SPPG Pandeglang Patia–Ciawi Dipertanyakan, Titik Lokasi Diduga Berbeda dari Data Resmi BGN

Avatar photo

- Penulis

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co PANDEGLANG – Polemik dugaan ketidaksesuaian lokasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mencuat di Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang, Kamis (4/6/2026). Pasalnya, titik lokasi SPPG yang tercatat resmi berada di Desa Ciawi, diduga justru beroperasi di Desa Cimoyan, Kecamatan Patia.

Dalam data yang tercantum pada situs resmi Badan Gizi Nasional (BGN), lokasi SPPG tercatat sebagai “SPPG Pandeglang Patia Ciawi”. Namun berdasarkan temuan di lapangan saat peresmian program, lokasi kegiatan dan bangunan SPPG disebut berada di wilayah Desa Cimoyan.

Kondisi tersebut memunculkan tanda tanya dari masyarakat terkait kejelasan titik lokasi program pemerintah tersebut. Terlebih, nama lokasi yang digunakan dalam administrasi resmi berbeda dengan lokasi faktual di lapangan.

Seorang warga Kecamatan Patia yang enggan disebutkan namanya mengatakan, sejak awal informasi yang beredar menyebutkan titik SPPG berada di Desa Ciawi. Akan tetapi saat pelaksanaan dan peresmian, lokasi justru diketahui berada di desa lain.

“Awalnya masyarakat tahunya titik SPPG itu di Desa Ciawi, bahkan di situs resmi BGN juga tercatat Ciawi Kecamatan Patia. Tapi pas diresmikan, ternyata lokasinya ada di Desa Cimoyan. Jadi warga bingung, sebenarnya titik resminya yang mana,” ujarnya.

Warga juga menduga telah terjadi perpindahan titik lokasi tanpa penjelasan terbuka kepada masyarakat sekitar. Menurutnya, perubahan lokasi semestinya disampaikan secara transparan agar tidak menimbulkan polemik maupun kesan adanya ketidaksesuaian data administrasi.

“Intinya ada yang memindahkan titik lokasi. Kalau memang berubah, harusnya ada penjelasan resmi supaya masyarakat tidak bertanya-tanya,” tambahnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola SPPG maupun Badan Gizi Nasional terkait perbedaan titik lokasi tersebut. Sementara itu, awak media masih berupaya untuk mengkonfirmasi pihak-pihak terkait.

Masyarakat berharap pihak terkait segera memberikan klarifikasi agar tidak menimbulkan asumsi liar di tengah publik, terlebih program MBG merupakan program strategis pemerintah yang menjadi perhatian luas masyarakat.

Penulis : Tim

Editor : Redaksi

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Tak Bernyali Berantas Judi Gelper, Kapolda Riau Diminta Evaluasi Jajaran Polres Pelalawan
Anak 16 Tahun di Lebak Diduga Jadi Korban Tindak Pidana Seksual, Polisi Turun Tangan
Bulog Lebak-Pandeglang: Bantuan Pangan Juli dan September Tuntas 100 Presen, Dua Hari Lebih Cepat
Cekcok Berujung Saling Jambak dan Cakar, MS Dilaporkan ke Polsek Kalideres
Konsisten Lakukan Inovasi dan Bangun Sinergi, Bank Banten Raih Radar Banten Award 2026
Anggota DPR Papua Tengah Pertanyakan Transparansi Penertiban Kawasan Hutan di Nabire
Ketua DPRD Kota Serang Turun Tangan Bantu Warga Kasemen yang Butuh Rehabilitasi
Wamena, Papua Muda Progresif Dorong Dialog dan Perlindungan Warga di Tengah Konflik
Berita ini 64 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:42 WIB

Tak Bernyali Berantas Judi Gelper, Kapolda Riau Diminta Evaluasi Jajaran Polres Pelalawan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Anak 16 Tahun di Lebak Diduga Jadi Korban Tindak Pidana Seksual, Polisi Turun Tangan

Rabu, 30 September 2026 - 11:57 WIB

Cekcok Berujung Saling Jambak dan Cakar, MS Dilaporkan ke Polsek Kalideres

Rabu, 30 September 2026 - 11:22 WIB

Konsisten Lakukan Inovasi dan Bangun Sinergi, Bank Banten Raih Radar Banten Award 2026

Senin, 28 September 2026 - 15:21 WIB

Anggota DPR Papua Tengah Pertanyakan Transparansi Penertiban Kawasan Hutan di Nabire

Berita Terbaru