Ribuan Warga Bogor Terima Bantuan Kompensasi Tambang Jelang Lebaran 2026

Avatar photo

- Penulis

Rabu, 18 Maret 2026 - 09:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Bogor – Warga terdampak kebijakan penutupan tambang di Kabupaten Bogor kini mulai bisa bernapas lega menjelang Lebaran 2026. Pemerintah Provinsi Jawa Barat kembali menyalurkan bantuan kompensasi kepada ribuan warga yang terdampak.

Sebanyak 5.600 warga menerima bantuan lanjutan ini. Penyaluran dilakukan di tiga kecamatan, yakni Parung Panjang, Cigudeg, dan Rumpin, menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Barat Ade Afriandi menjelaskan, bantuan tersebut merupakan bagian dari penyaluran tahap keempat bagi masyarakat terdampak kebijakan penutupan tambang.

“Penyaluran melalui mekanisme Bantuan Langsung bagi masyarakat desa terdampak kebijakan penutupan tambang di wilayah Kecamatan Parung Panjang, Cigudeg, dan Rumpin, Kabupaten Bogor,” katanya, Selasa (17/3/2026).

Ade menyebut, bantuan tidak disalurkan dalam bentuk tunai. Pemerintah memilih skema pembagian buku tabungan melalui Bank BJB agar proses penyaluran lebih tertib dan tepat sasaran.

“Bantuan ini diharapkan bisa membantu masyarakat memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga sekaligus menjadi bagian dari proses pemulihan pasca penutupan tambang,” ungkapnya.

Dalam pelaksanaannya, penyaluran bantuan ini juga menghadapi sejumlah kendala administratif. Proses verifikasi data warga memerlukan waktu karena dokumen yang diajukan sering kali tidak tersusun rapi.

Menurut Ade, ketidaksesuaian antara data di Kartu Keluarga dan KTP menjadi salah satu faktor yang memperlambat proses pencairan.

“Jadi kemarin itu banyak yang mungkin mereka ingin cepat saja prosesnya, jadi antara file yang dikirim, Kartu Keluarga dengan KTP itu tidak disusun. Misalkan nama Agus nomor 1 di KK, diharapkan oleh kami itu nomor 1 Agus juga di KTP-nya, jadi kita nggak sulit mencari,” ujar Ade.

“Ini nomor 1 di dokumen KK Agus, di KTP-nya yang lain, jadi kan mencari dulu, jadi agak lama itu (prosesnya) ya,” tambah Ade.

Setiap warga terdampak diketahui menerima kompensasi sebesar Rp3 juta. Program ini dirancang untuk disalurkan secara bertahap hingga tiga kali kepada warga yang telah lolos proses verifikasi.

Sebelumnya, penyaluran bantuan juga telah dilakukan di sejumlah desa, khususnya di wilayah Rumpin dan Parung Panjang, dengan ribuan warga yang telah menerima manfaat lebih dulu.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Tak Bernyali Berantas Judi Gelper, Kapolda Riau Diminta Evaluasi Jajaran Polres Pelalawan
Anak 16 Tahun di Lebak Diduga Jadi Korban Tindak Pidana Seksual, Polisi Turun Tangan
Bulog Lebak-Pandeglang: Bantuan Pangan Juli dan September Tuntas 100 Presen, Dua Hari Lebih Cepat
Cekcok Berujung Saling Jambak dan Cakar, MS Dilaporkan ke Polsek Kalideres
Konsisten Lakukan Inovasi dan Bangun Sinergi, Bank Banten Raih Radar Banten Award 2026
Anggota DPR Papua Tengah Pertanyakan Transparansi Penertiban Kawasan Hutan di Nabire
Ketua DPRD Kota Serang Turun Tangan Bantu Warga Kasemen yang Butuh Rehabilitasi
Wamena, Papua Muda Progresif Dorong Dialog dan Perlindungan Warga di Tengah Konflik
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:42 WIB

Tak Bernyali Berantas Judi Gelper, Kapolda Riau Diminta Evaluasi Jajaran Polres Pelalawan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Anak 16 Tahun di Lebak Diduga Jadi Korban Tindak Pidana Seksual, Polisi Turun Tangan

Rabu, 30 September 2026 - 11:57 WIB

Cekcok Berujung Saling Jambak dan Cakar, MS Dilaporkan ke Polsek Kalideres

Rabu, 30 September 2026 - 11:22 WIB

Konsisten Lakukan Inovasi dan Bangun Sinergi, Bank Banten Raih Radar Banten Award 2026

Senin, 28 September 2026 - 15:21 WIB

Anggota DPR Papua Tengah Pertanyakan Transparansi Penertiban Kawasan Hutan di Nabire

Berita Terbaru