Jaga Bumi dari Luka, Kiai dan Santri di Maja Laporkan Tambang Ilegal Ke Gakkum

Teras Media

- Penulis

Rabu, 17 Desember 2025 - 12:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Banten – Kecamatan Maja hari ini tidak hanya bersuara, tetapi menangis dan melawan. Tangisan itu datang dari jalan-jalan yang hancur, dari debu merah yang menyelimuti rumah warga, dari keresahan ibu-ibu dan ketakutan anak-anak yang setiap hari harus berhadapan dengan truk-truk tambang galian C ilegal dari Curugbitung yang melintasi wilayah mereka. Dalam situasi itulah, ulama turun gunung.

KH Ahmad Yunani, Ketua Forum Silaturahmi Pondok Pesantren Kecamatan Maja, dengan langkah tenang dan tekad yang membara, mewakili para tokoh masyarakat Maja melaporkan aktivitas tambang galian C ilegal ke Gakkum.

Beliau tidak sendiri. Di belakang dan di sampingnya berdiri para santri anak-anak pesantren yang hari ini belajar bukan hanya tentang kitab, tetapi tentang keberanian membela kebenaran.

“Langkah ini bukan kepentingan politik. Bukan pula pencitraan. Ini adalah murni jeritan nurani.” tegasnya, Rabu (17/12/2025).

Kala suara rakyat kecil kerap teredam, pesantren justru berdiri paling depan. Ketika alam dirusak dan hukum seolah menjauh, ulama dan santri memilih hadir sebagai penjaga akhlak, penjaga bumi, dan penjaga masa depan Maja.

“Kami tidak melawan pembangunan,” bisik keresahan masyarakat. Kami melawan keserakahan.” seru KH Ahmad Yunani

Tambang ilegal telah meninggalkan luka, jalan rusak, debu beracun, kecelakaan mengintai, dan ketenangan kampung yang dirampas.

“Maka laporan ini adalah ikhtiar suci agar hukum kembali tegak, agar alam berhenti diperkosa, dan agar generasi Maja kelak tidak mewarisi kehancuran. Hari ini sejarah mencatat, Saat yang lain diam, Kiai melangkah. Saat yang lain ragu, santri mengawal.” tuturnya

Semoga langkah ini menjadi pintu keadilan, menjadi peringatan bagi para perusak lingkungan, dan menjadi bukti bahwa Maja masih dijaga oleh iman, keberanian, dan persatuan. Jika ulama sudah bergerak, itu tanda Maja sedang terluka dan harus diselamatkan.” tutup KH Ahmad Yunani.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Upacara 17-an Kodim 0510/Trs, Kasad Ingatkan Bahaya Kemarau 2026
Pekerja PT Win Win Travel Goods Technologies Bentuk Serikat Pekerja FSPIP
Dana Desa di Pandeglang Rp4,9 Miliar Diduga Dibancak! KITA Banten Siap Gedor Kejagung
Diduga Tak Kantongi Izin SIPA, Pengeboran Air Tanah di Lebak Diminta Segera Dihentikan
Bupati Tangerang Buka Pembinaan Tahap IV Kafilah MTQ Kabupaten Tangerang
Wabup Intan Hadiri Penen Jagung Serentak Kuartal II Polres Metro Tangsel
Kodim 0601 Pandeglang Hadiri Launching 1.061 Titik KDKMP, Perkuat Ekonomi dan Ketahanan Pangan
LSM WGAB Soroti Dugaan Penimbunan Kayu Ilegal di Moswaren, APH Diminta Segera Bertindak
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 19:57 WIB

Upacara 17-an Kodim 0510/Trs, Kasad Ingatkan Bahaya Kemarau 2026

Senin, 18 Mei 2026 - 19:53 WIB

Pekerja PT Win Win Travel Goods Technologies Bentuk Serikat Pekerja FSPIP

Minggu, 17 Mei 2026 - 14:24 WIB

Dana Desa di Pandeglang Rp4,9 Miliar Diduga Dibancak! KITA Banten Siap Gedor Kejagung

Minggu, 17 Mei 2026 - 08:35 WIB

Diduga Tak Kantongi Izin SIPA, Pengeboran Air Tanah di Lebak Diminta Segera Dihentikan

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:53 WIB

Bupati Tangerang Buka Pembinaan Tahap IV Kafilah MTQ Kabupaten Tangerang

Berita Terbaru