Negara Dirugikan 1000 Triliun, Tim 8 Prabowo Minta Kejagung RI Usut Petinggi BUMN

Avatar photo

- Penulis

Minggu, 2 Maret 2025 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto : Koordinator Nasional Tim 08 Prabowo, Wignyo Presetyo, Minggu (2/2/2025)

i

Keterangan foto : Koordinator Nasional Tim 08 Prabowo, Wignyo Presetyo, Minggu (2/2/2025)

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co JAKARTA – Belum lama kasus mega korupsi PT Timah masih hangat terdengar di telinga kini terkuak kembali mega korupsi di Pertamina Patra Niaga yang diduga merugikan negara dalam 1 tahun Rp 193 triliun bahkan dihitung dalam 5 tahun (2018-2023) negara dirugikan hinga ribuan triliun rupiah. Hal tersebut menambah daftar kasus korupsi di BUMN.

Dengan adanya kasus korupsi yang bombastis tersebut, Tim 8 Prabowo turut angkat bicara, melalui Koordinator Nasionalnya, Wignyo Presetyo mengatakan bahwa bukan tidak mungkin kasus tersebut hanya melibatkan para pejabat di Patra Niaga melainkan juga dapat melibatkan para petinggi level di atas Patra Niaga.

“Kasus mega korupsi yang merugikan negara hingga ribuan triliun rupiah ini bukan kasus biasa oleh karena itu kami menduga bisa aja bukan cuma melibatkan pejabat di Pertamina Patra Niaga, tapi juga bisa melibatkan pejabat level yang lebih tinggi atau level di atas Patra Niaga,” ujar mantan aktivis PRD ini.

Oleh karena itu pihaknya mendukung dan meminta Kejaksaan Agung RI agar juga mengusut pejabat level yang lebih tinggi di atas Patra Niaga tersebut.

“Kami mendukung Kejagung RI dan meminta untuk mengusut pejabat yang lebih tinggi levelnya di atas Patra Niaga,” tegas dia.

Selain itu mantan tahan politik di era orde baru ini juga menambahkan pihaknya juga menduga bahwa perkara tersebut bukan cuma merugikan negara, melainkan juga merugikan rakyat khususnya pengguna Pertamax.

“Kasus kasus korupsi memang bukan hanya merugikan negara tapi juga rakyat yang dirugikan. Sama halnya kasus korupsi di Patra Niaga ini apalagi nanti terbukti mereka mengoplos Pertalite menjadi Pertamax. Maka siapa yang dirugikan? tentunya masyarakat yang menggunakan BBM jenis Pertamax,” tutup Wignyo.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Tugas Menjaga Indonesia Tidak Pernah Selesai,  Bung AIR Ajak Generasi Muda Terus Berkontribusi
Camellia Apresiasi Wacana Pengadilan Ad Hoc: BUMN Harus Dikembalikan untuk Kepentingan Rakyat
 Menjelang Muktamar NU ke-35: Sorotan Bergeser ke Perebutan Posisi Rais Aam ​
Dr RD Mohammad Teguh Darmawan Resmi Jabat Kajati Jawa Barat, Gantikan Sutikno
Anton Suratto Daftar Kembali Ketua DPD Demokrat Jabar, Didukung 27 DPC
FBB Imbau Masyarakat Saring Informasi dan Tangkal Hoaks di Media Sosial
Egi Hendrawan Puji Rekor MURI Kapolri Cup 2026 dan Peran Gen Z Jaga Dunia Siber
BEM Indonesia Desak KPK Usut Tata Kelola PT Vale IGP Pomalaa, Soroti Dugaan 200 Ribu Ton Ore Nikel
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 17:07 WIB

Tugas Menjaga Indonesia Tidak Pernah Selesai,  Bung AIR Ajak Generasi Muda Terus Berkontribusi

Senin, 17 Agustus 2026 - 07:51 WIB

Camellia Apresiasi Wacana Pengadilan Ad Hoc: BUMN Harus Dikembalikan untuk Kepentingan Rakyat

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 16:09 WIB

 Menjelang Muktamar NU ke-35: Sorotan Bergeser ke Perebutan Posisi Rais Aam ​

Kamis, 13 Agustus 2026 - 22:22 WIB

Dr RD Mohammad Teguh Darmawan Resmi Jabat Kajati Jawa Barat, Gantikan Sutikno

Kamis, 13 Agustus 2026 - 19:12 WIB

Anton Suratto Daftar Kembali Ketua DPD Demokrat Jabar, Didukung 27 DPC

Berita Terbaru

Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso

Hukum dan Kriminal

IPW: Penanganan Perkara Notaris Lily Penuh Dugaan Pelanggaran Prosedur

Senin, 17 Agu 2026 - 13:10 WIB