Sungguh Miris Dua Dokter di Pecat Tanpa Alasan Yang Jelas Oleh Dirut Rumah Sakit Misi Lebak

Sungguh Miris Dua Dokter di Pecat Tanpa Alasan Yang Jelas Oleh Dirut Rumah Sakit Misi Lebak
Keterangan poto : Gedung RS Misi Kabupaten Lebak Banten (doksus)
Ikuti kami di Google News

TERASMEDIA.CO LEBAK – Di saat Kabupaten Lebak sangat kekurangan Dokter, kini Dokter yang sudah mengabdi buat masyarakat Lebak pun, kini harus hengkang dari Lebak, dr. Ferry Arrochman, Sp.DVE dan drg. Greny Soewito yang sudah mengabdi di RS Misi Lebak sudah hampir (5) Lima Tahun kini harus mengalami nasib yang sangat miris. Padalnya keduanya dipecat atau diberhentikan oleh pihak Rumah Sakit Misi (Dirut) tanpa alasan yang jelas. Hal itu di ungkapkan oleh dr Ferry Arrochman didampingi drg Greny Soewito, saat di temui awak media di Kantor Disnaker Lebak kawasan Rangkasbitung pada 11/12/2025

“Saya bekerja di RS Misi Lebak sebagai dokter spesialis kulit dan kelamin yang sehari-harinya bekerja di Rumah Sakit Misi Lebak dan Klinik Bhakti Yuana, sedangkan drg. Greny adalah dokter gigi yang bekerja sebagai dokter gigi mitra di Klinik Bhakti Yuana. Rumah Sakit Misi dan Klinik Bhakti Yuana merupakan unit kesehatan dibawah Yayasan Yatna Yuana Kasih, dan saya mengabdi sudah hampir lima (5) Tahun dari tahun 2020,”Beber Feryy

Lebih lanjut, Ferry, mengataka pemecatan atau pemutusan hubungan kerja kepada kami, yang disampaikan secara mendadak , kepada kami oleh Direktur Rs Misi (dr. Totot/Red) bagi kami itu sangat janggal, karena keputusan tersebut sepihak dan tidak sesuai prosedur dan tidak masuk akal, karena tanpa adanya pemberitahuan dan alasan yang jelas, serta tidak sesuai dengan klausa kontrak kerja sebelumnya. Pemecatan ini tentu tidak mencerminkan visi dan misi dari Rumah Sakit Misi Lebak,”Tandesnya

Bacaan Lainnya

Sementara itu, drg Greny, mengatakan, dengan adanya pemecatan sepihak tersebut, dirinya meminta kepada pihak Direktut Rs Misi Lebak serta Ketua Yayasan Yatna Yuana Kasih sebagai pemilik, dapat mengkaji ulang

“Dengan adanya pemutusan hubungan kerja sepihak ini, kami mohon kepada Direktur RS Misi dan Ketua Yayasan Yatna Yuana Kasih sebagai pemilik agar dapat mengkaji ulang, karena kami tentu sangat kecewa sekali atas pemberhentian tanpa alasan yang jelas ini, dan juga kejadian seperti ini juga, jangan sampai terjadi kepada siapun yang mengabdi di RS Misi, karena tentu hal ini sangat merugikan kami selalu tenaga kesehatan, yang sudah mengabdi lama di RS Misi, “Pungkasnya

Sampai berita ini di terbitkan, Awak Media masih terus berupaya untuk mengonfirmasi terkait persoalan tersebut, kepada pihak Rumah Sakit Misi Lebak,

 

 

Penulis : Rai Kusbini

Editor   : Red

Pos terkait