Meski Lakukan Efisiensi Anggaran, Wakil Ketua Komisi II DPR RI Minta Mendagri Perhatikan Nasib P3K di Daerah

Avatar photo

- Penulis

Senin, 3 Februari 2025 - 20:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto : Rapat Dengar Pendapat (RDP) Kemendagri dengan Komisi II DPR RI, Senin (3/2/2025)

i

Keterangan foto : Rapat Dengar Pendapat (RDP) Kemendagri dengan Komisi II DPR RI, Senin (3/2/2025)

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta – Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Dede Yusuf buka suara tentang efisiensi anggaran apa saja yang sudah dilakukan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengenai himbauan kepada pemerintah daerah terutama untuk kawan-kawan kita ini yang sedang menanti formasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK-red). Karena, kata Dede Yusuf, sampai saat ini masih banyak sekali pengaduan-pengaduan yang masuk kepada kami.

“Banyak yang sudah lolos Passing Grade, tapi belum ada formasi. Sementara kita sudah menjanjikan 2024 akhir, sekarang kita mau majukan lagi, sampai bulan Maret lagi ada gelombang kedua. Kalau efisiensi ini terjadi, karena saya melihat ada pemotongan 50 triliun ke daerah. Kira-kira tunjuangan mereka itu terpotong atau tidak,” kata Dede Yusuf saat RDP dengan Kementerian Dalam Negeri, Senin (3/2/2025)

Lebih lanjut, kata Politisi dari partai Demokrat tersebut menjelaskan, untuk di Kemendikbuddikti RI sekarang sudah mulai cukup ramai. Hal itu lantaran, Menteri sebelumnya, selama 4 tahun itu, lupa memasukan nomenkelatur Tunjangan Kinerja (Tukin) untuk dosen.

“Nah, apakah dengan adanya pemotongan ini, tunjangan-tunjangan daerah terutama untuk para ASN honorer P3K yang baru masuk formasi. Apakah ini ada efisiensi juga atau tidak,” ucap Anggota DPR RI dari dapil Jawa Barat tersebut.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengatakan kementeriannya memangkas anggaran untuk 2025. Totalnya mencapai 57,46 persen.
“Dari total yang semula pagi anggaran Rp4,7 triliun atau efisiensinya lebih kurang 57,46 pesen. Sehingga sisa pagu kemendagri sebesar Rp2,038 triliun lebih,” kata Tito saat rapat kerja (raker) di Komisi II DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 3 Februari 2025.

Beberapa item yang dipangkas pengadaannya yaitu alat tulis kantor (ATK) sebesar 90 persen. Kemudian, seremonial dipotong 56 persen, rapat dan seminar 45 persen .

Lalu, kajian dan analisis dihemat 51,50 persen, diklat dan bimtek 29 persen, dan honor output kegiatan dan jasa profesi 40 persen. Kemudian, percetakan hasil souvenir dipangkas 75,90 persen dan sewa gedung kendaraan peralatan agar diefisiensikan 73,30 persen.

“Lisensi aplikasi 27,60 persen, jasa konsultan diefisiensikan 45,70 persen, bantuan pemerintah 16,7 persen, pemeliharaan dan perawatan 10,2 persen, perjalanan dinas 53,90 persen, peralatan mesin 28 persen, infrastruktur 34,3 persen dan belanja lainnya 59,10 persen,” ujar Tito.

Tito menjamin meski ada efisiensi anggaran, Kemendagri tetap melaksanakan tugas dan fungsi secara optimal. Terlebih efisensi anggaran tersebut sejalan dengan 16 item untuk dipedomani dari Kementerian Keuangan untuk program penghematan.

“Dengan adanya efisiensi anggaran sebesar 57,46 persen Kemendagri akan tetap melaksanakan tugas dan fungsinya secara optimal, ” tutupnya.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Tugas Menjaga Indonesia Tidak Pernah Selesai,  Bung AIR Ajak Generasi Muda Terus Berkontribusi
Camellia Apresiasi Wacana Pengadilan Ad Hoc: BUMN Harus Dikembalikan untuk Kepentingan Rakyat
 Menjelang Muktamar NU ke-35: Sorotan Bergeser ke Perebutan Posisi Rais Aam ​
Dr RD Mohammad Teguh Darmawan Resmi Jabat Kajati Jawa Barat, Gantikan Sutikno
Anton Suratto Daftar Kembali Ketua DPD Demokrat Jabar, Didukung 27 DPC
FBB Imbau Masyarakat Saring Informasi dan Tangkal Hoaks di Media Sosial
Egi Hendrawan Puji Rekor MURI Kapolri Cup 2026 dan Peran Gen Z Jaga Dunia Siber
BEM Indonesia Desak KPK Usut Tata Kelola PT Vale IGP Pomalaa, Soroti Dugaan 200 Ribu Ton Ore Nikel
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 17:07 WIB

Tugas Menjaga Indonesia Tidak Pernah Selesai,  Bung AIR Ajak Generasi Muda Terus Berkontribusi

Senin, 17 Agustus 2026 - 07:51 WIB

Camellia Apresiasi Wacana Pengadilan Ad Hoc: BUMN Harus Dikembalikan untuk Kepentingan Rakyat

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 16:09 WIB

 Menjelang Muktamar NU ke-35: Sorotan Bergeser ke Perebutan Posisi Rais Aam ​

Kamis, 13 Agustus 2026 - 22:22 WIB

Dr RD Mohammad Teguh Darmawan Resmi Jabat Kajati Jawa Barat, Gantikan Sutikno

Kamis, 13 Agustus 2026 - 19:12 WIB

Anton Suratto Daftar Kembali Ketua DPD Demokrat Jabar, Didukung 27 DPC

Berita Terbaru

Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso

Hukum dan Kriminal

IPW: Penanganan Perkara Notaris Lily Penuh Dugaan Pelanggaran Prosedur

Senin, 17 Agu 2026 - 13:10 WIB