Terasmedia.co Palembang – Jumlah peserta Ujian Kesetaraan Paket C di Kota Palembang tahun ini mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Jika pada tahun lalu jumlah pendaftar mencapai lebih dari 300 orang, tahun ini tercatat hanya sekitar 280 peserta yang terdaftar, Minggu (11/1).
Berdasarkan data penyelenggara pendidikan nonformal, penurunan jumlah peserta terjadi secara merata di sejumlah Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di Palembang. Salah satu faktor utama penyebabnya adalah penerapan sistem pendaftaran yang kini terintegrasi dengan Sistem Data Pendidikan Nasional (Dapodik), di mana seluruh data peserta dikunci dan diverifikasi langsung oleh pusat.
Kepala Bidang PAUD dan Dikmas Dinas Pendidikan Kota Palembang, Andalusia, S.Pd., M.M., melalui Pelaksana Tugas Kepala Tim Sarana dan Prasarana PAUD dan Dikmas, R. Abd. Syaripuddin, A.Md., menjelaskan bahwa kebijakan penguncian data ini membuat calon peserta yang terlambat mendaftar tidak dapat mengikuti ujian pada tahun berjalan.
“Pendaftaran Ujian Paket C tahun ini sudah ditutup dan datanya terkunci dari pusat. Peserta yang kami layani hanyalah mereka yang sudah terdaftar dalam sistem sebelum masa penutupan,” ujarnya.
Ia menambahkan, mekanisme baru ini diterapkan untuk memastikan validitas peserta didik, mencegah pendaftaran ganda, serta menjamin bahwa peserta benar-benar mengikuti proses pembelajaran sebelum mengikuti ujian kesetaraan.
Di sisi lain, sejumlah PKBM mencatat bahwa minat masyarakat terhadap pendidikan kesetaraan Paket C sebenarnya masih cukup tinggi. Banyak warga yang membutuhkan ijazah setara SMA untuk kepentingan pekerjaan, kenaikan pangkat, maupun melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Namun, tidak sedikit pula yang baru mengetahui batas waktu pendaftaran setelah proses verifikasi Dapodik ditutup.
“Kami menerima banyak pendaftaran mendadak, tetapi tidak bisa ditampung karena sistem sudah ditutup. Hal ini yang akhirnya membuat jumlah peserta tahun ini menurun,” jelasnya.
Meski demikian, pihak penyelenggara memastikan kesempatan tetap terbuka bagi masyarakat yang belum sempat mendaftar. Pendaftaran peserta Paket C akan kembali dibuka pada awal tahun ajaran berikutnya bersamaan dengan proses pendataan siswa di Dapodik.
“Kami mengimbau masyarakat untuk mendaftar lebih awal tahun depan. Jangan menunggu mendekati masa ujian, karena sistem sekarang sangat ketat dan seluruh proses harus melalui pendataan nasional,” tambahnya.
Senada dengan itu, Kepala PKBM Cahaya Choirun Nisa menyebut penurunan peserta bukan disebabkan menurunnya minat masyarakat, melainkan karena kurangnya pemahaman terhadap mekanisme pendataan terbaru.
“Bukan karena tidak mau ikut, tetapi banyak yang datang mendaftar setelah sistem Dapodik terkunci. Bahkan ada yang memohon agar tetap didaftarkan, namun kami tidak bisa berbuat apa-apa karena sistem pusat tidak membuka ruang tambahan,” ungkapnya.
Menurut Choirun, perubahan sistem pendataan sejatinya membawa dampak positif karena lebih rapi, transparan, dan akuntabel. Namun, masyarakat masih perlu beradaptasi dengan aturan baru tersebut.
“Sistem ini bagus, tetapi masyarakat terbiasa mendaftar mendekati ujian. Sekarang hal itu sudah tidak bisa lagi,” katanya.
Ia mengungkapkan, PKBM telah melakukan sosialisasi melalui grup WhatsApp, pertemuan warga, hingga bekerja sama dengan pihak kelurahan. Ke depan, sosialisasi akan diperluas agar tidak ada lagi calon peserta yang tertinggal informasi.
“Banyak warga yang sangat terbantu dengan program Paket C, terutama pekerja muda, ibu rumah tangga, dan masyarakat yang ingin memperbaiki masa depan melalui pendidikan. Sayang sekali jika mereka gagal ikut hanya karena terlambat mendaftar,” pungkasnya.
(Ken)

