Jaga Kepastian Hukum, Kajari KSB Undang Wartawan dan LSM Bertukar Pandang Soal Kondisi Daerah

Avatar photo

- Penulis

Kamis, 17 September 2026 - 01:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Mahfuddin Cakra Saputra, S.H., M.H., menyambut hangat dan mengundang para insan pers serta perwakilan lembaga swadaya masyarakat (LSM) untuk duduk bersama, berdialog secara tulus membahas berbagai persoalan hukum dan dinamika yang berkembang di daerah ini.

i

Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Mahfuddin Cakra Saputra, S.H., M.H., menyambut hangat dan mengundang para insan pers serta perwakilan lembaga swadaya masyarakat (LSM) untuk duduk bersama, berdialog secara tulus membahas berbagai persoalan hukum dan dinamika yang berkembang di daerah ini.

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Sumbawa — Penegakan hukum yang adil dan transparan tak akan lahir tanpa keterbukaan dan kedekatan dengan masyarakat. Menyadari hal itu, Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Mahfuddin Cakra Saputra, S.H., M.H., menyambut hangat dan mengundang para insan pers serta perwakilan lembaga swadaya masyarakat (LSM) untuk duduk bersama, berdialog secara tulus membahas berbagai persoalan hukum dan dinamika yang berkembang di daerah ini.

Pertemuan penuh keakraban itu dihadiri langsung oleh Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) KSB, Hardoni, Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) KSB, Indra Irawan, perwakilan NGO Solidarity Center, Beny Tanaya, serta sejumlah wartawan dan tokoh masyarakat lainnya. Di awal pertemuan, Kajari KSB memperkenalkan seluruh Kepala Seksi di lingkungan kerjanya sebuah langkah sederhana namun bermakna, sebagai tanda bahwa institusi kejaksaan ingin dikenal, terbuka, dan siap berkomunikasi secara jujur dengan rakyat yang dilayani.

“Ini bukan sekadar pertemuan formal. Ini adalah jembatan yang kita bangun bersama, agar suara masyarakat sampai ke meja penegak hukum, dan sebaliknya agar kerja keras penegakan hukum juga dipahami dengan benar oleh publik,” tercermin dari semangat pertemuan tersebut.

Setelah perkenalan, ruang diskusi dibuka seluas-luasnya. Para tamu undangan diberi kesempatan menyampaikan pandangan, saran, hingga kekhawatiran yang dirasakan masyarakat terkait kondisi hukum dan berbagai persoalan yang sedang hangat di Kabupaten Sumbawa Barat. Dialog berjalan hangat, saling menghargai, dan jauh dari kesan kaku.

Ketua SMSI KSB, Indra Irawan, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas inisiatif Kajari KSB membuka ruang komunikasi tersebut. Namun di sisi lain, ia juga menyampaikan harapan besar yang ada di pundak institusi kejaksaan.

“Kami sangat mengapresiasi Kajari KSB yang telah mengundang kami untuk berdiskusi dan membahas bersama kondisi KSB saat ini dan ke depan. Namun terkait polemik kasus hukum yang berkembang di daerah ini, kami berharap Kejaksaan Negeri dapat memberikan kepastian hukum yang jelas. Masyarakat tentu membutuhkan kejelasan proses hukum terhadap setiap persoalan yang sedang berjalan,” ujar Indra dengan tulus.

Bagi masyarakat, kata Indra, kepastian hukum adalah fondasi kepercayaan. Jika masyarakat merasa hukum berjalan tegas, transparan, dan tidak memihak, maka kepercayaan itu tumbuh subur. Jika sebaliknya, keraguan akan merembet ke mana-mana. Karena itu, komunikasi yang terbuka dan konstruktif antara aparat penegak hukum, pers, dan masyarakat sipil harus terus dijaga, bukan sesekali, melainkan berkelanjutan.

Senada dengan itu, Ketua PWI KSB, Hardoni, serta para tamu lainnya turut menyampaikan pandangan dan masukan dari hati nurani mereka bagaimana peran pers dan masyarakat sipil dapat bersama-sama mengawal pembangunan dan penegakan hukum di Kabupaten Sumbawa Barat, demi kemajuan daerah yang dicintai ini.

Pertemuan ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah awal dari langkah bersama antara Kejaksaan Negeri KSB, insan pers, dan organisasi masyarakat sipil  untuk saling menguatkan, saling mengingatkan, dan berjalan beriringan. Dengan tetap menjaga independensi masing-masing lembaga, seluruh pihak berharap dapat menjadi bagian dari solusi, demi terciptanya penegakan hukum yang berpihak pada kebenaran, serta Kabupaten Sumbawa Barat yang semakin maju, adil, dan sejahtera bagi seluruh rakyatnya.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Jalan Cijinjuk Bertahun-tahun Rusak, Warga Pertanyakan Peran DPRD: “Setiap Hari Lewat, Mengapa Tak Kunjung Diperjuangkan?”
Ketum FBB: Pilpres 2024 Sudah Selesai, Jangan Terus Cari Jalan untuk Memanggung Isu
Tak Bernyali Berantas Judi Gelper, Kapolda Riau Diminta Evaluasi Jajaran Polres Pelalawan
Anak 16 Tahun di Lebak Diduga Jadi Korban Tindak Pidana Seksual, Polisi Turun Tangan
Bulog Lebak-Pandeglang: Bantuan Pangan Juli dan September Tuntas 100 Presen, Dua Hari Lebih Cepat
Cekcok Berujung Saling Jambak dan Cakar, MS Dilaporkan ke Polsek Kalideres
Konsisten Lakukan Inovasi dan Bangun Sinergi, Bank Banten Raih Radar Banten Award 2026
Anggota DPR Papua Tengah Pertanyakan Transparansi Penertiban Kawasan Hutan di Nabire
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 21:47 WIB

Jalan Cijinjuk Bertahun-tahun Rusak, Warga Pertanyakan Peran DPRD: “Setiap Hari Lewat, Mengapa Tak Kunjung Diperjuangkan?”

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:34 WIB

Ketum FBB: Pilpres 2024 Sudah Selesai, Jangan Terus Cari Jalan untuk Memanggung Isu

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:42 WIB

Tak Bernyali Berantas Judi Gelper, Kapolda Riau Diminta Evaluasi Jajaran Polres Pelalawan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Anak 16 Tahun di Lebak Diduga Jadi Korban Tindak Pidana Seksual, Polisi Turun Tangan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 11:35 WIB

Bulog Lebak-Pandeglang: Bantuan Pangan Juli dan September Tuntas 100 Presen, Dua Hari Lebih Cepat

Berita Terbaru