“DPD RI Peduli Nasib 137 Honorer DiSolok ” Harapan FPTHSI

Avatar photo

- Penulis

Sabtu, 1 Oktober 2022 - 07:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co JAKARTA – Nasib 137 tenaga honorer K-II di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, yang dirumahkan akhirnya sampai ke Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti. Masalah tersebut dibawa Forum Honorer Pendidik, Tenaga Honorer dan Swasta Indonesia saat bertemu dengan Staf Khusus Ketua DPD RI, Sefdin Syaifudin Sabtu (1/10/2022).

Permasalahan tersebut disampaikan langsung Ketua Umum Forum Pendidik Honorer, Tenaga Honorer dan Swasta Indonesia, Hamdi Zaenal, yang didampingi Dewi Hariyanti, Ketua forum Honorer K-II Kabupaten Solok Selatan dan Ketua Forum Non ASN Solok Selatan.

Baca juga: DPR RI : Perbaiki Kualitas Pers Di Jawa Timur

“Dalam kesempatan ini, kami Ingin menyampaikan beberapa persoalan yang menjadi kendala bagi kami sebagai Tenaga Honorer K-II,” tutur Hamdi.

Masalah pertama adalah Pendataan Tenaga Honorer K-Il sebagaimana tersebut pada Siaran Pers Badan Kepegawaian Negara (BKN) Nomor: B/511/M.SM.01.00/2022 tanggal 22 Juli.

Masalah kedua yang dibawa adalah mengenai dirumahkannya 137 tenaga honorer K-II di Kabupaten Solok Selatan.

“Tanpa alasan jelas, sebanyak 137 orang tenaga honorer K-II di daerah Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, telah dirumahkan,” katanya.

Hamdi berharap LaNyalla bisa membantu para tenaga honorer agar masalah tersebut dapat terselesaikan.

Menanggapi hal itu, LaNyalla melalui Staf Khusus Ketua DPD RI, Sefdin Syaifuddin, menyatakan akan menindaklanjuti masalah tersebut melalui Komite terkait. Sebab, perkara serupa sangat banyak yang masuk ke DPD RI.

“Masalah tenaga honorer ini harus mendapat respons serius dan jalan keluar dari negara, karena menyangkut masa depan ribuan orang dan keluarga mereka,” kata Sefdin.

Baca juga: Ketua DPD RI Minta Tak Ada Lagi Kekerasan Terhadap Warga Wadas

Ia juga meminta pihak-pihak terkait untuk segera merespons masalah ini.

“Pemerintah harus mendengarkan keluhan ini. Apalagi peran tenaga pendidik dan Tenaga Honorer tidak kecil. Kehadiran mereka sangat membantu di saat jumlah tenaga guru dan staff ASN masih kurang,” kata Sefdin lagi.(Deni/red)

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Marwan Jafar PKB: Perluasan QRIS Harus Diiringi Penguatan Keamanan dan Perlindungan Konsumen
Bank Banten Raih Penghargaan sebagai Popular Brand Kategori Jasa Keuangan Perbankan Daerah
Tanam Mangrove Tak Lagi Sekadar Aksi Hijau, Bali Dorong Blue Carbon Jadi Aset Ekonomi
Komisi XI Tagih Komitmen BI Dorong Lapangan Kerja dan Ekonomi Daerah
Surat dari Ternate: Lily Masita Tomasoa Memohon Keadilan kepada Jaksa Agung
Ketua PW Fatayat NU Ajak Kader Fatayat Aktif Kampanyekan Pariwisata Anyer dan Majukan Ekonomi Kreatif
Menjaga Samudra Tanpa Sekat: Redesign Kewenangan Bakamla dan Urgensi Single Agency Coast Guard
Mayjen TNI Pujo Widodo Apresiasi Keberpihakan Pemerintah kepada Petani
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 13:10 WIB

Marwan Jafar PKB: Perluasan QRIS Harus Diiringi Penguatan Keamanan dan Perlindungan Konsumen

Rabu, 30 September 2026 - 21:07 WIB

Bank Banten Raih Penghargaan sebagai Popular Brand Kategori Jasa Keuangan Perbankan Daerah

Selasa, 29 September 2026 - 22:04 WIB

Tanam Mangrove Tak Lagi Sekadar Aksi Hijau, Bali Dorong Blue Carbon Jadi Aset Ekonomi

Selasa, 29 September 2026 - 19:57 WIB

Komisi XI Tagih Komitmen BI Dorong Lapangan Kerja dan Ekonomi Daerah

Selasa, 29 September 2026 - 11:40 WIB

Surat dari Ternate: Lily Masita Tomasoa Memohon Keadilan kepada Jaksa Agung

Berita Terbaru