelum ada dukungan dari Kementerian Perindustrian dan PTPN, petani kesulitan mendapat bahan baku karena bergantung pada kebun-kebun sawit milik warga skala kecil.

“Ketersediaan bahan baku terbesar itu di perkebunan PTPN. Ada sekitar 14 juta hektare di seluruh Indonesia. Di Sumatera Utara saja 1,4 juta hektare,” ujar Torop.

Menurutnya, selama bertahun-tahun petani hanya bisa berharap belas kasihan pemilik kebun swasta untuk menebang dan memanfaatkan batang sawit replanting. Sementara itu, banyak lahan PTPN yang sudah tidak produktif justru dibiarkan terbuang. “Sayang sekali bahan baku sebesar itu tidak dimanfaatkan,” kata Torop.

Gerak Nusantara kemudian membangun komunikasi dengan Wakil Menteri Perindustrian, Faisol Riza. Lewat dukungan Wamen dan sinergi dengan PTPN, hilirisasi gula merah sawit kembali berjalan dan memberi tambahan pendapatan bagi petani.

“Kesuksesan itu harus dikerjakan bersama. Kami berharap pihak-pihak besar terus melihat ke bawah agar masyarakat bisa naik kelas,” ucapnya.

Torop memaparkan bahwa satu batang sawit pada masa penyadapan dapat menghasilkan 150 sampai 200 liter nira dalam 30–40 hari. Dari nira tersebut, selain gula merah, dapat diproduksi kecap, permen, obat herbal, selai, hingga bahan masakan. Namun, keterbatasan bahan baku dan birokrasi masih menjadi hambatan utama.

Dalam sesi tanya jawab, Evi dari Kementerian Pertanian mempertanyakan peluang produk turunan gula nira sawit untuk menarik minat generasi muda. Torop menjawab bahwa sejumlah petani telah membuat permen dan kecap, namun produksi belum stabil akibat bahan baku terbatas. Jika ketersediaan bahan baku dan modal diperkuat, pengembangan produk kekinian disebut sangat memungkinkan.

Diskusi ditutup oleh Direktur Industri KemurgiyQleokimia, dan Pakan Kemenperin, Lila Harsyah Bakhtiar. Ia menegaskan komitmen Kemenperin dalam mendukung diversifikasi bahan pangan serta industri pengolahan yang melibatkan masyarakat.

“Kami sangat mendukung opsi alternatif bahan baku pangan. Minyak sawit dan turunannya adalah karunia besar yang bisa meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Kemenperin berpihak pada upaya hilirisasi, koperasi, dan kemitraan dengan perusahaan besar,” ujar Lila.

Ia menegaskan hilirisasi gula sawit yang melibatkan petani, koperasi, PTPN, dan pemerintah merupakan contoh nyata nilai tambah sumber daya alam yang langsung berdampak pada rakyat. Meski program sempat terhenti, para petani berharap kegiatan hilirisasi segera dilanjutkan agar mereka kembali mendapatkan kepastian bahan baku dan pendapatan.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Perkuat SDM Banten, Polda Gandeng Dunia Usaha melalui Program Poliran
Plt Kadis PUPR Lebak Terjun Langsung Pantau Pembangunan Penataan  Fasilitas Alun-Alun Rangkasbitung Tahap 2 Tahun 2026
Polisi Noken Salah Satu Bahan Diskusi Coffee Morning Bersama Kapolda Papua Barat Daya
Hampir Setahun Tak Diperbaiki, Tiang Jaringan IndiHome di Rajeg Keropos
Babinsa, Babinmas dan RT Temui Warga, Polemik Pemasangan Tiang WiFi Kembali Disorot
Sungguh Miris : Ruang Kelas SMPN 1 Cileles Dibiarkan Jadi Sarang Kelelawar Hingga Timbulkan Bau Menyengat
Bank Banten Hadirkan Layanan Informasi Resmi melalui WhatsApp Terverifikasi
Penataan Kabel WiFi di Pandeglang Dipertanyakan, Muncul Dugaan Ada Oknum Membekingi Pengusaha
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 18:45 WIB

Perkuat SDM Banten, Polda Gandeng Dunia Usaha melalui Program Poliran

Selasa, 22 September 2026 - 16:58 WIB

Plt Kadis PUPR Lebak Terjun Langsung Pantau Pembangunan Penataan  Fasilitas Alun-Alun Rangkasbitung Tahap 2 Tahun 2026

Selasa, 22 September 2026 - 15:57 WIB

Hampir Setahun Tak Diperbaiki, Tiang Jaringan IndiHome di Rajeg Keropos

Selasa, 22 September 2026 - 13:31 WIB

Babinsa, Babinmas dan RT Temui Warga, Polemik Pemasangan Tiang WiFi Kembali Disorot

Selasa, 22 September 2026 - 11:51 WIB

Sungguh Miris : Ruang Kelas SMPN 1 Cileles Dibiarkan Jadi Sarang Kelelawar Hingga Timbulkan Bau Menyengat

Berita Terbaru