Angka Kemiskinan Turun 0,26 %, Begini tanggapan PJ Gubernur Banten

Avatar photo

- Penulis

Selasa, 17 Januari 2023 - 10:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co  Serang-Penjabat (Pj) Gubernur Banten Al Muktabar mengaku sudah mempelajari Angka Kemiskinan yang dirilis Badan Pusat Statistik Provinsi Banten hari ini, Senin (16/1/2022). Angka Kemiskinan Provinsi Banten dari tahun ke tahun (Year on Year/YoY) pada bulan September 2022 turun sebesar 0,26%, dari 6,50% pada September 2021 menjadi 6,24% pada September 2022.

“Kita sudah mempelajari rilis BPS di hari ini terkait dengan angka kemiskinan di Provinsi Banten. Perlu kita jelaskan dalam analisisnya bahwa angka kemiskinan di Provinsi Banten kalau dibandingkan, year on year di September 2022 dan September 2021 sebenarnya itu ada penurunan,” ungkapnya di Kantor Gubernur Banten, KP3B Curug, Kota Serang.

“Tetapi di September 2022 dibanding dengan Maret 2022 itu ada peningkatan 0,08%. Setelah dianalisis lebih dalam itu terjadi di perkotaan yang penduduknya mobile dan aksebilitasnya tinggi. Tetapi kita untuk di pedesaan justru keadaannya kemiskinannya menurun atau keadaannya baik,” tambahnya.

Baca juga : Hadiri Deklarasi Pelajar di Tangerang, Kejati Banten Berikan Penyuluhan Hukum

Dikatakan, pihaknya menemukan bahwa di pedesaan itu basis kehidupan masyarakatnya relatif stabil kondisinya. Usaha-usaha masyarakat sektor agro, khususnya usaha kecil menengah itu menjadi faktor penentu sehingga akan terus didorong dan ditingkatkan.

“Sementara di perkotaan di situasi ini, kita baik pemerintah maupun pemerintah daerah akan terus menggulirkan program-program yang bersifat bantuan. Bantuan sosial kita terus kuatkan,” jelas Al Muktabar.

“Perlu juga kita dorong untuk makin menguatnya UMKM sehingga itu bisa diandalkan untuk terus menekan angka kemiskinan,” tambahnya.

Dijelaskan, pada rentang Maret sampai September 2022, ada satu kondisi penyesuaian harga BBM. Pemprov Banten sudah melakukan berbagai upaya untuk menekan dampaknya. Di antaranya dengan menggelontorkan berbagai program subsidi dan bantuan sosial kepada masyarakat. Begitu juga dengan aspek pangan.

“Sebenarnya di bulan Oktober, November, dan Desember 2022 itu kan sudah bergulir berbagai kegiatan kita, tetapi belum masuk arena survei. Mudah-mudahan segala ikhtiar kita ini, mungkin nanti disurvei Maret 2023 ada keadaan yang akan semakin baik,” ungkap Al Muktabar.

Dikatakan, pengendalian inflasi melalui langkah-langkah yang terukur sesuai arahan Menteri Dalam Negeri, menjadi salah faktor yang turut menekan angka kemiskinan di Provinsi Banten.

Ini juga : Awas Jangan Lengah! Kasi Humas Polres Lebak Polda Banten, Apelkan Anggota Jaga Siaga dan Cek Tahanan

Masih menurut Al Muktabar, pada tahun 2023, pihaknya sudah menyiapkan program yang segera digulirkan untuk mendukung ekonomi produktif, UMKM. Serta menggulirkan bantuan sosial ketika kondisi memerlukan intervensi.

“Kita juga sudah menyiapkan cadangan pangan yang mencapai 2.400 ton. Kita persiapkan untuk melakukan langkah-langkah secara teknis bila ada hal-hal yang terjadi secara ekstrem,” ungkap Al Muktabar.

Sebagai informasi, berdasarkan Berita Resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten, 16 Januari 2023, angka kemiskinan tahun ke tahun (Year on Year/YoY) pada bulan September 2022 turun sebesar 0,26 persen. Dari 6,50 persen pada September 2021 menjadi 6,24 persen pada September 2022.

Penduduk miskin Provinsi Banten turun 22.620 orang menjadi 829.660 orang dibanding periode September 2021 yang mencapai 852.280 orang.

Garis Kemiskinan (GK) Provinsi Banten yang digunakan BPS pada periode Maret hingga September 2022 sebesar Rp 598.748. atau naik 4,98% dibanding periode sebelumnya sebesar Rp 570.000. Sementara untuk GK secara Nasional sebesar Rp 535.547.

Turunnya angka kemiskinan di Provinsi Banten juga diikuti oleh turunnya Indeks Kedalaman Kemiskinan menjadi 0,790 dari 1,025 pada periode September 2021. Sementara untuk Indeks Keparahan Kemiskinan Provinsi Banten pada September 2022 turun menjadi 0,157 dari 0,343 pada September 2021.(Deni/red)

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Anggota DPR Papua Tengah Pertanyakan Transparansi Penertiban Kawasan Hutan di Nabire
Ketua DPRD Kota Serang Turun Tangan Bantu Warga Kasemen yang Butuh Rehabilitasi
Wamena, Papua Muda Progresif Dorong Dialog dan Perlindungan Warga di Tengah Konflik
Ketua PW Fatayat NU Banten Ajak Kader Fatayat NU Cikeusal Terus Bergerak Menebar Manfaat
Puluhan Juta Batang Rokok Ilegal Masuk Banten, CDC Desak Evaluasi Kanwil Bea Cukai
Perkuat SDM Banten, Polda Gandeng Dunia Usaha melalui Program Poliran
Plt Kadis PUPR Lebak Terjun Langsung Pantau Pembangunan Penataan  Fasilitas Alun-Alun Rangkasbitung Tahap 2 Tahun 2026
Polisi Noken Salah Satu Bahan Diskusi Coffee Morning Bersama Kapolda Papua Barat Daya
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 15:21 WIB

Anggota DPR Papua Tengah Pertanyakan Transparansi Penertiban Kawasan Hutan di Nabire

Minggu, 27 September 2026 - 14:51 WIB

Ketua DPRD Kota Serang Turun Tangan Bantu Warga Kasemen yang Butuh Rehabilitasi

Sabtu, 26 September 2026 - 22:35 WIB

Wamena, Papua Muda Progresif Dorong Dialog dan Perlindungan Warga di Tengah Konflik

Sabtu, 26 September 2026 - 08:13 WIB

Ketua PW Fatayat NU Banten Ajak Kader Fatayat NU Cikeusal Terus Bergerak Menebar Manfaat

Kamis, 24 September 2026 - 18:49 WIB

Puluhan Juta Batang Rokok Ilegal Masuk Banten, CDC Desak Evaluasi Kanwil Bea Cukai

Berita Terbaru