Rentetan Kecelakaan Kerja, Aktivis Lebak Soroti Lemahnya Pengawasan K3 di PT Cemindo Gemilang

Avatar photo

- Penulis

Rabu, 8 April 2026 - 08:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Lebak – Aktivis Lebak, Dhani Ramadhan, mendesak Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Provinsi Banten untuk segera melakukan investigasi menyeluruh terkait dugaan lemahnya penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di area operasional PT Cemindo Gemilang Tbk, khususnya di Port Cemindo, Kabupaten Lebak.

Desakan tersebut muncul menyusul serangkaian insiden kecelakaan kerja yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2023, kasus kecelakaan kerja yang menelan korban jiwa sempat menjadi sorotan publik. Tren serupa kembali terjadi pada Maret 2025, di mana dalam satu bulan tercatat tiga pekerja meninggal dunia. Insiden kembali terulang pada Juli 2025 yang juga menimbulkan korban jiwa. Secara keseluruhan, sedikitnya empat pekerja dilaporkan meninggal dunia sepanjang tahun 2025.

Terbaru, kecelakaan kerja kembali terjadi pada Selasa, 7 April 2026. Seorang pekerja dilaporkan meninggal dunia akibat insiden di area belt conveyor pengangkut limestone.

Korban diketahui bernama Sigit Liddianto bin Sudarmono (45), seorang pekerja dengan jabatan patroler BC Quarry, warga Kampung Pulomanuk, RT 002/RW 004, Desa Darmasari, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban ditemukan pada pukul 06.30 WIB dalam kondisi terlindas dan terjepit pada bagian pulley belt conveyor. Diduga, peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 02.00 WIB dini hari, bertepatan dengan sempat berhentinya operasional belt conveyor pada waktu tersebut.

Dhani Ramadhan menilai, rentetan kejadian ini menjadi indikasi perlunya evaluasi serius terhadap sistem pengawasan dan penerapan standar K3 di lingkungan perusahaan. Ia juga meminta pihak terkait untuk tidak hanya melakukan investigasi, tetapi juga memastikan adanya langkah perbaikan konkret guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.

“Keselamatan pekerja harus menjadi prioritas utama. Jangan sampai kejadian seperti ini terus berulang tanpa ada perbaikan sistem yang nyata,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak perusahaan maupun instansi terkait mengenai insiden terbaru tersebut.

Penulis : Farid

Editor : Redaksi

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Rumah Ludes Terbakar, Janda Lansia di Lebak Terima Bantuan dari Kapolsek Warunggunung
Danyonif 762/VYS dan Personel Kunjungi Polresta Sorong Kota, Wujud Soliditas TNI-Polri
Rumah Janda Lansia di Lebak Ludes Terbakar, Korban Berharap Bantuan Pemerintah
Dinkes Tangerang Terus Pantau Kondisi Warga Terdampak Kebakaran TPA Jatiwaringin
Polri dan Pemda Perkuat Sinergi Wujudkan Kamtibmas Kondusif di Papua Barat Daya
Polda Papua Barat Daya Apresiasi Dua Perwira Polres Tambrauw atas Pendekatan Humanis
HUT Bhayangkara ke-80, Kapolresta Sorong Kota Serahkan Kenaikan Pangkat kepada 96 Personel
Sensus Ekonomi 2026, Kunci Wujudkan UMKM Berkelanjutan di Lombok Utara
Berita ini 77 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 12:38 WIB

Rumah Ludes Terbakar, Janda Lansia di Lebak Terima Bantuan dari Kapolsek Warunggunung

Kamis, 2 Juli 2026 - 10:09 WIB

Danyonif 762/VYS dan Personel Kunjungi Polresta Sorong Kota, Wujud Soliditas TNI-Polri

Kamis, 2 Juli 2026 - 09:37 WIB

Rumah Janda Lansia di Lebak Ludes Terbakar, Korban Berharap Bantuan Pemerintah

Rabu, 1 Juli 2026 - 22:56 WIB

Dinkes Tangerang Terus Pantau Kondisi Warga Terdampak Kebakaran TPA Jatiwaringin

Rabu, 1 Juli 2026 - 19:48 WIB

Polri dan Pemda Perkuat Sinergi Wujudkan Kamtibmas Kondusif di Papua Barat Daya

Berita Terbaru