Ferry Onim Minta Universitas Nusa Putra Cabut Beasiswa Mahasiswa Sorong Selatan

Avatar photo

- Penulis

Sabtu, 11 Juli 2026 - 09:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Sorong – Koordinator Beasiswa Universitas Nusa Putra Sukabumi, Jawa Barat, Ferry Onim, S.H., meminta pihak Universitas Nusa Putra mencabut program beasiswa bagi mahasiswa asal Kabupaten Sorong Selatan. Menurutnya, pembiayaan pendidikan mahasiswa sudah seharusnya menjadi tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Sorong Selatan.

Permintaan tersebut ditujukan kepada pimpinan Universitas Nusa Putra, mulai dari Rektor, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, hingga biro pengelola beasiswa.

“Sudah saatnya Pemerintah Kabupaten Sorong Selatan mengambil tanggung jawab penuh terhadap pembiayaan pendidikan mahasiswanya. Karena itu saya meminta agar fasilitas beasiswa yang selama ini diberikan kampus dicabut apabila pemerintah daerah siap mengambil alih pembiayaannya,” kata Ferry dalam pernyataan tertulis, Jum’at (10/7/2026).

Ferry menjelaskan, dirinya bersama tim koordinator merupakan pihak yang sejak awal merintis kerja sama dan membuka akses bagi putra-putri Sorong Selatan untuk menempuh pendidikan melalui program beasiswa di Universitas Nusa Putra.

Ia mengatakan selama bertahun-tahun aktif mengawal proses rekrutmen mahasiswa, berkoordinasi dengan pihak kampus, hingga memastikan mahasiswa asal Papua, khususnya Sorong Selatan, memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi.

Dalam pernyataannya, Ferry juga menyampaikan kritik kepada Pemerintah Kabupaten Sorong Selatan. Menurutnya, pemerintah daerah seharusnya menghargai proses yang telah dibangun serta menjalin komunikasi dan koordinasi dengan pihak-pihak yang selama ini mengawal program beasiswa tersebut.

“Komunikasi dan koordinasi merupakan bagian penting dalam menjaga hubungan baik antara pemerintah daerah dengan pihak yang sejak awal membangun program ini,” ujarnya.

Ferry menegaskan, apabila Pemerintah Kabupaten Sorong Selatan ingin mengambil peran lebih besar dalam pembinaan mahasiswa, maka pemerintah daerah juga harus siap mengalokasikan anggaran beasiswa bagi seluruh mahasiswa asal Sorong Selatan yang saat ini menempuh pendidikan di Universitas Nusa Putra.

“Saya berharap kampus dapat fokus menjalankan fungsi utamanya sebagai lembaga pendidikan, sementara pembiayaan mahasiswa menjadi tanggung jawab pemerintah daerah apabila kebijakan tersebut memang diambil,” katanya.

Selain meminta pencabutan beasiswa, Ferry menyatakan akan menarik berbagai kebijakan dan rekomendasi yang sebelumnya diajukan Koordinator Wilayah kepada pihak kampus, termasuk kemudahan administrasi maupun akademik bagi mahasiswa asal Sorong Selatan.

“Setelah kebijakan tersebut dicabut, mahasiswa diharapkan mengikuti seluruh proses akademik sesuai ketentuan program studi masing-masing, termasuk memenuhi seluruh beban studi berdasarkan sistem kredit semester (SKS) yang berlaku,” ujarnya.

Ferry juga mengaku kecewa karena selama lebih dari dua tahun dirinya bersama rekan-rekan koordinator mengorbankan waktu kuliah untuk mengurus mahasiswa tanpa menerima imbalan.

“Semua perjuangan itu kami lakukan tanpa gaji. Tujuan kami semata-mata membuka akses pendidikan bagi generasi muda Papua,” ungkapnya.

Di akhir pernyataannya, Ferry kembali menegaskan bahwa seluruh kebijakan khusus bagi mahasiswa asal Sorong Selatan sebaiknya dicabut apabila Pemerintah Kabupaten Sorong Selatan bersedia mengambil alih seluruh pembiayaan pendidikan mereka.

“Saya berharap pemerintah daerah menunjukkan komitmen nyata melalui penyediaan beasiswa daerah sehingga keberlangsungan studi mahasiswa tetap terjamin,” tutup Ferry.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Universitas Nusa Putra maupun Pemerintah Kabupaten Sorong Selatan terkait pernyataan tersebut.

Penulis : Abdullah

Editor : Redaksi

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Barang Temuan di Selat Sunda Diperiksa, Polda Banten Pastikan Bukan Milik KM Arupadhatu 1
Pemasangan Tiang Telepon di Ciinjuk Dipertanyakan Warga, Program Pemerintah Minim Sosialisasi
Panen Raya Singkong Sangiangjaya, Gubernur Andra Soni dan Arif Rahman: Petani Pilar Ketahanan Pangan Banten
Puluhan Warga Mengaku Kecewa, Janji Pembayaran Dana Investasi Toko Emas Milik Oknum Anggota DPRD Banten Tak Terealisasi
Pembangunan Jalan Rabat Beton Pajagan–Koranji Baru Seumur Jagung, Kini Memprihatinkan
Tega Aniaya Bayi hingga Meninggal Dunia, FS Diamankan Polresta Sorong Kota
Polresta Sorong Kota Ringkus YT, Pengambil 435 Gram Sabu
Bappenas Gandeng Dewan Pers Perkuat Sinergitas dalam Pembangunan Nasional
Berita ini 35 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 10:53 WIB

Barang Temuan di Selat Sunda Diperiksa, Polda Banten Pastikan Bukan Milik KM Arupadhatu 1

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

Pemasangan Tiang Telepon di Ciinjuk Dipertanyakan Warga, Program Pemerintah Minim Sosialisasi

Kamis, 10 September 2026 - 13:46 WIB

Panen Raya Singkong Sangiangjaya, Gubernur Andra Soni dan Arif Rahman: Petani Pilar Ketahanan Pangan Banten

Selasa, 8 September 2026 - 04:05 WIB

Puluhan Warga Mengaku Kecewa, Janji Pembayaran Dana Investasi Toko Emas Milik Oknum Anggota DPRD Banten Tak Terealisasi

Senin, 7 September 2026 - 20:17 WIB

Pembangunan Jalan Rabat Beton Pajagan–Koranji Baru Seumur Jagung, Kini Memprihatinkan

Berita Terbaru