Melalui Sosialisasi 4 Pilar, Ahmad Fauzi Tekankan Pentingnya Menjaga Harmoni Sosial dan Ketahanan Bangsa

Avatar photo

- Penulis

Rabu, 1 April 2026 - 10:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Pandeglang – Penguatan nilai-nilai kebangsaan terus menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan nasional di tengah berbagai tantangan sosial yang berkembang di masyarakat. Atas dasar itu, Drs Ahmad Fauzi selaku Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia melaksanakan kegiatan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan pada 11 Maret 2026 di Aula PGRI Kecamatan Bojong.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh pendidikan, tokoh masyarakat, pemuda, hingga warga dari berbagai lingkungan di Kecamatan Bojong. Kehadiran peserta dari berbagai unsur menunjukkan besarnya perhatian masyarakat terhadap pentingnya penguatan nilai kebangsaan sebagai fondasi menjaga stabilitas kehidupan berbangsa.

Dalam suasana dialogis yang berlangsung penuh perhatian, Ahmad Fauzi menyampaikan bahwa bangsa Indonesia memiliki kekuatan besar karena dibangun di atas semangat persatuan, keberagaman, dan komitmen bersama menjaga keutuhan negara. Menurutnya, tantangan bangsa saat ini menuntut masyarakat untuk tidak hanya memahami nilai kebangsaan secara teori, tetapi juga menghidupkannya dalam tindakan sehari-hari.

Ia menegaskan bahwa menjaga keutuhan bangsa harus dimulai dari lingkungan sosial paling dekat, karena persatuan nasional pada dasarnya dibangun dari kualitas hubungan antarwarga di tingkat masyarakat.

“Bangsa ini akan tetap kuat apabila masyarakatnya mampu menjaga kerukunan. Persatuan Indonesia tidak lahir dari ruang kosong, tetapi tumbuh dari lingkungan yang saling menghormati, saling menjaga, dan mampu menyelesaikan perbedaan dengan kedewasaan,” ujar Ahmad Fauzi dalam penyampaiannya.

Menurutnya, setiap warga negara memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga suasana harmonis di lingkungannya masing-masing. Kerukunan antarwarga dinilai menjadi benteng utama dalam menghadapi berbagai potensi perpecahan yang dapat muncul akibat perbedaan pandangan sosial maupun dinamika kehidupan modern.

Dalam pemaparannya, Ahmad Fauzi juga menekankan bahwa pengamalan Pancasila harus menjadi fondasi perilaku sosial masyarakat. Nilai-nilai Pancasila, kata dia, tidak cukup hanya dipahami dalam konteks simbolik, tetapi harus hadir nyata melalui sikap toleransi, gotong royong, dan penghormatan terhadap keberagaman.

Ia menjelaskan bahwa toleransi menjadi kunci utama dalam menjaga karakter bangsa Indonesia sebagai negara besar yang dibangun dari beragam latar belakang suku, agama, budaya, dan pandangan hidup.

“Keberagaman adalah kekuatan Indonesia. Karena itu, toleransi harus terus dirawat agar masyarakat tetap mampu berdiri bersama dalam semangat persaudaraan nasional,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ahmad Fauzi mengajak masyarakat untuk memperkuat budaya tertib bernegara dengan mematuhi seluruh aturan perundang-undangan yang berlaku. Menurutnya, kesadaran hukum merupakan bagian penting dari kedewasaan demokrasi dan cermin tanggung jawab warga negara terhadap kehidupan berbangsa.

Ia menilai bahwa kepatuhan terhadap aturan tidak hanya menciptakan ketertiban sosial, tetapi juga memperkuat kepercayaan publik terhadap sistem kehidupan bernegara.

“Negara yang kuat membutuhkan masyarakat yang tertib. Kesadaran mematuhi aturan adalah bagian dari kontribusi nyata warga negara dalam menjaga stabilitas nasional,” ungkap Ahmad Fauzi.

Selain aspek hukum dan persatuan, ia juga memberi perhatian besar pada pentingnya menjaga keharmonisan dan kedamaian sosial dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, lingkungan yang damai akan melahirkan masyarakat yang produktif, sehat secara sosial, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Ia menjelaskan bahwa kedamaian sosial memiliki pengaruh besar terhadap pembangunan, pendidikan generasi muda, serta terciptanya ruang hidup yang sehat bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Ketika masyarakat hidup harmonis, saling membantu, dan menjauhkan konflik, maka sesungguhnya kita sedang menyiapkan masa depan bangsa yang lebih kuat dan lebih matang,” tambahnya.

Kegiatan sosialisasi berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab, di mana peserta aktif menyampaikan pandangan mengenai tantangan kehidupan sosial, pentingnya toleransi, serta bagaimana nilai kebangsaan dapat terus dijaga dalam kehidupan masyarakat modern.

Dialog tersebut memperlihatkan bahwa semangat menjaga persatuan tetap tumbuh di tengah masyarakat dan menjadi kebutuhan bersama dalam menghadapi perkembangan zaman.

Melalui kegiatan ini, Ahmad Fauzi berharap pemahaman terhadap empat konsensus kebangsaan, yaitu Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta Bhinneka Tunggal Ika, tidak hanya dipahami sebagai konsep formal kebangsaan, tetapi benar-benar menjadi energi sosial yang hidup di tengah masyarakat.

Ia menegaskan bahwa penguatan 4 Pilar merupakan investasi jangka panjang dalam menjaga arah perjalanan bangsa agar tetap kokoh, damai, dan mampu menghadapi setiap perubahan dengan semangat persatuan yang utuh.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Anggota DPR Papua Tengah Pertanyakan Transparansi Penertiban Kawasan Hutan di Nabire
Ketua DPRD Kota Serang Turun Tangan Bantu Warga Kasemen yang Butuh Rehabilitasi
Wamena, Papua Muda Progresif Dorong Dialog dan Perlindungan Warga di Tengah Konflik
Ketua PW Fatayat NU Banten Ajak Kader Fatayat NU Cikeusal Terus Bergerak Menebar Manfaat
Puluhan Juta Batang Rokok Ilegal Masuk Banten, CDC Desak Evaluasi Kanwil Bea Cukai
Perkuat SDM Banten, Polda Gandeng Dunia Usaha melalui Program Poliran
Plt Kadis PUPR Lebak Terjun Langsung Pantau Pembangunan Penataan  Fasilitas Alun-Alun Rangkasbitung Tahap 2 Tahun 2026
Polisi Noken Salah Satu Bahan Diskusi Coffee Morning Bersama Kapolda Papua Barat Daya
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 14:51 WIB

Ketua DPRD Kota Serang Turun Tangan Bantu Warga Kasemen yang Butuh Rehabilitasi

Sabtu, 26 September 2026 - 22:35 WIB

Wamena, Papua Muda Progresif Dorong Dialog dan Perlindungan Warga di Tengah Konflik

Sabtu, 26 September 2026 - 08:13 WIB

Ketua PW Fatayat NU Banten Ajak Kader Fatayat NU Cikeusal Terus Bergerak Menebar Manfaat

Kamis, 24 September 2026 - 18:49 WIB

Puluhan Juta Batang Rokok Ilegal Masuk Banten, CDC Desak Evaluasi Kanwil Bea Cukai

Rabu, 23 September 2026 - 18:45 WIB

Perkuat SDM Banten, Polda Gandeng Dunia Usaha melalui Program Poliran

Berita Terbaru

Gerakan Aksi Anti Korupsi Nasional (GAANAS) melontarkan kritik terhadap pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA),

Hukum dan Kriminal

GAANAS Soroti Pokir DPRA Rp1 Triliun, KPK Didesak Telusuri Rantai Anggaran

Selasa, 29 Sep 2026 - 23:33 WIB