Komisi IV Arif Rahman Cecar Menteri Kehutanan: lni Soal Nyawa, Bukan Angka

Teras Media

- Penulis

Jumat, 5 Desember 2025 - 17:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto: Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi NasDem, Arif Rahman

i

Keterangan foto: Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi NasDem, Arif Rahman

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta – Rapat kerja Komisi IV DPR RI dengan Kementerian Kehutanan memanas setelah Anggota Fraksi NasDem, Arif Rahman, mempertanyakan ketegasan pemerintah dalam menangani bencana besar di Sumatra Utara yang menelan ratusan korban jiwa dan masih menyisakan warga hilang.

Arif menilai paparan Menteri Kehutanan Raja Juli hanya menampilkan data tanpa solusi nyata.

“Yang terjadi ini bukan statistik. Ini soal kemanusiaan. Kalau hidup di zaman dulu ini nyawa dibayar nyawa,” ujar Arif dalam rapat di Kompleks Parlemen (5/12/25).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menyoroti ketidaktegasan kementerian dalam menyebut secara jelas perusahaan pemegang izin pengelolaan kawasan hutan produksi terbatas di wilayah pegunungan yang terdampak bencana.

“Saya tidak mendengar ada perusahaan yang disebut. Ada berapa, siapa, dan apa tindakannya. Jangan seolah tidak ada,” lanjutnya.

Arif meminta pemerintah mencabut izin hutan produksi terbatas di kawasan rawan seperti pegunungan karena terbukti membawa dampak fatal. Ia membantah narasi yang menyebut kayu-kayu yang terbawa hanyalah ‘sisa akar lapuk’.

“Kita lihat gelondongan kayu itu. Panjang, pendek, rapi seperti hasil tebang habis. Jangan dikaburkan seolah ini sisa alam. Kalau tidak dievaluasi, kita hanya menunggu bencana berikutnya,” katanya.

Arif juga mengaitkan fenomena siklon yang belakangan muncul di Aceh sebagai indikator perubahan iklim ekstrem akibat kerusakan hutan. Menurutnya, siklon semestinya terjadi di Selat Malaka yang lebih panas, bukan di wilayah pegunungan yang justru lebih sejuk.

“Siklon mengikuti panas cuaca. Kalau pegunungan terbuka dan lebih panas, badai mampir. Itu yang terjadi.”

Ia menegaskan perlunya daftar terbuka korporasi yang tidak menjalankan rehabilitasi, reklamasi, dan reboisasi. “Kalau tidak melakukan itu, harus tercatat dan dievaluasi. Jangan didiamkan.”

Dalam rapat yang sama, Arif kembali mengingatkan rencana penggunaan 20 juta lahan untuk pangan dan energi agar tidak menjadi kesalahan kebijakan jangka panjang. Ia mengapresiasi langkah Presiden melalui Satgas Percepatan Penyelesaian Konflik Hutan, yang berhasil menemukan 3,5 juta hektar lahan sawit ilegal dan kini berlanjut ke sektor tambang. Namun menurutnya, peringatan ini bukan euforia semata.

“Jangan sampai yang dituduh nanti cuaca, hujan, iklim. Mereka tidak salah apa-apa. Salah kebijakan, salah pengawasan, salah kelalaian manusia,” tutup Arif.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Bulog Resmi Luncurkan Bantuan Pangan Jelang Lebaran untuk Lebak-Pandeglang
Gotong Royong Bulog dengan Pemda, Harga Bahan Pokok Lebak-Pandeglang Tetap Terjangkau di Ramadan
Buka Sampai Jam 22.00 Malam, Rujak Sultan Rangkasbitung Jadi Favorit Warga dan Tamu
Nasabah Bank DBS Keluhkan Dana Rp12,4 an Juta yang Tertahan dan Pembekuan Poin
Zona Hijau Tercapai, Bulog Lebak dan Pandeglang Sukses Kendalikan Harga Minyak KITA Lewat GPM
Tekan Inflasi Jelang Ramadhan, Kecamatan Sukadiri Gelar Pangan Murah untuk Jaga Daya Beli Warga
Jelang Ramadan 1447 H, Bupati Maesyal Pastikan Harga Sembako di Pasar Mauk Stabil
Peluncuran Koperasi Desa Merah Putih Desa Mekar Kondang Dorong Penguatan Ekonomi Masyarakat
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 18 Maret 2026 - 21:49 WIB

Bulog Resmi Luncurkan Bantuan Pangan Jelang Lebaran untuk Lebak-Pandeglang

Selasa, 24 Februari 2026 - 21:11 WIB

Gotong Royong Bulog dengan Pemda, Harga Bahan Pokok Lebak-Pandeglang Tetap Terjangkau di Ramadan

Senin, 16 Februari 2026 - 08:35 WIB

Buka Sampai Jam 22.00 Malam, Rujak Sultan Rangkasbitung Jadi Favorit Warga dan Tamu

Minggu, 15 Februari 2026 - 10:11 WIB

Nasabah Bank DBS Keluhkan Dana Rp12,4 an Juta yang Tertahan dan Pembekuan Poin

Sabtu, 14 Februari 2026 - 20:35 WIB

Zona Hijau Tercapai, Bulog Lebak dan Pandeglang Sukses Kendalikan Harga Minyak KITA Lewat GPM

Berita Terbaru