Anggota DPR Papua Tengah Pertanyakan Transparansi Penertiban Kawasan Hutan di Nabire

Avatar photo

- Penulis

Senin, 28 September 2026 - 15:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pertanyakan Satgas PKH

i

Pertanyakan Satgas PKH

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Papua – Ketua Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) DPR Papua Tengah, Peter Worabay, meminta penertiban aktivitas pertambangan dilakukan secara konsisten secara tebang pilih dan mengkritik pelaksanaan penegakan hukum oleh Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) di Kabupaten Nabire, Papua Tengah.

Menurut Peter Worabay DPR Papua Tengah pada prinsipnya mendukung langkah Satgas PKH dalam menertibkan aktivitas pertambangan yang melanggar aturan.
Pihaknya mempertanyakan dugaan adanya oknum aparat yang justru terlibat dalam aktivitas pertambangan.

“Selama Satgas PKH menegakkan aturan, kita tetap berkomitmen mendukung. Tapi kalau Satgas PKH sendiri yang melakukan illegal mining, jelas kami tidak akan mendukung,” kata Peter Worabay dikonfrimasi dalam keterangannya Senin (28/9/2026).

Politisi asal PDIP ini meminta penegakan hukum harus berlaku kepada seluruh pihak tanpa melihat latar belakang maupun statusnya. Ia menilai konsistensi aparat menjadi penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara.

Ia juga menyinggung keberadaan alat berat yang disebutnya digunakan oleh oknum aparat keamanan. Peter menduga terdapat seorang oknum yang memiliki tiga unit eksavator dan beroperasi di kawasan KM 40 Nabire.

“Ini ada apa? Ke mana Satgas PKH dalam melakukan penertiban? Kenapa hanya melakukan operasi penertiban kepada warga lokal yang menambang, sedangkan yang dilakukan aparat keamanan sendiri tidak ditertibkan?” ujarnya.

Peter mempertanyakan alasan apabila penertiban hanya menyasar aktivitas pertambangan masyarakat. Menurut dia, dugaan pelanggaran yang dilakukan pihak lain juga harus diperiksa dengan standar penegakan hukum yang sama.

Ia menilai ketidakkonsistenan dalam penegakan aturan dapat memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat. Karena itu, Peter meminta adanya transparansi dalam setiap proses penertiban pertambangan di Papua Tengah.

“Bagaimana orang Papua menjaga NKRI tetap sebagai harga mati, sedangkan Satgas PKH yang merupakan instrumen negara dalam melakukan penegakan hukum malah bermain dalam pelaksanaan pertambangan tersebut,” imbuh Peter Worabay mempertanyakan.

Peter bahkan melontarkan kritik keras terhadap kondisi tersebut. Ia mengatakan persoalan tersebut bukan semata-mata mengenai dukungan terhadap NKRI, melainkan bagaimana aparat negara menjalankan tugasnya secara bertanggung jawab.

“Ini bukan lagi soal NKRI harga mati, tetapi NKRI mati harga karena ulah dari oknum-oknum Satgas PKH yang tidak bertanggung jawab,” tegasnya.

Pernyataan Peter mengenai dugaan keterlibatan oknum aparat dalam aktivitas pertambangan di KM 40 merupakan klaim yang disampaikannya kepada media.
Seperti diketahui Masyarakat adat Wate, Aiwai, dan Dani, Distrik Makimi, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, menggeruduk kantor DPRK Nabire untuk menyampaikan aspirasi terkait penutupan operasional PT Kristalin Ekalestari.

Sejumlah Pemilik lahan garapan yang dikelola resmi PT Kristalin Ekalestari Aser Monei, meminta DPRK Nabire, Papua Tengah, mempertahankan keberadaan perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan di wilayah Adat Masyarakat Wate, Aiwai dan Dani di Distrik Makimi.
Hal tersebut diungkapkan Aser Monei kepada awak media pada Jumat (18/9/2026) kemarin.

“Kami memang serahkan garapan-garapan itu khusus kepada PT Kristalin, tetapi tidak kepada Perusahaan lain,” ucap Aser dalam orasinya kemarin.

Ia menjelaskan wilayah adat tersebut dihuni sejumlah kelompok masyarakat, termasuk suku Wate dan Dani. Menurut Aser, masyarakat yang menjadi pemilik ulayat dan lahan garapan perlu dilibatkan dalam setiap pembahasan terkait wilayah tersebut.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Ketua DPRD Kota Serang Turun Tangan Bantu Warga Kasemen yang Butuh Rehabilitasi
Wamena, Papua Muda Progresif Dorong Dialog dan Perlindungan Warga di Tengah Konflik
Ketua PW Fatayat NU Banten Ajak Kader Fatayat NU Cikeusal Terus Bergerak Menebar Manfaat
Puluhan Juta Batang Rokok Ilegal Masuk Banten, CDC Desak Evaluasi Kanwil Bea Cukai
Perkuat SDM Banten, Polda Gandeng Dunia Usaha melalui Program Poliran
Plt Kadis PUPR Lebak Terjun Langsung Pantau Pembangunan Penataan  Fasilitas Alun-Alun Rangkasbitung Tahap 2 Tahun 2026
Polisi Noken Salah Satu Bahan Diskusi Coffee Morning Bersama Kapolda Papua Barat Daya
Hampir Setahun Tak Diperbaiki, Tiang Jaringan IndiHome di Rajeg Keropos
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 15:21 WIB

Anggota DPR Papua Tengah Pertanyakan Transparansi Penertiban Kawasan Hutan di Nabire

Minggu, 27 September 2026 - 14:51 WIB

Ketua DPRD Kota Serang Turun Tangan Bantu Warga Kasemen yang Butuh Rehabilitasi

Sabtu, 26 September 2026 - 08:13 WIB

Ketua PW Fatayat NU Banten Ajak Kader Fatayat NU Cikeusal Terus Bergerak Menebar Manfaat

Kamis, 24 September 2026 - 18:49 WIB

Puluhan Juta Batang Rokok Ilegal Masuk Banten, CDC Desak Evaluasi Kanwil Bea Cukai

Rabu, 23 September 2026 - 18:45 WIB

Perkuat SDM Banten, Polda Gandeng Dunia Usaha melalui Program Poliran

Berita Terbaru